Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Maret 2022

MKNU dan PKPNU Dilebur Jadi Satu, Dikelola Lakpesdam


Palembang - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan kembali bahwa pengaderan dalam Nahdlatul Ulama akan menggunakan satu pintu atau satu sistem.

Dua pengaderan yang ada selama yakni Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) dan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) akan dilebur menjadi satu.

“Hanya akan ada satu sistem kaderisasi,” tegasnya saat acara Silaturahmi dengan pengurus wilayah dan pengurus cabang Nahdlatul Ulama se-Sumatera dalam rangka Harlah Ke-99 NU wilayah barat di Komplek Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (3/3/2022).

Kaderisasi ini lanjutnya, tidak akan lagi dikelola oleh tim adhoc atau panitia yang dibentuk oleh PBNU. Namun kaderisasi yang namanya nanti akan diputuskan dalam waktu dekat akan dikelola atau berada di bawah Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam).

“Kaderisasi akan berada dalam pengelolaan Lakpesdam karena kaderisasi masuk dalam pengembangan sumberdaya manusia,” jelasnya. Peleburan MKNU dan PKPNU ini juga lanjut Gus Yahya akan dibarengi dengan penataan materi kaderisasi agar lebih terarah.

“Jangan cuma melatih kader agar memiliki semangat tinggi meluap-luap saja, tapi tidak tahu apa yang harus dikerjakan,” ungkapnya.

Kaderisasi ini harus dikonsolidasikan dengan baik dan memiliki kurikulum yang fokus sehingga mampu mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh Nahdlatul Ulama.

Kaderisasi yang terintegrasi dan solid ini juga diharapkannya mampu mewujudkan transformasi yang membangun gerakan ke arah yang lebih baik.

Sementara Wakil Ketua PBNU H Nusron Wahid yang menjadi moderator pada kesempatan tersebut menambahkan bahwa di akhir bulan ini, ditargetkan kepengurusan Lakpesdam sudah terbentuk.  

Dalam waktu dua minggu diprogramkan akan menyempurnakan dan menyolidkan kurikulum.

Sehingga dalam dua bulan ke depan atau setelah Idul Fitri tahun ini kaderisasi format baru sudah bisa dilaksanakan dan tidak ada lagi dualisme kaderisasi.

Sebagai tambahan informasi, pada tanggal 9 Maret 2022, PBNU bakal mengadakan rapat gabungan pengurus yang akan membentuk kepengurusan lembaga.

Ada 18 lembaga dengan bidangnya masing-masing yang akan dibentuk PBNU untuk menjalankan program dari kebijakan organisasi.  

Lembaga ini sampai sekarang belum dibentuk karena PBNU sedang menyusun program dan grand design yang nantinya akan dijalankan oleh pengurus lembaga.


Sumber : NU Online

Kamis, 03 Maret 2022

Respons Pernyataan Menag soal Toa, Ansor Jatim: Ada Manipulasi Informasi


NU Online Watulimo - Pernyataan Menteri Agama (Menag) H Yaqut Cholil Qoumas tentang aturan pengeras suara memancing respons banyak pihak. Disinyalir pernyataan tersebut ada yang dipelintir oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu, Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jatim turut bersuara dan bersikap.


Ketua PW GP Ansor Jatim HM Syafiq Syauqi memberikan beberapa pandangan dan analisa atas pernyataan Menag RI yang kini jadi polemik banyak pihak. Secara tegas, pihaknya mengingatkan kepada semua pihak untuk bersama-sama mewaspadai pola gerakan framing media dengan gaya lama tersebut.


“Ini merupakan gerakan lama dan pelaku yang sama yang kembali membuat gaduh dengan melakukan framing di media,” ujar Gus Syafiq dalam keterangan yang diterima awak media, Jum’at (25/02/2022).


Menurut Gus Syafiq, framing media dengan teknik propaganda dan manipulasi informasi tersebut masih menjadi pilihan mereka dalam upaya membuat kegaduhan yang sistematis untuk mengganggu stabilitas nasional.


"Tantangan dalam era disrupsi informasi saat ini adalah pola-pola gerakan framing media dengan teknik propaganda dan manipulasi informasi yang menyesatkan publik. Ini yang sedang mereka lakukan dengan memotong beberapa pernyataan dari Menteri Agama," jelasnya.


"Framing ini jelas teknik manipulasi informasi yang ditujukan memancing sisi emosional umat Islam dengan membenturkan sesuatu yang sakral dengan hal yang tabu. Ini pola lama yang coba mereka lakukan lagi," tambahnya.


Ia menambahkan, senyatanya framing bukanlah sebuah kebohongan. Namun, pembelokan fakta secara halus tersebut justru merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Maka dari itu, dirinya meminta masyarakat dapat bersikap cerdas dan memahami secara utuh hal-hal yang disampaikan Menag RI.


“Mereka itu membelokkan fakta. Caranya dengan memilih sudut pandang yang berbeda, kemudian memotong dan mengambil diksi lain dengan membenturkan antara adzan dengan suara anjing," tegas Gus Syafiq.


Padahal menurut kajiannya, tidak ada kata membandingkan atau mempersamakan antara adzan atau suara yang timbul dari pengeras suara masjid dengan lolongan anjing. Menurutnya, Menag RI justru mempersilahkan, bahkan mengajak umat Islam untuk menggunakan pengeras suara sebagai syiar dakwah dan berbagai keperluan masyarakat lainnya.


“Tentu, hal tersebut sesuai dengan aturan yang dicanangkan untuk kemaslahatan Bersama,” imbuh Gus Syafiq.


Dirinya menegaskan, bahwa yang disampaikan Menag RI adalah memberikan banyak contoh tentang sumber kebisingan di tengah masyarakat yang faktual. Berbagai contoh kebisingan itu, menurut Gus Syafiq, membuat Menag RI mengambil benang merah bahwa suara-suara itu harus diatur supaya tidak menjadi gangguan kalangan tertentu.


Menurutnya, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur jauh hari pada tahun 1982 telah menulis tentang ‘Islam Kaset dan Kebisingan Sosial’. Hal tersebut menurutnya, justru bentuk sikap yang memiliki persamaan dengan yang disampaikan oleh Menag RI.


“Itu karena kita semua menjunjung tinggi kaidah Dar'ul Mafashid Muqaddamun ‘ala Jalbil Mashalih. Mencegah kemudharatan itu harus menjadi skala prioritas di atas mengambil kemaslahatan. Saya kira cukupkan gerakan framing ini dan sudahi," pungkasnya.



Sumber : Jatim NU.OR.ID

Jumat, 25 Februari 2022

Konfernas Digelar 23 Juli, Rois Am PBNU Harapkan Aksi Nyata HPN Gerakkan Ekonomi Nahdliyin


Jakarta — Rois Am Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftahul Akhyar meminta Himpunan Pengusaha Nahdliyin atau HPN menjadi motor penggerak ekonomi kaum nahdliyin melalui berbagai aktivitas bisnis dalam rangka membangun Industri Kecil Menengah yang merupakan basis warga NU. Forum permusyawaratan Konferensi Nasional (Konfernas) HPN yang akan digelar pada 23 Juli 2022 mendatang harus mampu merumuskan program konkrit, positioning dan sinergi antar kaum Nahdliyin yang harus dijalankan HPN demi membangun gerakan ekonomi umat. Hal ini disampaikan oleh Rois Am PBNU saat menerima kunjungan Ketua Umum DPP HPN, Ir Abdul Kholik di Jakarta, Rabu (23/2) malam.

Lebih lanjut Kiai Miftah menekankan adanya aksi nyata dalam menentukan program ekonomi dan bisnis tidak hanya menumpuk dokumen nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tanpa ada realisasi yang bisa langsung dirasakan kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM) warga NU di bawah. “Rancang dan rumuskan segera, koordinasikan dan laporkan ke Ketua Umum PBNU karena kebijakan ekonomi sedang disusun oleh jajaran pengurus tanfidziyah,” jelasnya.

Sebelumnya, Abdul Kholik menyampaikan laporan kepada Rois Am seputar sejarah pendirian HPN sebagai asosiasi para pengusaha penerus gerakan Nahdlatut Tujjar yang digagas KH Wahab Chasbullah pada 1918. Disampaikan juga posisi legal HPN sebagai asosiasi yang didirikan oleh para masyayikh dan syuriyah PBNU, diantaranya Almarhum KH Sahal Mahfudz, KH Mustofa Bisri, KH Said Aqil Siroj, KH As’ad Said Ali dan KH Agoes Ali Masyhuri. Hingga kini HPN berkembang cukup menggemberikan di 28 provinsi dan 150 Kabupaten/Kota dengan sekitar 2 juta anggota pengusaha di seluruh Indonesia. “Kami laporkan juga tentang ukhuwah dan transaksi bisnis antar anggota HPN yang sudah mulai terjalin,” Imbuh founder dan CEO Azet Surya, slaah satu perusahaan energi Solar Cell pertama di Indonesia ini.

Kholik juga melaporkan program digital end to end yang sedang dijalankan saat ini, dan bukan hanya aplikasi, demi mewadahi kebutuhan ekonomi digital nahdliyin dan mendorong pengusaha HPN menjadi terdepan di teknologi digital. “Salah satunya, program kemitraan pembangunan infrastruktur internet cepat berteknologi 5G yang sedang dijalankan HPN bersama mitra yang diharapkan akan menjadi bisnis digital terdepan untuk para usahawan HPN,” tegasnya.

Kholik juga menjelaskan mundurnya Konfernas yang semula dijadwalkan 22 Pebruari karena tingginya kembali kasus covid19, termasuk Yogyakarta yang akan menjadi lokasi permusyawaratan, sekaligus mengundang Rois Am dan jajaran pimpinan PBNU pada perhelatan konfernas yang akan digelar pada 23 Juli 2022 mendatang.

Kepada Kholik, Rois Am PBNU memaklumi pengunduran karena alasam Covid19 tersebut sebagaimana Muktamar NU juga diundur satu tahun demi keselamatan bersama. Lebih lanjut, Rois Am mengingatkan HPN sebagai organisasi pengusaha untuk tidak terlalu tajam dalam persaingan di Konferensi sebagaimana terjadi di dunia politik, dan hendaknya mendahulukan membangun silaturahmi (*)


Sumber : PWNU Jatim

Minggu, 20 Februari 2022

Aplikasi NU Rilis Fitur-Fitur Baru untuk Sambut Ramadhan


Jakarta — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui media resminya, NU Online, telah meluncurkan sejumlah fitur tambahan dalam aplikasi berbasis Android dan iOS yang bernama NU Online Super App. Berbagai penyempurnaan dari sisi konten dan teknologi dilakukan guna menyongsong bulan suci Ramadhan.

“PBNU ingin aplikasi NU Online terus berkembang dan semakin relevan dengan kebutuhan muslim di Indonesia, bahkan dunia. Ini adalah bagian dari komitmen PBNU periode sekarang untuk meningkatkan perannya di ruang digital,” kata Ketua PBNU Mohamad Syafi Alielha (Savic Ali), Sabtu (19/2/2022).

Ia mengajak umat Islam memanfaatkan teknologi ini dengan sebaik-baiknya. Platform digital yang mengangkat jargon “Aplikasi Keislaman Terlengkap” ini bisa diinstal di Play Store maupun App Store (nu.or.id/superapp).

NU Online Super App yang diluncurkan secara resmi oleh PBNU pada 27 Februari 2021 harlah NU 16 Rajab 1442 H) kini memiliki sedikitnya 16 fitur andalan, mulai dari Al-Qur’an, Doa & Wirid, Maulid, Kompas Kiblat, Kalender Hijriah, Tutorial Ibadah, hingga Tasbih Digital dan Kalkulator Zakat. Untuk meningkatkan layanan keagamaan selama Ramadhan 1443 H, NU Online Super App merilis fitur baru, yakni Ramadhan dan Ziarah serta penambahan sejumlah fungsi pada fitur-fitur lama agar kian memudahkan pengguna selama menunaikan ibadah di bulan suci.

Koordinator Program Pengembangan NU Online Super App Mahbib Khoiron menjelaskan, fitur Ramadhan yang tahun kemarin menemani bulan puasa warganet juga bakal tampil lagi dengan isi dan tampilan yang lebih segar. Menu-menu yang disajikan dalam fitur ini menyangkut rutinitas ibadah selama bulan suci, mulai dari niat puasa, doa berbuka, bacaan Lailatul Qadar, sampai tutorial shalat tarawih dan witir lengkap dengan doa dan wirid sesudahnya. Fitur ini juga diperkaya dengan kumpulan khutbah Jumat bertema Ramadhan, panduan teknis pelaksanaan zakat fitrah, takbiran, shalat Id, serta kompilasi khutbah Idul Fitri dalam aneka judul.

Sementara pada fitur Ziarah disuguhkan titik-titik lokasi makam dan tapak tilas ulama atau tokoh dari berbagai penjuru Indonesia. Selain Google Map, fitur ini juga dilengkapi kolom biografi singkat, tempat dan waktu kelahiran/kewafatan, serta artikel atau video terkait dengan itu. “Penambahan daftar lokasi ziarah akan diperbaharui terus sehingga publik akan mendapatkan panduan berziarah secara lebih lengkap,” kata Mahbib.

Pada fitur Jadwal Shalat, ada pula beberapa penambahan fungsi. Salah satunya, pengguna dari seluruh penjuru Tanah Air nanti bisa membagikan jadwal imsakiyah harian atau bulanan dalam format PDF. Jadwal shalat dihitung secara otomatis sesuai koordinat lokasi pengguna, berdasarkan penghitungan Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (Subuh -20°, Isya -18°, ihtiyat +2 menit). Ini bisa menjadi panduan awal yang akurasinya dapat diselaraskan dan dikuatkan lagi dengan hasil penghitungan Lembaga Falakiyah NU di tingkat lokal masing-masing.

Aplikasi ini terintegrasi dengan saluran YouTube NU Online yang menayangkan beragam konten: tutorial ibadah, wawancara eksklusif, shalawat, film pendek, kajian kitab kuning, dan lain-lain; juga terkoneksi dengan situs web NU Online yang memuat lebih dari
ribuan artikel keislaman.

“Lebih dari sekadar aplikasi ibadah, NU Online Super App berkomitmen hadir sebagai aplikasi belajar Islam yang otoritatif, agar kaum muslimin di mana saja secara mudah mengakses pengetahuan keislaman dari sumber-sumber yang kredibel,” tutur Mahbib.

Perhatikan Sumber Belajar Agama

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf secara terpisah mengatakan, teknologi informasi merupakan elemen yang sangat penting dalam strategi dakwah dewasa ini. Apalagi kini teknologi sering menjadi perangkat yang amat mempengaruhi jalan pikiran banyak orang.

Pria yang akrab disapa Gus Yahya ini mengingatkan bahwa NU merupakan organisasi yang bertugas sebagai pembawa ilmu dari para ulama.

“Ilmu yang kita unduh dari para ulama ini adalah agama, maka kita betul-betul harus hati-hati dari mana kita mengambil agama kita ini,” ungkap kiai yang pernah menempuh pendidikan agama di Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta, pada 1979-1994 itu.

Gus Yahya mengapresiasi peran NU Online sebagai pintu yang mu’tabar (kredibel) bagi peselancar dunia maya yang ingin belajar Islam. Ia mendorong NU Online terus meningkatkan kiprahnya sebagai pusat layanan informasi keagamaan di Indonesia, yang berkualitas tinggi dan memperhatikan sanad keilmuan para ulama. [*]


Sumber : PWNU Jatim

Selasa, 01 Februari 2022

Susunan Pengurus PBNU 2022-2027, Banyak Pejabat dan Tokoh Perempuan


NUWA Online - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengumumkan susunan pengurus PBNU periode 2022-2027 pada Rabu (12/1/2022). Sejumlah politisi masuk dalam susunan pengurus PBNU 2022-2027. Pengurus PBNU 2022-2027 juga banyak diisi sosok perempuan.

 

Dilansir dari NU Online, susunan Pengurus PBNU masa khidmah 2022-2027 secara resmi diumumkan, di lantai 8 Gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, pada Rabu (12/1/2022). Pada kesempatan tersebut, hadir Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib 'Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Musthofa; Prof Nizar Ali; Nusron Wahid; dan Habib Hilal Al-Aidid, serta Sekretaris Jenderal PBNU H Syaifullah Yusuf.

 

"Alhamdulillah kami telah berhasil memutuskan pengurus lengkap PBNU di dalam rapat bersama formatur, yang diikuti oleh rais 'aam dan wakil-wakil rais 'aam yang ditunjuk, ketua umum terpilih, dan wakil ketua umum yang ditunjuk, serta para midformatur, yang melakukan rapat pada tanggal 5 Januari di Jakarta, dan dari rapat itu dihasilkan susunan lengkap PBNU," kata Gus Yahya di hadapan wartawan dari berbagai media.

 

Ia menjelaskan pula bahwa periode kepengurusan menjadi 2022-2027. Sebab Muktamar ke-34 NU dilaksanakan pada akhir tahun 2021, sedangkan surat keputusan tentang susunan kepengurusan ditetapkan pada 12 Januari 2022 dan berlaku hingga 12 Januari 2027.

 

Berikut susunan lengkap pengurus PBNU masa khidmah 2022-2027 berdasarkan SK PBNU bernomor 01/A.II.04/01/2022 yang terdiri dari mustasyar (dewan penasihat), pengurus harian syuriyah, a’wan (dewan pakar), dan pengurus harian tanfidziyah:

 

Susunan Pengurus PBNU MASA KHIDMAH 2022 – 2027

 

MUSTASYAR PBNU 2022-2027

  • KH. A. Mustofa Bisri AGH.
  • Dr. Baharuddin HS, MA
  • Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin KH.
  • Jirjis Ali Maksum
  • KH. Nurul Huda Djazuli
  • KH. Bunyamin Muhammad
  • KH. Anwar Manshur
  • H. Hasanoel Basri HG
  • KH. Dimyati Rois
  • KH. As'ad Said Ali Habib Luthfi Bin Yahya
  • Prof. Dr. KH. Machasin, MA
  • TGH. LM. Turmudzi Badaruddin
  • Prof. Dr. KH. Artani Hasbi
  • Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA AGH.
  • Habib Abdurrahim Assegaf
  • Nyai Hj. Nafisah Sahal Mahfudz
  • KH. Muhammad Nuh Ad-Dawami
  • Nyai Hj. Shinta Nuriyah A. Wahid
  • KH. Abdullah Ubab Maimoen
  • Nyai Hj. Machfudhoh Aly Ubaid
  • KH. Zaky Mubarok
  • KH. Taufiqurrahman Subkhi
  • KH. Mustafa Bakri Nasution
  • KH. Fuad Nurhasan
  • KH. Abdul Kadir Makarim
  • KH. Muhtadi Dimyathi
  • Dr. Muhammad A.S. Hikam, MA, APU
  • KH. Ulin Nuha Arwani Drs.
  • KH. Ahmad Chozin Chumaidi
  • Habib Zein bin Umar bin Smith
  • KH. Muhammad Hatim Salman, Lc
  • KH. Muhammad Romli
  • H. Herman Deru, SH, MM

 

SYURIYAH Rais 'Aam PBNU 2022-2027: KH. Miftachul Akhyar

Wakil Rais Aam PBNU 2022-2027:

  • KH. Anwar Iskandar
  • KH. Afifuddin Muhajir

 

Rais PBNU 2022-2027:

  • KH. Muhammad Mushtofa Aqiel Siroj
  • KH. Abun Bunyamin Ruhiyat
  • KH. Ali Akbar Marbun
  • Prof. Dr. KH. Zainal Abidin
  • KH. Idris Hamid
  • KH. Adib Rofiuddin Izza
  • KH. Abdullah Kafabihi Mahrus
  • KH. Ubaidillah Faqih
  • KH. Masdar Farid Mas'udi
  • KH. Aniq Muhammadun
  • KH. Azizi Hasbullah
  • Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA
  • KH. Mudatsir Badruddin
  • Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA
  • KH. A. Mu'adz Thohir
  • Dr. KH. Abdul Ghafur Maimoen, MA
  • KH. Bahauddin Nursalim
  • KH. Subhan Makmun
  • KH. Hambali Ilyas
  • KH. Imam Buchori Cholil
  • Prof. Dr. KH. Abd. A'la Basyir
  • KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc, MA, Ph.D
  • KH. Ahmad Haris Shodaqoh
  • KH. Moch. Chozien Adenan
  • KH. Abdul Wahid Zamas
  • KH. Abdul Wahab Abdul Gafur, Lc

 

Katib 'Aam PBNU 2022-2027:

KH. Ahmad Said Asrori

 

Katib PBNU 2027:

  • KH. Nurul Yaqin Ishaq
  • Dr. KH. M. Afifudin Dimyathi, Lc, MA
  • KH. Sholahudin Al-Aiyub, M.Si
  • Dr. KH. Hilmy Muhammad, MA
  • KH. Abu Yazid Al-Busthami
  • KH. Faiz Syukron Makmun, Lc, MA
  • KH. Athoillah Sholahuddin Anwar
  • KH. Muhammad Abdurrahman Al Kautsar
  • Dr. KH. Abdul Moqsith Ghazali, MA
  • KH. Reza Ahmad Zahid
  • Habib Luthfi bin Ahmad Al-Attas
  • Dr. KH. Abdul Ghofar Rozin
  • KH. Maksum Faqih
  • Dr. KH. Nur Taufik Sanusi, MA
  • KH. M. Syarbani Haira
  • KH. Muhammad Aunullah A'la Habib, Lc
  • KH. Ahmad Muzani Al-Fadani
  • KH. Sarmidi Husna
  • H. Ikhsan Abdullah, SH, MH
  • KH. Muhyidin Thohir, M.Pd.I
  • KH. Ahmad Tajul Mafakhir
  • Dr. HM. Asrorun Ni'am Sholeh,

 

MA A’WAN PBNU 2022-2027

  • Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf
  • H. Ahmad Sudrajat, Lc. MA
  • Habib Ahmad Al Habsyi
  • KHR. Chaidar Muhaimin
  • Dr. KH. Zaidi Abdad
  • KH. Najib Hasan
  • Dr. H. Endin AJ Soefihara, MMA
  • Dr. Ali Masykur Musa, M.Si, M.Hum
  • Dr. H. Imam Anshori Saleh, SH, MA
  • Dr. H. Anis Naki
  • Hj. Nafisah Ali Maksum
  • Dr. H. Agus Rofiudin
  • Hj. Badriyah Fayumi
  • KH. Matin Syarqowi
  • Hj. Ida Fatimah Zainal
  • H. Hamid Usman, SE
  • Hj. Dr. Faizah Ali Sibromalisi
  • KH. Muhammad Fadlan Asyari
  • Prof. Dr. Muhammad Nasir
  • Prof. Dr. Asasri Warni
  • Dr. H. Mochsen Alydrus
  • Dr. H. Muhajirin Yanis
  • KH. Masyhuri Malik Masryah Amva
  • KH. Mahfud Asirun
  • H. Misbahul Ulum, SE
  • KH. Yazid Romli, Lc, MA
  • Prof. Dr. Ali Nurdin
  • KH. Ahmad Ma'shum Abror, M.Pd.I
  • Dr. Rahmat Hidayat
  • Dr. Dany Amrul Ichdan, SE, M.Sc
  • Dr. Chaider S. Banualim, MA
  • Dr. H. Juri Ardiantoro, M.Si
  • KH. Abdul Muhaimin
  • Ir. H. Irsan Noor
  • H. Zainal Abidin Amir, MA
  • KH. Taj Yasin Maimun

 

TANFIDZIYAH PBNU 2022-2027

Ketua Umum : KH. Yahya Cholil Staquf

Wakil Ketua Umum :

  • KH. Zulfa Mustofa
  • KH. Sayyid Muhammad Hilal Al Aidid
  • Prot. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag
  • H. Nusron Wahid, SE

 

Ketua :

  • Prof. Dr. KH. Moh. Mukri, M.Ag
  • KH. Hasib Wahab Chasbullah
  • Ny. Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, MA
  • H. Amin Said Husni, MA
  • H. Aizuddin Abdurrahman, SH
  • KH. Abdul Hakim Mahfudz
  • H. Umarsyah, S.IP
  • H. Ishfah Abidal Aziz, SHI, MH
  • Dr. H. Miftah Faqih
  • Ny. H. Alissa Qotrunnada Wahid, S.Psi
  • Drs. H. Amiruddin Nahrawi, M.Pd.
  • Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd
  • H. Sarbin Sehe, S.Ag, M.Pd.l.
  • Prof. Dr. H. Agus Zainal Arifin
  • Drs. H. Abdullah Latopada, MA
  • Dr. KH. Ahmad Fahrurrozi
  • Drs. H. Muhammad Tambrin M.M.Pd
  • Mohamad Syafi Alielha
  • H. Arif Rahmansyah Marbun, SE, MM
  • Padang Wicaksono, SE, M.Sc, Ph.D
  • Ir. Fahrizal Yusuf Affandi, M.Sc, Ph.D
  • H. Nasyirul Falah Amru, SE, MAP
  • H. Choirul Sholeh Rasyid, SE
  • Dr. H. Zainal Abidin Rahawarin, M.Si
  • H. Mohammad Jusuf Hamka
  • Dr. H. Eman Suryaman, SE, MM
  • H. Robikin Emhas

 

Sekretaris Jenderal : Drs. H. Saifullah Yusuf

Wakil Sekretaris Jenderal :

  • KH. Abdussalam Sohib
  • Prof. Dr. Ahmad Muzakki, M.Ag, SEA
  • H. S. Suleman Tanjung, M.Pd
  • Dr. H. Muhammad Aqil Irham, M.Si
  • Drs. H. Imron Rosyadi Hamid, SE, M.Si
  • Faisal Saimima, SE
  • Mas'ud Saleh
  • Ai Rahmayanti, S.Sos, M.Ag
  • H.M. Silahuddin, MH
  • H. Rahmat Hidayat Pulungan, M.Si
  • Habib Abdul Qodir Bin Aqil, SH, MA, LLM
  • Dr. Najib Azca
  • H. Syarif Munawi, SE, MM
  • Isfandiari Mahbub Djunaidi
  • H. Taufiq Madjid, S.Sos, M.Si
  • Dr. H. Muhammad Faesal, MH, M.Pd
  • H. Andi Sahibuddin, M.Pd
  • Drs. Lukman Khakim, M.Si
  • H. Nur Hidayat, MA
  • H. Lukman Umafagur, S.Hut, M.Si

 

Bendahara Umum :

  • H. Mardani
  • H. Maming

 

Bendahara :

  • H. Dipo Nusantara Pua Upa, SH, MH, M.Kn
  • H. Sumantri Suwarno, SE
  • H. Gudfan Arif
  • Nuruzzaman, S.Ag, M.Si
  • Hidayat Firmansyah
  • Nashruddin Ali
  • H. Ahmad Nadzir
  • H. Burhanudin Mochsen
  • Dr. H. Ashari Tambunan
  • Dr. Faisal Ali Hasyim, SE, M.Si, CA, CSEP
  • H. Aswandi Rahman
  • H. Fesal Musaad, S.Pd, M.Pd

 

Itulah daftar pengurus PBNU 2022-2027. Selamat bertugas pengurus PBNU 2022-2027.