Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Oktober 2025

MWC NU Watulimo Gelar Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Persiapan Hari Santri Nasional 2025: Perkuat Sinergi Antar Lembaga dan Banom NU


Watulimo, TrenggalekDalam rangka menyambut dan mempersiapkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Watulimo menggelar Rapat Koordinasi dan Konsolidasi di Masjid Hidayaturrohman, Dusun Blimbing, Desa Watulimo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, pada Jum’at (03/10/2025).

Kegiatan yang dimulai setelah shalat Jum'at tersebut dihadiri oleh Jajaran Pengurus MWC NU Watulimo, Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Watulimo, serta Lembaga dan Badan Otonom (Banom) NU tingkat MWC. Suasana keakraban dan semangat ukhuwah Nahdliyah tampak mewarnai jalannya rapat yang berlangsung penuh semangat dan rasa tanggung jawab.

Acara dibuka oleh bapak Murdiyanto, Wakil Sekretaris MWC NU Watulimo, yang bertindak sebagai pembawa acara sekaligus moderator. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya momentum Hari Santri sebagai wujud rasa syukur, penghargaan, dan komitmen warga Nahdliyin terhadap perjuangan para ulama dan santri dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Hari Santri bukan hanya acara seremonial, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan dan pengabdian santri terhadap agama, bangsa, dan masyarakat,” ujar Murdiyanto dalam sambutannya.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan iftitah yang dipimpin oleh Bapak Kyai Chalimy Anwar dari Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU). Beliau menekankan pentingnya keikhlasan dalam berkhidmah melalui NU, serta mengajak seluruh peserta rapat untuk meluruskan niat dalam setiap langkah perjuangan.

“Kita berkumpul malam ini bukan sekadar membahas acara, tapi juga memperbarui niat kita untuk berkhidmah lillahi ta’ala. Jika semua dilakukan dengan keikhlasan, insya Allah, kegiatan Hari Santri nanti akan membawa berkah bagi masyarakat Watulimo,” tutur Kyai Chalimy dengan penuh hikmah.


Sesi berikutnya diisi dengan pengarahan dan pembinaan oleh Ketua MWC NU Watulimo, bapak Kyai Leif Sulaiman, M.Pd. Dalam arahannya, beliau menyampaikan laporan hasil koordinasi dengan PCNU Kabupaten Trenggalek terkait agenda besar Hari Santri Nasional Tahun 2025.

“PCNU Trenggalek telah menyiapkan berbagai kegiatan dalam rangka Hari Santri tahun ini. Oleh karena itu, MWC NU Watulimo perlu berperan aktif dan berkoordinasi dengan seluruh ranting serta lembaga di bawahnya, agar pelaksanaan di tingkat kecamatan dapat berjalan serentak, meriah, dan bermakna,” ungkap Kyai Leif

Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antar lembaga NU dan Banom dalam membangun kekuatan jamaah dan jam’iyyah, terutama dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan yang menjadi ruh peringatan Hari Santri.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan musyawarah bersama untuk membahas berbagai rencana kegiatan dalam rangka Hari Santri Nasional 2025 di tingkat Kecamatan Watulimo. Beberapa pengurus ranting dan lembaga NU menyampaikan usulan serta laporan kegiatan yang telah disiapkan.

Dari Ketua MWC LP. Ma’arif NU Watulimo, Bapak Ahmad Kholik, disampaikan bahwa lembaga pendidikan Ma’arif akan menggelar beberapa kegiatan, di antaranya Festival Tahfidzul Qur’an bil Qalam serta Lomba Jelajah Situs Sejarah Santri Trenggalek (LJS3T).

“Kami dari LP. Ma’arif NU Watulimo siap mendukung penuh semarak Hari Santri dengan kegiatan yang menumbuhkan semangat keilmuan dan kreativitas santri. Melalui Festival Tahfidzul Qur’an bil Qalam dan LJS3T, kita ingin menegaskan bahwa santri bukan hanya pandai dalam agama, tetapi juga unggul dalam ilmu dan seni,” ujar bapak Ahmad Kholik dengan penuh semangat.

Beberapa Pengurus Ranting NU dari berbagai desa juga turut memberikan masukan terkait pelaksanaan pawai santri, lomba hadrah, khatmil Qur’an, hingga istighotsah kubro yang direncanakan akan menjadi acara puncak di tingkat kecamatan.

Rapat berjalan dengan tertib dan penuh musyawarah mufakat. Dari hasil koordinasi dan diskusi, disepakati bahwa peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025 di Kecamatan Watulimo akan dilaksanakan secara terpadu, meriah, dan melibatkan seluruh elemen Nahdlatul Ulama, baik dari unsur MWC, ranting, lembaga, maupun banom.

Menutup kegiatan, Kyai Leif Sulaiman kembali mengingatkan seluruh peserta rapat untuk menjadikan Hari Santri sebagai momentum memperkuat komitmen kebangsaan dan pengabdian kepada umat.

“Santri adalah penjaga moral bangsa. Maka peringatan Hari Santri bukan hanya seremonial, tapi momentum untuk meneguhkan peran kita dalam menjaga keutuhan agama, bangsa, dan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” tegas beliau.

Dengan penuh semangat kebersamaan, rapat diakhiri dengan doa bersama dan kesepakatan tindak lanjut teknis pelaksanaan kegiatan. Semangat Jihad Santri Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia menjadi penutup yang menggema di antara peserta rapat malam itu — menandai kesiapan MWC NU Watulimo dalam menyukseskan Hari Santri Nasional Tahun 2025.

Minggu, 21 September 2025

Naharul Ijtima MWC NU Watulimo di Ngembel Bahas Aset, Wakaf, dan Penguatan Marbot Masjid


Ngembel - 21 September 2025
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Watulimo kembali menggelar pertemuan rutin Naharul Ijtima yang merupakan wadah konsolidasi, koordinasi, sekaligus sarana mempererat ukhuwah nahdliyah antar ranting. Kali ini, kegiatan dipusatkan di Ranting Ngembel, tepatnya di Masjid Al-Hidayah RT. 04 RW. 01 Desa Ngembel, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan, dihadiri oleh segenap jajaran pengurus MWC NU Watulimo, Rais Syuriyah, Ketua Tanfidziyah ranting NU dari beberapa desa, serta para tokoh masyarakat setempat. Dari jajaran ranting, yang hadir meliputi Ranting Ngembel, Watuagung, Pakel, Slawe, Dukuh, Ngrancah, dan Sawahan. Sementara beberapa ranting lain, seperti Karanggandu, Tasikmadu, Prigi, Margomulyo, Gemaharjo, dan Watulimo, tidak dapat hadir dalam kesempatan ini.

Acara diawali dengan pembacaan Tahlil Qashar yang dipimpin oleh Kyai Chalimy Anwar, sebagai bentuk doa bersama untuk para muassis NU dan leluhur yang telah mendahului. Suasana hening penuh kekhusyukan melingkupi jamaah yang hadir.

Setelah itu, sambutan disampaikan oleh Kyai Mukarom, Ketua NU Ranting Ngembel sekaligus tuan rumah kegiatan. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan karena Ranting Ngembel dipercaya menjadi penyelenggara kegiatan penting ini.

“Kami atas nama Ranting Ngembel merasa terhormat menjadi tuan rumah. Semoga forum Naharul Ijtima ini membawa keberkahan, mempererat ukhuwah islamiyah dan ukhuwah nahdliyah, serta mampu menjadi ruang yang produktif dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk kemaslahatan umat,” ujar Kyai Mukarom.


Sambutan berikutnya disampaikan oleh KH. Thohirin, Wakil Ketua Tanfidziyah MWC NU Watulimo, yang hadir mewakili Ketua MWC NU Watulimo, Kyai Leif Sulaiman. Disebutkan bahwa Kyai Leif berhalangan hadir karena tengah melaksanakan takziyah ke salah satu kerabat/mitra kerja.

Dalam penyampaiannya, KH. Thohirin menegaskan bahwa forum rutin seperti Naharul Ijtima adalah salah satu jantung penggerak organisasi NU di tingkat kecamatan.

“Walaupun Ketua MWC, Kyai Leif Sulaiman, tidak dapat hadir karena tengah bertakziyah, beliau berpesan agar forum ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kita hadir di sini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebagai sarana untuk memperkuat barisan NU dan merumuskan program yang menyentuh kebutuhan umat,” jelas KH. Thohirin.

Beliau juga mengingatkan pentingnya sinergi antar ranting agar roda organisasi berjalan seimbang.

“MWC NU Watulimo akan selalu mendukung penuh ikhtiar ranting-ranting dalam menjaga tradisi keagamaan, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat. Tanpa sinergi, mustahil NU bisa kokoh di akar rumput,” imbuhnya.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan sosialisasi dan pembahasan strategis yang dipimpin oleh Kyai Chalimy Anwar. Tema yang diangkat dalam forum ini antara lain inventarisasi aset NU, pendataan marbot masjid NU, dan isu-isu penting seputar wakaf.

Kyai Chalimy dalam paparannya menekankan bahwa aset NU merupakan amanah umat yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Kita harus memiliki data yang valid mengenai aset NU, baik tanah, bangunan, maupun fasilitas lainnya. Tanpa data yang jelas, sulit bagi organisasi untuk melakukan perencanaan jangka panjang. Inventarisasi ini adalah langkah awal menuju tata kelola yang lebih profesional,” tegas beliau.

Lebih lanjut, beliau juga menyinggung pentingnya wakaf sebagai instrumen pemberdayaan umat.

“Wakaf bukan hanya soal harta yang ditinggalkan, melainkan amanah yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan jamaah. NU harus menjadi pelopor dalam mengelola wakaf yang produktif, sehingga umat benar-benar merasakan manfaatnya,” tambahnya.

Tak kalah penting, pendataan marbot masjid NU juga dibahas secara mendalam.

“Marbot adalah garda terdepan dalam menjaga dan merawat rumah Allah. Mereka seringkali luput dari perhatian, padahal peran mereka sangat vital. Dengan pendataan yang baik, kita bisa menyalurkan perhatian, bantuan, bahkan pelatihan yang mendukung peran mulia mereka,” jelas Kyai Chalimy.


Acara ditutup dengan doa yang kemudian diikuti sesi ramah tamah antar pengurus ranting dan MWC. Suasana hangat dan penuh persaudaraan mewarnai pertemuan kali ini. Selain menjadi forum resmi organisasi, Naharul Ijtima juga menjadi ajang mempererat hubungan personal antar kader dan pengurus NU di Kecamatan Watulimo.

Kegiatan rutin ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi warga nahdliyin di tingkat desa. Dengan semakin kuatnya konsolidasi antar ranting, NU Watulimo diyakini mampu menjawab tantangan zaman, menjaga tradisi keislaman ahlussunnah wal jamaah, serta berkhidmat bagi umat, bangsa, dan negara (My).

Senin, 18 Agustus 2025

Naharul Ijtima’ MWC NU Watulimo Berlangsung Khidmat di Hari Kemerdekaan ke-80 RI


Trenggalek, 17 Agustus 2025 — Momentum Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi hari yang penuh makna bagi Nahdlatul Ulama Kecamatan Watulimo. Pada Ahad (17/08), Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Watulimo menggelar Naharul Ijtima’ atau Pertemuan Rutin di Masjid Darus Tsanawi, Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Acara yang diselenggarakan bersamaan dengan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia itu berlangsung penuh kekhidmatan dan kebersamaan. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah MWC NU Watulimo, Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah NU Ranting se-Kecamatan Watulimo, Pengurus Anak Ranting NU se-Desa Karanggandu, serta Takmir Masjid Darus Tsanawi selaku tuan rumah.

Kegiatan dibuka dengan pengantar oleh Murdiyanto, Wakil Sekretaris MWC NU Watulimo. Dalam pengantarnya, ia menekankan pentingnya menjaga tradisi pertemuan rutin sebagai media konsolidasi dan penguatan ukhuwah.

“Naharul Ijtima’ bukan sekadar forum pertemuan, tetapi ruang silaturahim, tabarrukan, sekaligus konsolidasi perjuangan NU di tingkat bawah hingga atas,” ujar Murdiyanto.


Acara dilanjutkan dengan iftitah dan Tahlil Qashar yang dipimpin oleh Kyai Chamily Anwar dari LTMNU Watulimo, guna mengirimkan doa bagi para muassis NU dan para pahlawan bangsa.

Sambutan berikutnya datang dari Shahibul Bait, yaitu Pengurus NU Ranting Karanggandu yang diwakili oleh Kyai Saeroji (Rais Syuriyah Ranting NU Karanggandu) dan Kyai Ahmad Kholik (Wakil Ketua Tanfidziyah Ranting NU Karanggandu).

“Kami merasa bangga Karanggandu menjadi tuan rumah Naharul Ijtima’ di hari kemerdekaan ini. Semoga membawa keberkahan bagi warga dan jamaah NU di desa kami,” tutur Kyai Saeroji.

Puncak acara ditandai dengan sambutan Ketua MWC NU Watulimo, Kyai Leif Sulaiman. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh jajaran pengurus NU untuk mengambil spirit kemerdekaan dalam mengelola organisasi.

“Kemerdekaan ini adalah anugerah Allah yang diperjuangkan dengan darah dan air mata para pejuang bangsa, termasuk para ulama dan santri. Maka, tugas kita sebagai generasi penerus NU adalah melanjutkan perjuangan itu melalui khidmah di jam’iyyah dan masyarakat,” tegasnya.


Beliau juga menyampaikan hasil Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) PCNU Trenggalek terbaru, yang diharapkan menjadi panduan kerja bagi MWC maupun Ranting NU di Watulimo.

Setelah sambutan, acara berlanjut dengan musyawarah bersama yang membahas langkah-langkah strategis organisasi. Beberapa poin penting yang menjadi perhatian antara lain:

  1. Pendataan Aset NU yang disampaikan oleh Kyai Chalimy Anwar, sebagai upaya menjaga dan merawat aset-aset jam’iyyah agar bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan umat.

    “Aset NU harus kita rawat, kita data, dan kita kelola dengan baik. Karena itu adalah amanah jamaah yang harus dijaga demi keberlangsungan perjuangan NU,” ujarnya.

  2. Informasi tentang Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh Nahdlatul Ulama (KBIHU NU) yang disampaikan oleh H. Juwito, memberikan gambaran peran NU dalam membimbing jamaah haji dan umroh dengan manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah.

    “NU hadir bukan hanya di bidang sosial dan pendidikan, tetapi juga dalam bimbingan ibadah haji dan umroh, agar jamaah kita mendapatkan bimbingan yang benar sesuai manhaj Aswaja,” jelasnya.

  3. Informasi Kaderisasi PD-PKPNU berbasis Masjid/Mushola oleh Murdiyanto, yang menekankan pentingnya kaderisasi berjenjang dimulai dari lingkungan ibadah sebagai pusat pembinaan umat.

    “Masjid dan mushola adalah basis pergerakan NU. Maka kaderisasi yang berbasis masjid/mushola akan lebih membumi, berkelanjutan, dan tepat sasaran,” terang Murdiyanto.

  4. Peran NU di Segala Lini Kehidupan disampaikan oleh K.H. Thohirin, yang menegaskan bahwa NU tidak boleh hanya hadir di forum keagamaan, tetapi juga harus memberi kontribusi nyata dalam pendidikan, sosial, ekonomi, dan kebangsaan.

    “NU harus tampil di segala bidang, baik agama, sosial, politik, ekonomi, hingga kebudayaan. Karena NU adalah bagian dari denyut nadi bangsa ini,” tegas beliau.

Musyawarah ini diakhiri dengan doa penutup yang dipanjatkan dengan penuh kekhidmatan, memohon keberkahan, kelancaran program, serta istiqamah dalam perjuangan.


Bersamaan dengan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, kegiatan ini menegaskan bahwa NU selalu hadir mengawal perjalanan bangsa. Spirit kebangsaan dan keagamaan berpadu, menjadikan momentum Naharul Ijtima’ kali ini semakin bermakna.

“NU dan Indonesia adalah satu tarikan nafas, tidak bisa dipisahkan. Sejarah membuktikan, kemerdekaan bangsa ini lahir dari perjuangan ulama dan santri. Maka menjaga NU berarti menjaga NKRI,” ungkap salah seorang peserta musyawarah.

Dengan penuh semangat dan kebersamaan, Naharul Ijtima’ MWC NU Watulimo di Karanggandu menutup rangkaian acara dengan tekad memperkuat khidmah jam’iyyah serta meneguhkan komitmen kebangsaan dalam bingkai peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.



Kontributor : Tim Media MWC NU Watulimo
.

Minggu, 17 Agustus 2025

MWC NU Watulimo: Semangat HUT ke-80 RI Menjadi Momentum Meneguhkan Persatuan dan Kesejahteraan Umat


Watulimo, 17 Agustus 2025 – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Watulimo turut hadir dalam Upacara Detik-Detik Proklamasi Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia yang digelar di Halaman Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, Tasikmadu, Ahad (17/8/2025).

Hadir mewakili Ketua MWC NU Watulimo, bapak Murdiyanto selaku Wakil Sekretaris MWC NU, bersama perwakilan Banom NU yaitu GP Ansor, Banser, Fatayat NU, dan IPSNU Pagar Nusa. Kehadiran NU dan banomnya dalam momentum bersejarah ini menunjukkan komitmen NU dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus mengawal nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya dikonfirmasi terpisah seusai upacara bendera, Murdiyanto menyampaikan bahwa HUT ke-80 Republik Indonesia dengan tema "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju" harus dimaknai lebih dari sekadar upacara seremonial.

“Kemerdekaan ini bukan hanya warisan, tetapi amanah yang harus kita rawat bersama. NU sejak awal berdiri selalu menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan bangsa. Momentum hari ini mengingatkan kita semua agar terus bersatu, berdaulat, dan membawa kesejahteraan bagi rakyat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peran NU di tingkat lokal sangat penting untuk menguatkan persaudaraan dan gotong royong.

“MWC NU Watulimo bersama seluruh Banom akan terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kerukunan, memberdayakan umat, serta menebarkan ajaran Islam yang damai dan toleran,” imbuhnya.


Dalam kesempatan yang sama, Murdiyanto juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai energi baru dalam membangun Indonesia, khususnya di Kecamatan Watulimo.

“Tema tahun ini jelas menggugah kita: bersatu, berdaulat, rakyat sejahtera, Indonesia maju. Mari kita buktikan semangat ini dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, maupun sosial keagamaan,” pungkasnya.

Upacara di PPN Prigi berlangsung khidmat dan diikuti oleh Anggota DPRD Kabupaten Trenggalek dari Kecamatan Watulimo, Forkopimcam, TNI-Polri, Kepala Desa se-Kecamatan Watulimo, Kepala Instansi, Organisasi Masyarakat, Komunitas, Perguruan Pencak Silat, Perbankan, hingga organisasi perempuan. Kehadiran NU bersama banomnya memperkuat makna kebersamaan dan sinergi lintas elemen demi Indonesia yang semakin maju dan sejahtera.



Kontributor : Tim Media MWC NU Watulimo 

Kamis, 14 Agustus 2025

Susunan Pengurus PWNU Jatim Masa Khidmad 2024-2029


Komposisi dan Personalia PWNU Jatim 2024-2029
Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 
Nomor: 2350/PB.01/A.II.01.44/99/09/2024 

MUSTASYAR 
KH. Nurul Huda Jazuli 
KH. Miftachul Akhyar 
KH. Anwar Iskandar 
KH. Ubaidillah Faqih
​​​​​​​KH. Mudatstsir Badruddin 
KH. Fuad Nur Hasan​​​​​​​
KH. Zuhri Zaini​​​​​​​
KH. Abdul Ghofur​​​​​​​
KH. Idris Hamid 
RKH. Cholil As’ad Syamsul Arifin 
KH. Abdullah Kafabihi Mahrus​​​​​​​
KH. Muhammad Faishol Anwar 
Prof. Dr. KH. Muhammad Nuh, DEA. 
KH. Mas Mansur Tholhah AS. 
KH. Chusain Ilyas​​​​​​​
KH. Masduqi Abdurrahman Al-Hafidz​​​​​​​
KH. Cholil Dahlan​​​​​​​
Prof. Dr. KH. M. Ridwan Nasir, M.A. 
KH. Irfan Yusuf Hasyim​​​​​​​
KH. Abdus Sami’ Hasyim​​​​​​​
Nyai Hj. Mundjidah Wahab
​​​​​​​Nyai Hj. Mutammimah Hasyim Muzadi
​​​​​​​KH. Hammad Al-Alim Dimyathi At-Turmusi​​​​​​​
KH. Abdul Muqsith Idris​​​​​​​
KH. Athoillah Sholahuddin Anwar 

SYURIYAH 
Rais: KH. Anwar Manshur​​​​​​​
Wakil Rais: KH. Abd Matin Djawahir​​​​​​​
Wakil Rais: KH. Moh Hasan Mutawakkil Alallah, SH., MM. 
Wakil Rais: KH. Agoes Ali Masyhuri​​​​​​​
Wakil Rais: KH. Abdul Adzim Kholili​​​​​​​
Wakil Rais: Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si. 
Wakil Rais: KH. Hadi Muhammad Mahfudz 
Wakil Rais: KH. Ahmad Azaim Ibrahimy Dhofir, M.HI. 
Wakil Rais: Drs. KH. A. Jazuli Nur, Lc. 
Wakil Rais: KH. Husnan Dimyati 
Wakil Rais: KH. Mustaqim Basyari 
Wakil Rais: Dr. KH. Romadlon Chotib, M.H. 
Wakil Rais: Habib Achmad Edrus Al-Habsyi 
Wakil Rais: KH. Ahmad Khoir Zad Maddah​​​​​​​​​​​​​​

Katib: Drs. H. Ahsanul Haq, M.Pd.I. 
Wakil Katib: KH. Mughits Al-Iroqi​​​​​​​
Wakil Katib: KH. Mas Cholil Nawawi 
Wakil Katib: Dr. Abdullah Sodiq, M.Pd. 
Wakil Katib: KH. Sholeh Hayat, SH. 
Wakil Katib: KH. Mohammad Shofiyullah​​​​​​​
Wakil Katib: Dr. Misbahul Munir, SH., M.Ag. 
Wakil Katib: KH. Mohammad Yahya Badrus Sholeh SH. 
Wakil Katib: KH. M Adibussholeh Anwar 
Wakil Katib: KH. Iffatul Lathoif Zainuddin 
Wakil Katib: KH. Ahmad Faris Idrisa, S.E. 
Wakil Katib: KH. Ishari Shofwan., M.Pd.I. 
Wakil Katib: Dr. H. Ilhamullah Sumarkan, M.Ag. 
Wakil Katib: KH. Muadz Harist Dimyathi 

A’WAN 
KH. Muzakky Syah 
KH. Abdul Muchid Murtadlo
​​​​​​​KH. Syafiuddin Abdul Wahid 
KH. Zidni Ilman Nafi’a​​​​​​​
KH. Fahruddin Aschal 
KH. Maimun Syafii​​​​​​​
Prof. Dr. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd. 
H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., Ph.D. 
H. Muhammad Sarmuji, SE., M.Si. 
Hj. Lita Machfud Arifin 
Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I. 
KH. Fuad Anwar​​​​​​​
Prof. Dr. H. M Zainuddin, MA. 
Prof. Dr. H Hefni, M.Ag. 
Prof. Dr. H Nurhasan, M.Kes. 
Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D. 
Prof. Dr. Abdul Aziz, M.Ag. 
KH. Ach Fadlail, MH. 
Prof. Dr. M. Hadi Subhan
​​​​​​​Prof. Dr. H. Abdul Kholid 
Prof. Dr. H. Mas’ud Said, M.Si. 
KH. Abdul Malik, M.Fil.I. 
KH. Muhammad Ismail Al-Ascholy
​​​​​​​Dr. KH. Isyroqunnajah​​​​​​​
KH. A. Panji Taufiq​​​​​​​
Dr. H. A. Muhyiddin Khotib 
KH. Masduqi Thoha 
KH. Ahmad Damanhuri​​​​​​​
KH. Sutrisno, S.HI., M.M. 
H. Nur Hidayat 
H. Saiful Munir, SH., M.Kn. 
Drs. H. Imam Ma’ruf​​​​​​​
Dr. H. Abdul Wadud Nafis, Lc., M.E.I. 
Dr. H. Ma’ruf Syah, M.H. 
Drs. H. Abdul Mujib Syadzili, M.Si. 

TANFIDZIYAH 
Ketua: KH. Kikin A Hakim 
Wakil Ketua: KH. Muh Balya Firjaun Barlaman 
Wakil Ketua: Prof. Akh Muzakki, M.Ag., Grad Dip SEA., M.Phil., Ph.D. 
Wakil Ketua: KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag. 
Wakil Ketua: Drs. H. Taufiq Djalil, M.M. 
Wakil Ketua: Dr. H. Noor Shodiq Askandar, SE., M.M. 
Wakil Ketua: KH. Taufik, M.Pd.I. 
Wakil Ketua: Dr. dr. Muhammad S Niam, M.Kes., Sp.B., Subsp.BD(K) 
Wakil Ketua: H. Ahmad Hakim Jayli, M.Si. 
Wakil Ketua: Prof. Dr. H. Kacung Marijan, Ph.D. 
Wakil Ketua: Prof. Dr. H. Maskuri Bakri, M.Si. 
Wakil Ketua: Prof. Dr. H. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum., CSSL. 
Wakil Ketua: Dr. H. Mustain, M.Ag. 

Sekretaris: Ir. H. Muhammad Faqih, MSA., Ph.D. 
Wakil Sekretaris: Dr. KH. M Wafiyul Ahdi, M.Pd.I. 
Wakil Sekretaris: Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E., M.M. 
Wakil Sekretaris: Haikal Atiq Zamzami, S.Pd.I. 
Wakil Sekretaris: H. Ahmad Fahruddin, S.Si. 
Wakil Sekretaris: Drs. H. Fatchul Aziz, MA. 
Wakil Sekretaris: Prof. Dr. HM Noor Harisuddin, S.Ag., SH., M.Fil.I., CLA, CWC. 
Wakil Sekretaris: dr. R. Hardadi Airlangga, Sp.PD., CMC., CCD. 
Wakil Sekretaris: H. Edy M Ya’qub​​​​​​​
Wakil Sekretaris: Dr. H. M Idham Kholid, SH., MH. 
Wakil Sekretaris: Dr. H. Alfian Futuhul Hadi​​​​​​​
Wakil Sekretaris: Dr. Ir. Muhammad Koderi, ST., MT. 
Wakil Sekretaris: Dr. H. Moh Nurul Huda​​​​​​​
Wakil Sekretaris: H. Muhammad Taufik, S.E. 

Bendahara: H. Yoke Candra Katon, S.T., M.M., CPM. 
Wakil Bendahara: Ir. H. Yahya Taufik Alhabsyi​​​​​​​
Wakil Bendahara: Fauzi Priambodo, M.Medkom 
Wakil Bendahara: H. Rasidi, M.IQ 
Wakil Bendahara: H. Yusuf Adnan, S.Kom., M.M., MBA. 
Wakil Bendahara: KH. Romo Ahmad Suroso


Sumber: NU Jatim 

Minggu, 06 Maret 2022

Peringatan Harlah NU di Watulimo; Sebagai Sarana Untuk Meningkatkan Kualitas Pengurus dan Kader NU dalam Khidmah di Organisasi


NUWAGA Online – Blimbing (6/3/2022) Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Watulimo menggelar Peringatan Hari Lahir Ke-99 Nahdlatul Ulama. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Hidayaturrohman yang beralamat di Dukuh Blimbing Desa Watulimo Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.

.

Pada kegiatan kali ini, MWC NU Watulimo melaksanakan Peringatan Harlah NU beda dari peringatan sebelumnya. Dimana acaranya dikemas dalam bentuk 3 in 1, yaitu tiga moment/event dalam satu acara/kegiatan yang meliputi peringatan Harlah NU, Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW dan Megengan Kubro.


Peringatan Harlah NU tersebut oleh MWC NU Watulimo diisi dengan Doa Bersama (Dzikir Bersama) yang dipimpin oleh Bapak KH. Suryani (Rais Syuriyah MWC NU Watulimo) dan dilanjutkan dengan Sambutan oleh Ketua Tanfidziyah, yaitu Bapak Kyai Leif Sulaiman, M.Pd. Dalam sambutannya bapak leif menyampaikan beberapa poin penting diantaranya bahwa Pengurus NU harus memiliki jiwa dan semangat untuk berkhidmah di organisasi sebagai Kader militan. Kader yang tidak gampang mutungan dan harus selalu berinovasi untuk menjadikan Jam’iyyah dari hari ke hari semakin lebih baik dan bermanfaat untuk umat.

.

“Kader NU harus optimis dalam segala hal, tidak gampang mutungan dan berupaya untuk menjadikan diri pribadi dan organisasi semakin lebih baik, lebih professional dan lebih bermanfaat untuk umat” begitu terangnya.


Ketua MWC yang kesehariannya berprofesi sebagai ASN dan pimpinan disalah satu Sekolah di Kabupaten Trenggalek tersebut tidak bosan-bosannya untuk menyemangati para pengurus NU dan Banom NU untuk semakin berbenah diri. Kualitas Pengurus harus selalu diupgrade, agar mampu menyesuaikan dengan kebutuhan zaman mengingat saat ini eranya teknologi digital yang mau tidak mau segenap jajaran pengurus harus beradaptasi dengan hal tersebut.

.

Dilain hal, Ketua MWC juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pengurus Ranting NU, Pimpinan Lembaga MWC, dan Pimpinan Banom NU yang selalu berinovasi untuk menjadikan organisasi semakin lebih baik dan lebih kreatif dalam karya dan kegiatan.

.

Puncak acara Harlah NU dan Peringatan Isro’ Mi’roj diisi dengan ceramah agama oleh bapak Drs. KH. Imam Musaji, selaku wakil Rais Syuriyah MWC NU Watulimo. Beliau menyampaikan tentang Hikmah Isro’ Mi’roj dan relevansinya dalam berorganisasi di Nahdlatul Ulama. Sebagai kader dan pengurus NU, kita harus mencontoh kepada pemimpin Dunia dan Akhirat yaitu Baginda Nabi Muhammad SAW, karena hanya beliaulah Manusia yang paling sempurna dan terjaga dari dosa (ma’shum).


“Sebagai Kader/Pengurus NU kita harus dan wajib meneladani pemimpin kita, yaitu Baginda Rasululloh SAW, kita wajib melaksanakan syariat yang beliau sampaikan kepada umatnya yaitu ajaran Islam Ahlussunnah waljamaah” begitu dawuhnya.

.

Hadir pada kegiatan peringatan Harlah NU, Isro’ Mi’roj dan Megengan Kubro antara lain; segenap jajaran Pengurus MWC NU Watulimo, Pengurus Ranting NU se-Kec. Watulimo, Banom NU tingkat PAC meliputi : Pengurus PAC GP. Ansor dan Satkoryon Banser Watulimo, Pengurus PAC Muslimat NU, PAC Fatayat NU, PAC IPNU-IPPNU dan Ketua PAC IPSNU Pagar Nusa Kecamatan Watulimo.

.

Alhamdulillah, secara keseluruhan kegiatan yang dipandu oleh sahabat Murdiyanto (Ketua PAC GP. Ansor Watulimo) tersebut telah terlaksana dengan baik, lancar, aman dan sukses dengan harapan semoga membawa kemanfaatan dan keberkahan untuk semuanya. Aamiin (MY)


Kontributor : Myanto

Fotografer : Fahmi NH

Jumat, 04 Maret 2022

MKNU dan PKPNU Dilebur Jadi Satu, Dikelola Lakpesdam


Palembang - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan kembali bahwa pengaderan dalam Nahdlatul Ulama akan menggunakan satu pintu atau satu sistem.

Dua pengaderan yang ada selama yakni Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) dan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) akan dilebur menjadi satu.

“Hanya akan ada satu sistem kaderisasi,” tegasnya saat acara Silaturahmi dengan pengurus wilayah dan pengurus cabang Nahdlatul Ulama se-Sumatera dalam rangka Harlah Ke-99 NU wilayah barat di Komplek Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (3/3/2022).

Kaderisasi ini lanjutnya, tidak akan lagi dikelola oleh tim adhoc atau panitia yang dibentuk oleh PBNU. Namun kaderisasi yang namanya nanti akan diputuskan dalam waktu dekat akan dikelola atau berada di bawah Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam).

“Kaderisasi akan berada dalam pengelolaan Lakpesdam karena kaderisasi masuk dalam pengembangan sumberdaya manusia,” jelasnya. Peleburan MKNU dan PKPNU ini juga lanjut Gus Yahya akan dibarengi dengan penataan materi kaderisasi agar lebih terarah.

“Jangan cuma melatih kader agar memiliki semangat tinggi meluap-luap saja, tapi tidak tahu apa yang harus dikerjakan,” ungkapnya.

Kaderisasi ini harus dikonsolidasikan dengan baik dan memiliki kurikulum yang fokus sehingga mampu mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh Nahdlatul Ulama.

Kaderisasi yang terintegrasi dan solid ini juga diharapkannya mampu mewujudkan transformasi yang membangun gerakan ke arah yang lebih baik.

Sementara Wakil Ketua PBNU H Nusron Wahid yang menjadi moderator pada kesempatan tersebut menambahkan bahwa di akhir bulan ini, ditargetkan kepengurusan Lakpesdam sudah terbentuk.  

Dalam waktu dua minggu diprogramkan akan menyempurnakan dan menyolidkan kurikulum.

Sehingga dalam dua bulan ke depan atau setelah Idul Fitri tahun ini kaderisasi format baru sudah bisa dilaksanakan dan tidak ada lagi dualisme kaderisasi.

Sebagai tambahan informasi, pada tanggal 9 Maret 2022, PBNU bakal mengadakan rapat gabungan pengurus yang akan membentuk kepengurusan lembaga.

Ada 18 lembaga dengan bidangnya masing-masing yang akan dibentuk PBNU untuk menjalankan program dari kebijakan organisasi.  

Lembaga ini sampai sekarang belum dibentuk karena PBNU sedang menyusun program dan grand design yang nantinya akan dijalankan oleh pengurus lembaga.


Sumber : NU Online

Kamis, 03 Maret 2022

Respons Pernyataan Menag soal Toa, Ansor Jatim: Ada Manipulasi Informasi


NU Online Watulimo - Pernyataan Menteri Agama (Menag) H Yaqut Cholil Qoumas tentang aturan pengeras suara memancing respons banyak pihak. Disinyalir pernyataan tersebut ada yang dipelintir oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu, Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jatim turut bersuara dan bersikap.


Ketua PW GP Ansor Jatim HM Syafiq Syauqi memberikan beberapa pandangan dan analisa atas pernyataan Menag RI yang kini jadi polemik banyak pihak. Secara tegas, pihaknya mengingatkan kepada semua pihak untuk bersama-sama mewaspadai pola gerakan framing media dengan gaya lama tersebut.


“Ini merupakan gerakan lama dan pelaku yang sama yang kembali membuat gaduh dengan melakukan framing di media,” ujar Gus Syafiq dalam keterangan yang diterima awak media, Jum’at (25/02/2022).


Menurut Gus Syafiq, framing media dengan teknik propaganda dan manipulasi informasi tersebut masih menjadi pilihan mereka dalam upaya membuat kegaduhan yang sistematis untuk mengganggu stabilitas nasional.


"Tantangan dalam era disrupsi informasi saat ini adalah pola-pola gerakan framing media dengan teknik propaganda dan manipulasi informasi yang menyesatkan publik. Ini yang sedang mereka lakukan dengan memotong beberapa pernyataan dari Menteri Agama," jelasnya.


"Framing ini jelas teknik manipulasi informasi yang ditujukan memancing sisi emosional umat Islam dengan membenturkan sesuatu yang sakral dengan hal yang tabu. Ini pola lama yang coba mereka lakukan lagi," tambahnya.


Ia menambahkan, senyatanya framing bukanlah sebuah kebohongan. Namun, pembelokan fakta secara halus tersebut justru merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Maka dari itu, dirinya meminta masyarakat dapat bersikap cerdas dan memahami secara utuh hal-hal yang disampaikan Menag RI.


“Mereka itu membelokkan fakta. Caranya dengan memilih sudut pandang yang berbeda, kemudian memotong dan mengambil diksi lain dengan membenturkan antara adzan dengan suara anjing," tegas Gus Syafiq.


Padahal menurut kajiannya, tidak ada kata membandingkan atau mempersamakan antara adzan atau suara yang timbul dari pengeras suara masjid dengan lolongan anjing. Menurutnya, Menag RI justru mempersilahkan, bahkan mengajak umat Islam untuk menggunakan pengeras suara sebagai syiar dakwah dan berbagai keperluan masyarakat lainnya.


“Tentu, hal tersebut sesuai dengan aturan yang dicanangkan untuk kemaslahatan Bersama,” imbuh Gus Syafiq.


Dirinya menegaskan, bahwa yang disampaikan Menag RI adalah memberikan banyak contoh tentang sumber kebisingan di tengah masyarakat yang faktual. Berbagai contoh kebisingan itu, menurut Gus Syafiq, membuat Menag RI mengambil benang merah bahwa suara-suara itu harus diatur supaya tidak menjadi gangguan kalangan tertentu.


Menurutnya, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur jauh hari pada tahun 1982 telah menulis tentang ‘Islam Kaset dan Kebisingan Sosial’. Hal tersebut menurutnya, justru bentuk sikap yang memiliki persamaan dengan yang disampaikan oleh Menag RI.


“Itu karena kita semua menjunjung tinggi kaidah Dar'ul Mafashid Muqaddamun ‘ala Jalbil Mashalih. Mencegah kemudharatan itu harus menjadi skala prioritas di atas mengambil kemaslahatan. Saya kira cukupkan gerakan framing ini dan sudahi," pungkasnya.



Sumber : Jatim NU.OR.ID

Minggu, 27 Februari 2022

Perkuat Civil Society, NU Terbuka Menerima Kritik dari Kalangan Pers


SURABAYA — Kekuatan Civil Society di Indonesia mendapat penopang yang kuat untuk menggerakkan fungsinya atas dukungan media massa. Kerja pers yang sehat dan profesional menjadikan posisi tawar Civil Society dan negara semakin kuat, dalam menyuarakan fakta dan kebenaran di tengah masyarakat yang terus berubah.

“NU sebagai Civil Society sudah lazim mengajak kerja sama dengan media massa dan kalangan pers. Karenanya, kolaborasi dengan pengambil kebijakan di institusi media yang dikelola secara profesional akan menjadikan kekuatan tersendiri bagi kemajuan bersama,” tutur Prof DR KH Abd A’la Basyir, Ketua Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-99 NU dalam keterangan Jumat, 25 Februari 2022.

Guru Besar UIN Sunan Ampel yang juga Rais Syuriah PBNU menegaskan, sebagai kekuatan Civil Society NU bersama-sama pers mempunyai tanggung jawab sosial dan moral, untuk melakukan pembelaan terhadap masyarakat secara luas.

“Apalagi, keberadaan media massa selalu berjalan seiring dengan perkembangan masyarakat. Sejak perjalanan bangsa Indonesia sebelum kemerdekaan, media massa berfungsi untuk melakukan kesadaran akan kebangsaan dan perubahan-perubahan ke arah perbaikan masyarakat,” tutur Prof KH Abd. A’la, yang .

Prof. Abd. A’la, yang juga Pengasuh Pesantren An-Nuqoyyah Guluk-Guluk Sumenep, menyampaikan pesan pengantar dalam Forum Group Discussion (FGD) Nahdlatul Ulama dan Forum Pemimpin Redaksi Jawa Timur, digelar di ruang utama kantor PWNU Jawa Timur di Surabaya, Kamis 24 Februari 2022.

Dihadiri lebih dari 40 Pemimpin Redaksi (Pemred) media-media di Jawa Timur, baik media cetak, media elektronika dan media berita online. Mulai dari Jawa Pos, Kompas, Kantor Berita Antara, Duta Masyarakat, SindoNews, Surya, dll. Sedang televisi di antaranya, TV9, JTV, KompasTV, MaduTV, CNN, TVOne, dll.

Siap Menerima Kritik Pers

FGD NU dan Forum Pemred Jawa Timur, juga dihadiri KH Abdus Salam Shohib, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur, yang secara intens mendengar masukan dan kritik dari para wartawan senior. Di antara dari media berita online, beritajatim.com, ngopibareng.id, Duta.co, dll. Tak ketinggal, Pemred Majalah Joyoboyo dan Panjebar Semangat menyampaikan kritiknya.

Sedang utusan dari organisasi profesi, ada Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Masyarakat Siber Indonesia (AMSI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (ITJI).

Pada kesempatan FGD yang dipandu Riadi Ngasiran, disampaikan pesan-pesan soal program NU ke depan oleh Hakim Jayli, CEO TV9, yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur dan Sekretaris PWNU Jatim Dr Muhammad Hasan Ubaidillah.

Sementara itu, KH Abdus Salam Shohib didampingi Wakil Katib PWNU Jatim KH Sholeh Hayat, memberikan penjelasan, menjelang satu abad, tantangan yang dihadapi NU semakin kompleks. Tidak hanya terkait keumatan namun juga bagaimana respons NU terhadap perkembangan zaman.

Menurut Gus Salam, panggilan akrab Pengasuh Pesantren Manbaul Maarif Denanyar Jombang, NU harus menyikapi dengan bijak dunia digital. Karena dengan sikap bijak itu, jam’iyyah ini tidak akan ketinggalan juga tidak boleh menggadaikan nilai-nilai utama yang dimiliki.

“Seorang yang bijak dan cerdas itu akan mengikuti perkembangan zaman dan akan bersikap sesuai kebutuhan zaman dengan tidak menggadaikan nilai-nilai fundamental seperti akhlak dan norma-norma.

“Namun kita bisa menyesuaikan cara dan desainnya dengan massif di media sosial dan menggunakan platform digital. Karena jika tidak mengikuti zaman, dakwah yang kita tidak sampai di masyarakat,” katanya.

Dalam acara Forum Grup Discussion (FGD) Pemimpin Redaksi se-Jawa Timur itu, Gus Salam juga mengungkapkan ada beberapa masukan yang diberikan para awak media kepada NU.

“Ada banyak masukan dari awak media kepada NU, diantaranya adalah digitalisasi di berbagai hal dan konsentrasi NU dalam kehadiran media di persoalan umat,” ujar Gus Salam, cucu pendiri NU KH Bisri Syansuri.

Kritik-Masukan Selaras Fokus PWNU

Gus Salam memaparkan bahwa sebenarnya masukan-masukan tersebut selaras dengan fokus utama PWNU Jatim.

“Ini sebenarnya sama dengan fokus kita menjelang satu abad ini. Salah satunya yang paling kita inginkan adalah orientasi pelayanan umat yang maksimal. Makanya ada panca harakah yg disitu ada fasilitas kesehatan, BMT, literasi digital, pendidikan, dan pengkaderan. Itulah bentuk pelayanan NU kepada umat,” tutur Gus Salam.

Menjelang FGD ini berakhir, Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, berkesempatan menyampaikan tanggapan dan sekaligus menutup dengan doa.

“Pada dasarnya, kami siap menerima kritik. Asalkan, media dan kalangan pers bekerja profesional dalam menyampaikan fakta,” pesan Marzuki Mustamar, yang Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad Gasek Kota Malang. (*)


Sumber : PWNU Jatim

Jumat, 25 Februari 2022

Konfernas Digelar 23 Juli, Rois Am PBNU Harapkan Aksi Nyata HPN Gerakkan Ekonomi Nahdliyin


Jakarta — Rois Am Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftahul Akhyar meminta Himpunan Pengusaha Nahdliyin atau HPN menjadi motor penggerak ekonomi kaum nahdliyin melalui berbagai aktivitas bisnis dalam rangka membangun Industri Kecil Menengah yang merupakan basis warga NU. Forum permusyawaratan Konferensi Nasional (Konfernas) HPN yang akan digelar pada 23 Juli 2022 mendatang harus mampu merumuskan program konkrit, positioning dan sinergi antar kaum Nahdliyin yang harus dijalankan HPN demi membangun gerakan ekonomi umat. Hal ini disampaikan oleh Rois Am PBNU saat menerima kunjungan Ketua Umum DPP HPN, Ir Abdul Kholik di Jakarta, Rabu (23/2) malam.

Lebih lanjut Kiai Miftah menekankan adanya aksi nyata dalam menentukan program ekonomi dan bisnis tidak hanya menumpuk dokumen nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tanpa ada realisasi yang bisa langsung dirasakan kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM) warga NU di bawah. “Rancang dan rumuskan segera, koordinasikan dan laporkan ke Ketua Umum PBNU karena kebijakan ekonomi sedang disusun oleh jajaran pengurus tanfidziyah,” jelasnya.

Sebelumnya, Abdul Kholik menyampaikan laporan kepada Rois Am seputar sejarah pendirian HPN sebagai asosiasi para pengusaha penerus gerakan Nahdlatut Tujjar yang digagas KH Wahab Chasbullah pada 1918. Disampaikan juga posisi legal HPN sebagai asosiasi yang didirikan oleh para masyayikh dan syuriyah PBNU, diantaranya Almarhum KH Sahal Mahfudz, KH Mustofa Bisri, KH Said Aqil Siroj, KH As’ad Said Ali dan KH Agoes Ali Masyhuri. Hingga kini HPN berkembang cukup menggemberikan di 28 provinsi dan 150 Kabupaten/Kota dengan sekitar 2 juta anggota pengusaha di seluruh Indonesia. “Kami laporkan juga tentang ukhuwah dan transaksi bisnis antar anggota HPN yang sudah mulai terjalin,” Imbuh founder dan CEO Azet Surya, slaah satu perusahaan energi Solar Cell pertama di Indonesia ini.

Kholik juga melaporkan program digital end to end yang sedang dijalankan saat ini, dan bukan hanya aplikasi, demi mewadahi kebutuhan ekonomi digital nahdliyin dan mendorong pengusaha HPN menjadi terdepan di teknologi digital. “Salah satunya, program kemitraan pembangunan infrastruktur internet cepat berteknologi 5G yang sedang dijalankan HPN bersama mitra yang diharapkan akan menjadi bisnis digital terdepan untuk para usahawan HPN,” tegasnya.

Kholik juga menjelaskan mundurnya Konfernas yang semula dijadwalkan 22 Pebruari karena tingginya kembali kasus covid19, termasuk Yogyakarta yang akan menjadi lokasi permusyawaratan, sekaligus mengundang Rois Am dan jajaran pimpinan PBNU pada perhelatan konfernas yang akan digelar pada 23 Juli 2022 mendatang.

Kepada Kholik, Rois Am PBNU memaklumi pengunduran karena alasam Covid19 tersebut sebagaimana Muktamar NU juga diundur satu tahun demi keselamatan bersama. Lebih lanjut, Rois Am mengingatkan HPN sebagai organisasi pengusaha untuk tidak terlalu tajam dalam persaingan di Konferensi sebagaimana terjadi di dunia politik, dan hendaknya mendahulukan membangun silaturahmi (*)


Sumber : PWNU Jatim

Minggu, 20 Februari 2022

Aplikasi NU Rilis Fitur-Fitur Baru untuk Sambut Ramadhan


Jakarta — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui media resminya, NU Online, telah meluncurkan sejumlah fitur tambahan dalam aplikasi berbasis Android dan iOS yang bernama NU Online Super App. Berbagai penyempurnaan dari sisi konten dan teknologi dilakukan guna menyongsong bulan suci Ramadhan.

“PBNU ingin aplikasi NU Online terus berkembang dan semakin relevan dengan kebutuhan muslim di Indonesia, bahkan dunia. Ini adalah bagian dari komitmen PBNU periode sekarang untuk meningkatkan perannya di ruang digital,” kata Ketua PBNU Mohamad Syafi Alielha (Savic Ali), Sabtu (19/2/2022).

Ia mengajak umat Islam memanfaatkan teknologi ini dengan sebaik-baiknya. Platform digital yang mengangkat jargon “Aplikasi Keislaman Terlengkap” ini bisa diinstal di Play Store maupun App Store (nu.or.id/superapp).

NU Online Super App yang diluncurkan secara resmi oleh PBNU pada 27 Februari 2021 harlah NU 16 Rajab 1442 H) kini memiliki sedikitnya 16 fitur andalan, mulai dari Al-Qur’an, Doa & Wirid, Maulid, Kompas Kiblat, Kalender Hijriah, Tutorial Ibadah, hingga Tasbih Digital dan Kalkulator Zakat. Untuk meningkatkan layanan keagamaan selama Ramadhan 1443 H, NU Online Super App merilis fitur baru, yakni Ramadhan dan Ziarah serta penambahan sejumlah fungsi pada fitur-fitur lama agar kian memudahkan pengguna selama menunaikan ibadah di bulan suci.

Koordinator Program Pengembangan NU Online Super App Mahbib Khoiron menjelaskan, fitur Ramadhan yang tahun kemarin menemani bulan puasa warganet juga bakal tampil lagi dengan isi dan tampilan yang lebih segar. Menu-menu yang disajikan dalam fitur ini menyangkut rutinitas ibadah selama bulan suci, mulai dari niat puasa, doa berbuka, bacaan Lailatul Qadar, sampai tutorial shalat tarawih dan witir lengkap dengan doa dan wirid sesudahnya. Fitur ini juga diperkaya dengan kumpulan khutbah Jumat bertema Ramadhan, panduan teknis pelaksanaan zakat fitrah, takbiran, shalat Id, serta kompilasi khutbah Idul Fitri dalam aneka judul.

Sementara pada fitur Ziarah disuguhkan titik-titik lokasi makam dan tapak tilas ulama atau tokoh dari berbagai penjuru Indonesia. Selain Google Map, fitur ini juga dilengkapi kolom biografi singkat, tempat dan waktu kelahiran/kewafatan, serta artikel atau video terkait dengan itu. “Penambahan daftar lokasi ziarah akan diperbaharui terus sehingga publik akan mendapatkan panduan berziarah secara lebih lengkap,” kata Mahbib.

Pada fitur Jadwal Shalat, ada pula beberapa penambahan fungsi. Salah satunya, pengguna dari seluruh penjuru Tanah Air nanti bisa membagikan jadwal imsakiyah harian atau bulanan dalam format PDF. Jadwal shalat dihitung secara otomatis sesuai koordinat lokasi pengguna, berdasarkan penghitungan Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (Subuh -20°, Isya -18°, ihtiyat +2 menit). Ini bisa menjadi panduan awal yang akurasinya dapat diselaraskan dan dikuatkan lagi dengan hasil penghitungan Lembaga Falakiyah NU di tingkat lokal masing-masing.

Aplikasi ini terintegrasi dengan saluran YouTube NU Online yang menayangkan beragam konten: tutorial ibadah, wawancara eksklusif, shalawat, film pendek, kajian kitab kuning, dan lain-lain; juga terkoneksi dengan situs web NU Online yang memuat lebih dari
ribuan artikel keislaman.

“Lebih dari sekadar aplikasi ibadah, NU Online Super App berkomitmen hadir sebagai aplikasi belajar Islam yang otoritatif, agar kaum muslimin di mana saja secara mudah mengakses pengetahuan keislaman dari sumber-sumber yang kredibel,” tutur Mahbib.

Perhatikan Sumber Belajar Agama

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf secara terpisah mengatakan, teknologi informasi merupakan elemen yang sangat penting dalam strategi dakwah dewasa ini. Apalagi kini teknologi sering menjadi perangkat yang amat mempengaruhi jalan pikiran banyak orang.

Pria yang akrab disapa Gus Yahya ini mengingatkan bahwa NU merupakan organisasi yang bertugas sebagai pembawa ilmu dari para ulama.

“Ilmu yang kita unduh dari para ulama ini adalah agama, maka kita betul-betul harus hati-hati dari mana kita mengambil agama kita ini,” ungkap kiai yang pernah menempuh pendidikan agama di Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta, pada 1979-1994 itu.

Gus Yahya mengapresiasi peran NU Online sebagai pintu yang mu’tabar (kredibel) bagi peselancar dunia maya yang ingin belajar Islam. Ia mendorong NU Online terus meningkatkan kiprahnya sebagai pusat layanan informasi keagamaan di Indonesia, yang berkualitas tinggi dan memperhatikan sanad keilmuan para ulama. [*]


Sumber : PWNU Jatim