Jumat, 03 Oktober 2025

MWC NU Watulimo Gelar Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Persiapan Hari Santri Nasional 2025: Perkuat Sinergi Antar Lembaga dan Banom NU


Watulimo, TrenggalekDalam rangka menyambut dan mempersiapkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Watulimo menggelar Rapat Koordinasi dan Konsolidasi di Masjid Hidayaturrohman, Dusun Blimbing, Desa Watulimo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, pada Jum’at (03/10/2025).

Kegiatan yang dimulai setelah shalat Jum'at tersebut dihadiri oleh Jajaran Pengurus MWC NU Watulimo, Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Watulimo, serta Lembaga dan Badan Otonom (Banom) NU tingkat MWC. Suasana keakraban dan semangat ukhuwah Nahdliyah tampak mewarnai jalannya rapat yang berlangsung penuh semangat dan rasa tanggung jawab.

Acara dibuka oleh bapak Murdiyanto, Wakil Sekretaris MWC NU Watulimo, yang bertindak sebagai pembawa acara sekaligus moderator. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya momentum Hari Santri sebagai wujud rasa syukur, penghargaan, dan komitmen warga Nahdliyin terhadap perjuangan para ulama dan santri dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Hari Santri bukan hanya acara seremonial, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan dan pengabdian santri terhadap agama, bangsa, dan masyarakat,” ujar Murdiyanto dalam sambutannya.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan iftitah yang dipimpin oleh Bapak Kyai Chalimy Anwar dari Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU). Beliau menekankan pentingnya keikhlasan dalam berkhidmah melalui NU, serta mengajak seluruh peserta rapat untuk meluruskan niat dalam setiap langkah perjuangan.

“Kita berkumpul malam ini bukan sekadar membahas acara, tapi juga memperbarui niat kita untuk berkhidmah lillahi ta’ala. Jika semua dilakukan dengan keikhlasan, insya Allah, kegiatan Hari Santri nanti akan membawa berkah bagi masyarakat Watulimo,” tutur Kyai Chalimy dengan penuh hikmah.


Sesi berikutnya diisi dengan pengarahan dan pembinaan oleh Ketua MWC NU Watulimo, bapak Kyai Leif Sulaiman, M.Pd. Dalam arahannya, beliau menyampaikan laporan hasil koordinasi dengan PCNU Kabupaten Trenggalek terkait agenda besar Hari Santri Nasional Tahun 2025.

“PCNU Trenggalek telah menyiapkan berbagai kegiatan dalam rangka Hari Santri tahun ini. Oleh karena itu, MWC NU Watulimo perlu berperan aktif dan berkoordinasi dengan seluruh ranting serta lembaga di bawahnya, agar pelaksanaan di tingkat kecamatan dapat berjalan serentak, meriah, dan bermakna,” ungkap Kyai Leif

Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antar lembaga NU dan Banom dalam membangun kekuatan jamaah dan jam’iyyah, terutama dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan yang menjadi ruh peringatan Hari Santri.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan musyawarah bersama untuk membahas berbagai rencana kegiatan dalam rangka Hari Santri Nasional 2025 di tingkat Kecamatan Watulimo. Beberapa pengurus ranting dan lembaga NU menyampaikan usulan serta laporan kegiatan yang telah disiapkan.

Dari Ketua MWC LP. Ma’arif NU Watulimo, Bapak Ahmad Kholik, disampaikan bahwa lembaga pendidikan Ma’arif akan menggelar beberapa kegiatan, di antaranya Festival Tahfidzul Qur’an bil Qalam serta Lomba Jelajah Situs Sejarah Santri Trenggalek (LJS3T).

“Kami dari LP. Ma’arif NU Watulimo siap mendukung penuh semarak Hari Santri dengan kegiatan yang menumbuhkan semangat keilmuan dan kreativitas santri. Melalui Festival Tahfidzul Qur’an bil Qalam dan LJS3T, kita ingin menegaskan bahwa santri bukan hanya pandai dalam agama, tetapi juga unggul dalam ilmu dan seni,” ujar bapak Ahmad Kholik dengan penuh semangat.

Beberapa Pengurus Ranting NU dari berbagai desa juga turut memberikan masukan terkait pelaksanaan pawai santri, lomba hadrah, khatmil Qur’an, hingga istighotsah kubro yang direncanakan akan menjadi acara puncak di tingkat kecamatan.

Rapat berjalan dengan tertib dan penuh musyawarah mufakat. Dari hasil koordinasi dan diskusi, disepakati bahwa peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025 di Kecamatan Watulimo akan dilaksanakan secara terpadu, meriah, dan melibatkan seluruh elemen Nahdlatul Ulama, baik dari unsur MWC, ranting, lembaga, maupun banom.

Menutup kegiatan, Kyai Leif Sulaiman kembali mengingatkan seluruh peserta rapat untuk menjadikan Hari Santri sebagai momentum memperkuat komitmen kebangsaan dan pengabdian kepada umat.

“Santri adalah penjaga moral bangsa. Maka peringatan Hari Santri bukan hanya seremonial, tapi momentum untuk meneguhkan peran kita dalam menjaga keutuhan agama, bangsa, dan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” tegas beliau.

Dengan penuh semangat kebersamaan, rapat diakhiri dengan doa bersama dan kesepakatan tindak lanjut teknis pelaksanaan kegiatan. Semangat Jihad Santri Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia menjadi penutup yang menggema di antara peserta rapat malam itu — menandai kesiapan MWC NU Watulimo dalam menyukseskan Hari Santri Nasional Tahun 2025.

Minggu, 21 September 2025

Naharul Ijtima MWC NU Watulimo di Ngembel Bahas Aset, Wakaf, dan Penguatan Marbot Masjid


Ngembel - 21 September 2025
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Watulimo kembali menggelar pertemuan rutin Naharul Ijtima yang merupakan wadah konsolidasi, koordinasi, sekaligus sarana mempererat ukhuwah nahdliyah antar ranting. Kali ini, kegiatan dipusatkan di Ranting Ngembel, tepatnya di Masjid Al-Hidayah RT. 04 RW. 01 Desa Ngembel, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan, dihadiri oleh segenap jajaran pengurus MWC NU Watulimo, Rais Syuriyah, Ketua Tanfidziyah ranting NU dari beberapa desa, serta para tokoh masyarakat setempat. Dari jajaran ranting, yang hadir meliputi Ranting Ngembel, Watuagung, Pakel, Slawe, Dukuh, Ngrancah, dan Sawahan. Sementara beberapa ranting lain, seperti Karanggandu, Tasikmadu, Prigi, Margomulyo, Gemaharjo, dan Watulimo, tidak dapat hadir dalam kesempatan ini.

Acara diawali dengan pembacaan Tahlil Qashar yang dipimpin oleh Kyai Chalimy Anwar, sebagai bentuk doa bersama untuk para muassis NU dan leluhur yang telah mendahului. Suasana hening penuh kekhusyukan melingkupi jamaah yang hadir.

Setelah itu, sambutan disampaikan oleh Kyai Mukarom, Ketua NU Ranting Ngembel sekaligus tuan rumah kegiatan. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan karena Ranting Ngembel dipercaya menjadi penyelenggara kegiatan penting ini.

“Kami atas nama Ranting Ngembel merasa terhormat menjadi tuan rumah. Semoga forum Naharul Ijtima ini membawa keberkahan, mempererat ukhuwah islamiyah dan ukhuwah nahdliyah, serta mampu menjadi ruang yang produktif dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk kemaslahatan umat,” ujar Kyai Mukarom.


Sambutan berikutnya disampaikan oleh KH. Thohirin, Wakil Ketua Tanfidziyah MWC NU Watulimo, yang hadir mewakili Ketua MWC NU Watulimo, Kyai Leif Sulaiman. Disebutkan bahwa Kyai Leif berhalangan hadir karena tengah melaksanakan takziyah ke salah satu kerabat/mitra kerja.

Dalam penyampaiannya, KH. Thohirin menegaskan bahwa forum rutin seperti Naharul Ijtima adalah salah satu jantung penggerak organisasi NU di tingkat kecamatan.

“Walaupun Ketua MWC, Kyai Leif Sulaiman, tidak dapat hadir karena tengah bertakziyah, beliau berpesan agar forum ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kita hadir di sini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebagai sarana untuk memperkuat barisan NU dan merumuskan program yang menyentuh kebutuhan umat,” jelas KH. Thohirin.

Beliau juga mengingatkan pentingnya sinergi antar ranting agar roda organisasi berjalan seimbang.

“MWC NU Watulimo akan selalu mendukung penuh ikhtiar ranting-ranting dalam menjaga tradisi keagamaan, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat. Tanpa sinergi, mustahil NU bisa kokoh di akar rumput,” imbuhnya.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan sosialisasi dan pembahasan strategis yang dipimpin oleh Kyai Chalimy Anwar. Tema yang diangkat dalam forum ini antara lain inventarisasi aset NU, pendataan marbot masjid NU, dan isu-isu penting seputar wakaf.

Kyai Chalimy dalam paparannya menekankan bahwa aset NU merupakan amanah umat yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Kita harus memiliki data yang valid mengenai aset NU, baik tanah, bangunan, maupun fasilitas lainnya. Tanpa data yang jelas, sulit bagi organisasi untuk melakukan perencanaan jangka panjang. Inventarisasi ini adalah langkah awal menuju tata kelola yang lebih profesional,” tegas beliau.

Lebih lanjut, beliau juga menyinggung pentingnya wakaf sebagai instrumen pemberdayaan umat.

“Wakaf bukan hanya soal harta yang ditinggalkan, melainkan amanah yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan jamaah. NU harus menjadi pelopor dalam mengelola wakaf yang produktif, sehingga umat benar-benar merasakan manfaatnya,” tambahnya.

Tak kalah penting, pendataan marbot masjid NU juga dibahas secara mendalam.

“Marbot adalah garda terdepan dalam menjaga dan merawat rumah Allah. Mereka seringkali luput dari perhatian, padahal peran mereka sangat vital. Dengan pendataan yang baik, kita bisa menyalurkan perhatian, bantuan, bahkan pelatihan yang mendukung peran mulia mereka,” jelas Kyai Chalimy.


Acara ditutup dengan doa yang kemudian diikuti sesi ramah tamah antar pengurus ranting dan MWC. Suasana hangat dan penuh persaudaraan mewarnai pertemuan kali ini. Selain menjadi forum resmi organisasi, Naharul Ijtima juga menjadi ajang mempererat hubungan personal antar kader dan pengurus NU di Kecamatan Watulimo.

Kegiatan rutin ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi warga nahdliyin di tingkat desa. Dengan semakin kuatnya konsolidasi antar ranting, NU Watulimo diyakini mampu menjawab tantangan zaman, menjaga tradisi keislaman ahlussunnah wal jamaah, serta berkhidmat bagi umat, bangsa, dan negara (My).

Senin, 18 Agustus 2025

Naharul Ijtima’ MWC NU Watulimo Berlangsung Khidmat di Hari Kemerdekaan ke-80 RI


Trenggalek, 17 Agustus 2025 — Momentum Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi hari yang penuh makna bagi Nahdlatul Ulama Kecamatan Watulimo. Pada Ahad (17/08), Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Watulimo menggelar Naharul Ijtima’ atau Pertemuan Rutin di Masjid Darus Tsanawi, Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Acara yang diselenggarakan bersamaan dengan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia itu berlangsung penuh kekhidmatan dan kebersamaan. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah MWC NU Watulimo, Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah NU Ranting se-Kecamatan Watulimo, Pengurus Anak Ranting NU se-Desa Karanggandu, serta Takmir Masjid Darus Tsanawi selaku tuan rumah.

Kegiatan dibuka dengan pengantar oleh Murdiyanto, Wakil Sekretaris MWC NU Watulimo. Dalam pengantarnya, ia menekankan pentingnya menjaga tradisi pertemuan rutin sebagai media konsolidasi dan penguatan ukhuwah.

“Naharul Ijtima’ bukan sekadar forum pertemuan, tetapi ruang silaturahim, tabarrukan, sekaligus konsolidasi perjuangan NU di tingkat bawah hingga atas,” ujar Murdiyanto.


Acara dilanjutkan dengan iftitah dan Tahlil Qashar yang dipimpin oleh Kyai Chamily Anwar dari LTMNU Watulimo, guna mengirimkan doa bagi para muassis NU dan para pahlawan bangsa.

Sambutan berikutnya datang dari Shahibul Bait, yaitu Pengurus NU Ranting Karanggandu yang diwakili oleh Kyai Saeroji (Rais Syuriyah Ranting NU Karanggandu) dan Kyai Ahmad Kholik (Wakil Ketua Tanfidziyah Ranting NU Karanggandu).

“Kami merasa bangga Karanggandu menjadi tuan rumah Naharul Ijtima’ di hari kemerdekaan ini. Semoga membawa keberkahan bagi warga dan jamaah NU di desa kami,” tutur Kyai Saeroji.

Puncak acara ditandai dengan sambutan Ketua MWC NU Watulimo, Kyai Leif Sulaiman. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh jajaran pengurus NU untuk mengambil spirit kemerdekaan dalam mengelola organisasi.

“Kemerdekaan ini adalah anugerah Allah yang diperjuangkan dengan darah dan air mata para pejuang bangsa, termasuk para ulama dan santri. Maka, tugas kita sebagai generasi penerus NU adalah melanjutkan perjuangan itu melalui khidmah di jam’iyyah dan masyarakat,” tegasnya.


Beliau juga menyampaikan hasil Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) PCNU Trenggalek terbaru, yang diharapkan menjadi panduan kerja bagi MWC maupun Ranting NU di Watulimo.

Setelah sambutan, acara berlanjut dengan musyawarah bersama yang membahas langkah-langkah strategis organisasi. Beberapa poin penting yang menjadi perhatian antara lain:

  1. Pendataan Aset NU yang disampaikan oleh Kyai Chalimy Anwar, sebagai upaya menjaga dan merawat aset-aset jam’iyyah agar bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan umat.

    “Aset NU harus kita rawat, kita data, dan kita kelola dengan baik. Karena itu adalah amanah jamaah yang harus dijaga demi keberlangsungan perjuangan NU,” ujarnya.

  2. Informasi tentang Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh Nahdlatul Ulama (KBIHU NU) yang disampaikan oleh H. Juwito, memberikan gambaran peran NU dalam membimbing jamaah haji dan umroh dengan manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah.

    “NU hadir bukan hanya di bidang sosial dan pendidikan, tetapi juga dalam bimbingan ibadah haji dan umroh, agar jamaah kita mendapatkan bimbingan yang benar sesuai manhaj Aswaja,” jelasnya.

  3. Informasi Kaderisasi PD-PKPNU berbasis Masjid/Mushola oleh Murdiyanto, yang menekankan pentingnya kaderisasi berjenjang dimulai dari lingkungan ibadah sebagai pusat pembinaan umat.

    “Masjid dan mushola adalah basis pergerakan NU. Maka kaderisasi yang berbasis masjid/mushola akan lebih membumi, berkelanjutan, dan tepat sasaran,” terang Murdiyanto.

  4. Peran NU di Segala Lini Kehidupan disampaikan oleh K.H. Thohirin, yang menegaskan bahwa NU tidak boleh hanya hadir di forum keagamaan, tetapi juga harus memberi kontribusi nyata dalam pendidikan, sosial, ekonomi, dan kebangsaan.

    “NU harus tampil di segala bidang, baik agama, sosial, politik, ekonomi, hingga kebudayaan. Karena NU adalah bagian dari denyut nadi bangsa ini,” tegas beliau.

Musyawarah ini diakhiri dengan doa penutup yang dipanjatkan dengan penuh kekhidmatan, memohon keberkahan, kelancaran program, serta istiqamah dalam perjuangan.


Bersamaan dengan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, kegiatan ini menegaskan bahwa NU selalu hadir mengawal perjalanan bangsa. Spirit kebangsaan dan keagamaan berpadu, menjadikan momentum Naharul Ijtima’ kali ini semakin bermakna.

“NU dan Indonesia adalah satu tarikan nafas, tidak bisa dipisahkan. Sejarah membuktikan, kemerdekaan bangsa ini lahir dari perjuangan ulama dan santri. Maka menjaga NU berarti menjaga NKRI,” ungkap salah seorang peserta musyawarah.

Dengan penuh semangat dan kebersamaan, Naharul Ijtima’ MWC NU Watulimo di Karanggandu menutup rangkaian acara dengan tekad memperkuat khidmah jam’iyyah serta meneguhkan komitmen kebangsaan dalam bingkai peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.



Kontributor : Tim Media MWC NU Watulimo
.

Minggu, 17 Agustus 2025

MWC NU Watulimo: Semangat HUT ke-80 RI Menjadi Momentum Meneguhkan Persatuan dan Kesejahteraan Umat


Watulimo, 17 Agustus 2025 – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Watulimo turut hadir dalam Upacara Detik-Detik Proklamasi Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia yang digelar di Halaman Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, Tasikmadu, Ahad (17/8/2025).

Hadir mewakili Ketua MWC NU Watulimo, bapak Murdiyanto selaku Wakil Sekretaris MWC NU, bersama perwakilan Banom NU yaitu GP Ansor, Banser, Fatayat NU, dan IPSNU Pagar Nusa. Kehadiran NU dan banomnya dalam momentum bersejarah ini menunjukkan komitmen NU dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus mengawal nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya dikonfirmasi terpisah seusai upacara bendera, Murdiyanto menyampaikan bahwa HUT ke-80 Republik Indonesia dengan tema "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju" harus dimaknai lebih dari sekadar upacara seremonial.

“Kemerdekaan ini bukan hanya warisan, tetapi amanah yang harus kita rawat bersama. NU sejak awal berdiri selalu menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan bangsa. Momentum hari ini mengingatkan kita semua agar terus bersatu, berdaulat, dan membawa kesejahteraan bagi rakyat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peran NU di tingkat lokal sangat penting untuk menguatkan persaudaraan dan gotong royong.

“MWC NU Watulimo bersama seluruh Banom akan terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kerukunan, memberdayakan umat, serta menebarkan ajaran Islam yang damai dan toleran,” imbuhnya.


Dalam kesempatan yang sama, Murdiyanto juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai energi baru dalam membangun Indonesia, khususnya di Kecamatan Watulimo.

“Tema tahun ini jelas menggugah kita: bersatu, berdaulat, rakyat sejahtera, Indonesia maju. Mari kita buktikan semangat ini dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, maupun sosial keagamaan,” pungkasnya.

Upacara di PPN Prigi berlangsung khidmat dan diikuti oleh Anggota DPRD Kabupaten Trenggalek dari Kecamatan Watulimo, Forkopimcam, TNI-Polri, Kepala Desa se-Kecamatan Watulimo, Kepala Instansi, Organisasi Masyarakat, Komunitas, Perguruan Pencak Silat, Perbankan, hingga organisasi perempuan. Kehadiran NU bersama banomnya memperkuat makna kebersamaan dan sinergi lintas elemen demi Indonesia yang semakin maju dan sejahtera.



Kontributor : Tim Media MWC NU Watulimo 

Kamis, 14 Agustus 2025

Susunan Pengurus PWNU Jatim Masa Khidmad 2024-2029


Komposisi dan Personalia PWNU Jatim 2024-2029
Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 
Nomor: 2350/PB.01/A.II.01.44/99/09/2024 

MUSTASYAR 
KH. Nurul Huda Jazuli 
KH. Miftachul Akhyar 
KH. Anwar Iskandar 
KH. Ubaidillah Faqih
​​​​​​​KH. Mudatstsir Badruddin 
KH. Fuad Nur Hasan​​​​​​​
KH. Zuhri Zaini​​​​​​​
KH. Abdul Ghofur​​​​​​​
KH. Idris Hamid 
RKH. Cholil As’ad Syamsul Arifin 
KH. Abdullah Kafabihi Mahrus​​​​​​​
KH. Muhammad Faishol Anwar 
Prof. Dr. KH. Muhammad Nuh, DEA. 
KH. Mas Mansur Tholhah AS. 
KH. Chusain Ilyas​​​​​​​
KH. Masduqi Abdurrahman Al-Hafidz​​​​​​​
KH. Cholil Dahlan​​​​​​​
Prof. Dr. KH. M. Ridwan Nasir, M.A. 
KH. Irfan Yusuf Hasyim​​​​​​​
KH. Abdus Sami’ Hasyim​​​​​​​
Nyai Hj. Mundjidah Wahab
​​​​​​​Nyai Hj. Mutammimah Hasyim Muzadi
​​​​​​​KH. Hammad Al-Alim Dimyathi At-Turmusi​​​​​​​
KH. Abdul Muqsith Idris​​​​​​​
KH. Athoillah Sholahuddin Anwar 

SYURIYAH 
Rais: KH. Anwar Manshur​​​​​​​
Wakil Rais: KH. Abd Matin Djawahir​​​​​​​
Wakil Rais: KH. Moh Hasan Mutawakkil Alallah, SH., MM. 
Wakil Rais: KH. Agoes Ali Masyhuri​​​​​​​
Wakil Rais: KH. Abdul Adzim Kholili​​​​​​​
Wakil Rais: Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si. 
Wakil Rais: KH. Hadi Muhammad Mahfudz 
Wakil Rais: KH. Ahmad Azaim Ibrahimy Dhofir, M.HI. 
Wakil Rais: Drs. KH. A. Jazuli Nur, Lc. 
Wakil Rais: KH. Husnan Dimyati 
Wakil Rais: KH. Mustaqim Basyari 
Wakil Rais: Dr. KH. Romadlon Chotib, M.H. 
Wakil Rais: Habib Achmad Edrus Al-Habsyi 
Wakil Rais: KH. Ahmad Khoir Zad Maddah​​​​​​​​​​​​​​

Katib: Drs. H. Ahsanul Haq, M.Pd.I. 
Wakil Katib: KH. Mughits Al-Iroqi​​​​​​​
Wakil Katib: KH. Mas Cholil Nawawi 
Wakil Katib: Dr. Abdullah Sodiq, M.Pd. 
Wakil Katib: KH. Sholeh Hayat, SH. 
Wakil Katib: KH. Mohammad Shofiyullah​​​​​​​
Wakil Katib: Dr. Misbahul Munir, SH., M.Ag. 
Wakil Katib: KH. Mohammad Yahya Badrus Sholeh SH. 
Wakil Katib: KH. M Adibussholeh Anwar 
Wakil Katib: KH. Iffatul Lathoif Zainuddin 
Wakil Katib: KH. Ahmad Faris Idrisa, S.E. 
Wakil Katib: KH. Ishari Shofwan., M.Pd.I. 
Wakil Katib: Dr. H. Ilhamullah Sumarkan, M.Ag. 
Wakil Katib: KH. Muadz Harist Dimyathi 

A’WAN 
KH. Muzakky Syah 
KH. Abdul Muchid Murtadlo
​​​​​​​KH. Syafiuddin Abdul Wahid 
KH. Zidni Ilman Nafi’a​​​​​​​
KH. Fahruddin Aschal 
KH. Maimun Syafii​​​​​​​
Prof. Dr. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd. 
H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., Ph.D. 
H. Muhammad Sarmuji, SE., M.Si. 
Hj. Lita Machfud Arifin 
Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I. 
KH. Fuad Anwar​​​​​​​
Prof. Dr. H. M Zainuddin, MA. 
Prof. Dr. H Hefni, M.Ag. 
Prof. Dr. H Nurhasan, M.Kes. 
Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D. 
Prof. Dr. Abdul Aziz, M.Ag. 
KH. Ach Fadlail, MH. 
Prof. Dr. M. Hadi Subhan
​​​​​​​Prof. Dr. H. Abdul Kholid 
Prof. Dr. H. Mas’ud Said, M.Si. 
KH. Abdul Malik, M.Fil.I. 
KH. Muhammad Ismail Al-Ascholy
​​​​​​​Dr. KH. Isyroqunnajah​​​​​​​
KH. A. Panji Taufiq​​​​​​​
Dr. H. A. Muhyiddin Khotib 
KH. Masduqi Thoha 
KH. Ahmad Damanhuri​​​​​​​
KH. Sutrisno, S.HI., M.M. 
H. Nur Hidayat 
H. Saiful Munir, SH., M.Kn. 
Drs. H. Imam Ma’ruf​​​​​​​
Dr. H. Abdul Wadud Nafis, Lc., M.E.I. 
Dr. H. Ma’ruf Syah, M.H. 
Drs. H. Abdul Mujib Syadzili, M.Si. 

TANFIDZIYAH 
Ketua: KH. Kikin A Hakim 
Wakil Ketua: KH. Muh Balya Firjaun Barlaman 
Wakil Ketua: Prof. Akh Muzakki, M.Ag., Grad Dip SEA., M.Phil., Ph.D. 
Wakil Ketua: KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag. 
Wakil Ketua: Drs. H. Taufiq Djalil, M.M. 
Wakil Ketua: Dr. H. Noor Shodiq Askandar, SE., M.M. 
Wakil Ketua: KH. Taufik, M.Pd.I. 
Wakil Ketua: Dr. dr. Muhammad S Niam, M.Kes., Sp.B., Subsp.BD(K) 
Wakil Ketua: H. Ahmad Hakim Jayli, M.Si. 
Wakil Ketua: Prof. Dr. H. Kacung Marijan, Ph.D. 
Wakil Ketua: Prof. Dr. H. Maskuri Bakri, M.Si. 
Wakil Ketua: Prof. Dr. H. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum., CSSL. 
Wakil Ketua: Dr. H. Mustain, M.Ag. 

Sekretaris: Ir. H. Muhammad Faqih, MSA., Ph.D. 
Wakil Sekretaris: Dr. KH. M Wafiyul Ahdi, M.Pd.I. 
Wakil Sekretaris: Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E., M.M. 
Wakil Sekretaris: Haikal Atiq Zamzami, S.Pd.I. 
Wakil Sekretaris: H. Ahmad Fahruddin, S.Si. 
Wakil Sekretaris: Drs. H. Fatchul Aziz, MA. 
Wakil Sekretaris: Prof. Dr. HM Noor Harisuddin, S.Ag., SH., M.Fil.I., CLA, CWC. 
Wakil Sekretaris: dr. R. Hardadi Airlangga, Sp.PD., CMC., CCD. 
Wakil Sekretaris: H. Edy M Ya’qub​​​​​​​
Wakil Sekretaris: Dr. H. M Idham Kholid, SH., MH. 
Wakil Sekretaris: Dr. H. Alfian Futuhul Hadi​​​​​​​
Wakil Sekretaris: Dr. Ir. Muhammad Koderi, ST., MT. 
Wakil Sekretaris: Dr. H. Moh Nurul Huda​​​​​​​
Wakil Sekretaris: H. Muhammad Taufik, S.E. 

Bendahara: H. Yoke Candra Katon, S.T., M.M., CPM. 
Wakil Bendahara: Ir. H. Yahya Taufik Alhabsyi​​​​​​​
Wakil Bendahara: Fauzi Priambodo, M.Medkom 
Wakil Bendahara: H. Rasidi, M.IQ 
Wakil Bendahara: H. Yusuf Adnan, S.Kom., M.M., MBA. 
Wakil Bendahara: KH. Romo Ahmad Suroso


Sumber: NU Jatim 

Visi dan Misi Utama Organisasi Nahdlatul Ulama


Ketika Nahdlatul Ulama’ hidup di dunia modern, mau tidak mau organisasi ini juga harus ikut mengembangkan diri. Guna untuk menyesuaikan perkembangan zaman saat ini, maka AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga) NU juga harus ikut berkembang, paling tidak setiap lima tahun sekali.

Berdasarkan keputusan Muktamar tahun 2004 di Donohudan, Boyolali disebutkan:
Tujuan Nahdlatul Ulama’ didirikan yaitu berlakunya ajaran Islam yang menganut paham Ahlussunnah Wal Jamaah serta menurut pada salah satu dari keempat madzhab besar (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali) untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang demokratis dan berkeadilan demi kemaslahatan dan kesejahteraan umat.

Untuk mewujudkan tujuan sebagaimana penjelasan diatas, maka NU hendaknya menjalankan usaha-usaha sebagai berikut:

Di sektor agama, NU harus berupaya melaksanakan ajaran Islam yang menganut paham Ahlussunnah Wal Jamaah dan menurut di salah satu madzhab dalam masyarakat.

  1. Di sektor pendidikan, kebudayaan dan pengajaran, mengupayakan terwujudnya penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran. Di samping itu, NU juga harus berupaya mengembangkan kebudayaan yang sesuai dengan ajaran Islam guna untuk membina umat agar menjadi Muslim yang takwa, berbudi luhur, berpengalaman luas serta berguna bagi nusa dan bangsa.
  2. Di sektor sosial, Nu setidaknya mengupayakan terwujudnya kesejahteraan lahir dan batin bagi penduduk Indonesia.
  3. Di sektor ekonomi, NU setidaknya mengupayakan terwujudnya pembangunan ekonomi untuk pemerataan kesempatan berusaha dan hasilnya lebih diutamakan kepada ekonomi kerakyatan.
  4. Mengembangkan usaha-usaha yang bersifat positif dan juga bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat banyak guna terwujudnya Khaira Ummah.


VISI Nahdlatul Ulama’ : Maju dalam Presentasi Santun dalam Pekerti. Terwujudnya generasi muslim Ahlussunnah Wal Jama’ah, cerdas, berkarakter, mandiri dan berakhlaqul karimah.


MISI Nahdlatul Ulama’ :
  • Membentuk pribadi muslim Ahlussunnah Wal Jama’ah yang beriman dan bertaqwa.
  • Membentuk generasi yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.
  • Membentuk pribadi berkarakter dan berakhlaqul karimah.
  • Mengintensifkan pembelajaran intrakurikuler dan memiliki keunggulan di bidang akademik.
  • Menggiatkan pembelajaran ekstrakurikuler dan meningkatkan prestasi nonakademik.
  • Mampu mengimplementasikan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan potensi akademik dan nonakademik.
  • Mampu bersaing melanjutkan studi di perguruan tinggi.
  • Mampu berkiprah dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.
  • Memiliki bekal kemampuan untuk terjun di dunia kerja.