Selasa, 08 Maret 2022

Kyai As'ad Syamsul Arifin | Sang Penakluk Preman Tapal Kuda


Peneliti luar negeri yang mengikuti perkembangan Nahdlatul Ulama (NU), Martin Van Breinessen menyebutkan bahwa di masa silam Kiai As'ad  Syamsul Arifin menjadi salah satu ulama paling berpengaruh di Jawa. 
Bahkan, pada masa penjajahan, Pesantren Sukorejo yang didirikannya tidak hanya dikenal sebagai lembaga pendidikan agama, tapi juga markas perjuangan.

Pesantren Sukorejo berkembang pesat dan pada tahun 1980-an menjadi salah satu pesantren terbesar di Pulau Jawa. Pesantren itu tidak hanya menawarkan pendidikan tingkat menengah, melainkan juga pendidikan tinggi Islam.

Kiai As’ad juga dikenal memiliki ilmu silat, kekebalan dan kanuragan. Ilmu itu disempurnakan dengan beberapa wirid dan amalan yang dilakukan selama hidupnya.

Inspirator Kiai As’ad terkait ilmu silat, kekebalan dan kanuragan tidak lain ialah ayahandanya sendiri, yakni Kiai Syamsul Arifin. Kiai Syamsul pernah menjelaskan kepada anaknya betapa pentingnya ilmu silat bagi seorang kiai. 

“Lah, kamu ini mau jadi kiai kok tidak bisa pencak! Mengetahui pencak itu sunnah! Tidak ada sahabat nabi yang loyo! Mereka itu gagah,” ujar Kiai Syamsul.

Selanjutnya, Kiai As’ad berguru kepada Kiai Abdul Majid yang dikenal dengan ilmu kanuragannya. Mempelajari ilmu kanuragan menjadi medium perjuangan dan dakwah. Melalui ilmu itu, Kiai As’ad berjuang mengusir penjajah.

Selain itu, beliau juga menggunakan ilmu ini untuk berdakwah di kalangan “hitam” seperti preman, bramacorah, dan kaum pinggiran lain. Dakwah Kiai As’ad tidak terbatas di musala, masjid, dan pengajian umum, melainkan juga turun langsung menemui kalangan “hitam” di masyarakat.

Sebelum melakukan dakwah pada kaum pinggiran, Kiai As’ad mengirim meminta orang kepercayaannya untuk mendata para preman paling ditakuti di masyarakat. Setelah data didapat, Kiai As’ad meminta dipertemukan dengan mereka.

Uniknya, pertemuan mereka segera mewujud jadi akrab. Para preman seperti menemukan keakraban, ketenangan dan kenyamanan pada diri Kiai As’ad. Dengan demikian, mudah bagi Kiai As’ad untuk mengatur tema obrolan, yang tak jarang diselingi humor sehingga menambah suasana keakraban.

Para preman itu pulang dengan membawa cerita mengesankan pertemuannya dengan Kiai As’ad. Mereka mengabarkan itu kepada para preman yang lain. Bahkan, para preman yang paling ditakuti itu juga mengingat bacaan-bacaan yang disampaikan Kiai As’ad. Berkat pertemuan itu, para preman sontak tertarik dan ingin bertemu Kiai As’ad. Bagi mereka, Kiai As’ad bak pohon rindang yang sejuk dan meneduhkan.

Setelah berhasil menaklukkan para preman, Kiai As’ad mengorganisir kekuatan mereka untuk medium perjuangan melawan penjajah. Selain itu, mereka juga selalu dilibatkan dalam berbagai kegiatan di Pesantren Sukorejo, seperti mengumpulkan kebutuhan logistik dan menjaga keamanan dalam kegiatan Munas dan Muktamar 1983-1984, pembangunan pesantren dan kegiatan lain.

Pada sebuah kesempatan, Kiai As’ad menjelaskan alasannya melibatkan kaum “hitam” dalam berbagai kegiatan di pondok pesantren. 

“Saya meminta bantuan Pelopor dalam membangun Pesantren Sukorejo, mengapa? Mungkin yang masih seneng maen (judi, red) lantaran ikut mencari bambu akan berhenti maen, yang masih senang mencuri berhenti jadi maling berkat membantu pesantren”.

Paguyuban santri Kiai As’d yang terdiri dari mantan preman, penjudi, perampok, pembunuh, dan orang-orang yang memiliki catatan hitam di masyarakat ini dikenal dengan nama Pelopor. Kiai As’ad mengayomi mereka, bahkan hingga memberi jaminan sampai ke akhirat kelak.

“Siapa saja bajingan yang bahkan melakukan dosa paling berat pun tetapi ikut perintah dan arahan saya, kelak di akhirat bergabung, kalau tidak ada di surga saya akan mencarinya,” tegas Kiai As’ad.

Minggu, 06 Maret 2022

Peringatan Harlah NU di Watulimo; Sebagai Sarana Untuk Meningkatkan Kualitas Pengurus dan Kader NU dalam Khidmah di Organisasi


NUWAGA Online – Blimbing (6/3/2022) Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Watulimo menggelar Peringatan Hari Lahir Ke-99 Nahdlatul Ulama. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Hidayaturrohman yang beralamat di Dukuh Blimbing Desa Watulimo Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.

.

Pada kegiatan kali ini, MWC NU Watulimo melaksanakan Peringatan Harlah NU beda dari peringatan sebelumnya. Dimana acaranya dikemas dalam bentuk 3 in 1, yaitu tiga moment/event dalam satu acara/kegiatan yang meliputi peringatan Harlah NU, Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW dan Megengan Kubro.


Peringatan Harlah NU tersebut oleh MWC NU Watulimo diisi dengan Doa Bersama (Dzikir Bersama) yang dipimpin oleh Bapak KH. Suryani (Rais Syuriyah MWC NU Watulimo) dan dilanjutkan dengan Sambutan oleh Ketua Tanfidziyah, yaitu Bapak Kyai Leif Sulaiman, M.Pd. Dalam sambutannya bapak leif menyampaikan beberapa poin penting diantaranya bahwa Pengurus NU harus memiliki jiwa dan semangat untuk berkhidmah di organisasi sebagai Kader militan. Kader yang tidak gampang mutungan dan harus selalu berinovasi untuk menjadikan Jam’iyyah dari hari ke hari semakin lebih baik dan bermanfaat untuk umat.

.

“Kader NU harus optimis dalam segala hal, tidak gampang mutungan dan berupaya untuk menjadikan diri pribadi dan organisasi semakin lebih baik, lebih professional dan lebih bermanfaat untuk umat” begitu terangnya.


Ketua MWC yang kesehariannya berprofesi sebagai ASN dan pimpinan disalah satu Sekolah di Kabupaten Trenggalek tersebut tidak bosan-bosannya untuk menyemangati para pengurus NU dan Banom NU untuk semakin berbenah diri. Kualitas Pengurus harus selalu diupgrade, agar mampu menyesuaikan dengan kebutuhan zaman mengingat saat ini eranya teknologi digital yang mau tidak mau segenap jajaran pengurus harus beradaptasi dengan hal tersebut.

.

Dilain hal, Ketua MWC juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pengurus Ranting NU, Pimpinan Lembaga MWC, dan Pimpinan Banom NU yang selalu berinovasi untuk menjadikan organisasi semakin lebih baik dan lebih kreatif dalam karya dan kegiatan.

.

Puncak acara Harlah NU dan Peringatan Isro’ Mi’roj diisi dengan ceramah agama oleh bapak Drs. KH. Imam Musaji, selaku wakil Rais Syuriyah MWC NU Watulimo. Beliau menyampaikan tentang Hikmah Isro’ Mi’roj dan relevansinya dalam berorganisasi di Nahdlatul Ulama. Sebagai kader dan pengurus NU, kita harus mencontoh kepada pemimpin Dunia dan Akhirat yaitu Baginda Nabi Muhammad SAW, karena hanya beliaulah Manusia yang paling sempurna dan terjaga dari dosa (ma’shum).


“Sebagai Kader/Pengurus NU kita harus dan wajib meneladani pemimpin kita, yaitu Baginda Rasululloh SAW, kita wajib melaksanakan syariat yang beliau sampaikan kepada umatnya yaitu ajaran Islam Ahlussunnah waljamaah” begitu dawuhnya.

.

Hadir pada kegiatan peringatan Harlah NU, Isro’ Mi’roj dan Megengan Kubro antara lain; segenap jajaran Pengurus MWC NU Watulimo, Pengurus Ranting NU se-Kec. Watulimo, Banom NU tingkat PAC meliputi : Pengurus PAC GP. Ansor dan Satkoryon Banser Watulimo, Pengurus PAC Muslimat NU, PAC Fatayat NU, PAC IPNU-IPPNU dan Ketua PAC IPSNU Pagar Nusa Kecamatan Watulimo.

.

Alhamdulillah, secara keseluruhan kegiatan yang dipandu oleh sahabat Murdiyanto (Ketua PAC GP. Ansor Watulimo) tersebut telah terlaksana dengan baik, lancar, aman dan sukses dengan harapan semoga membawa kemanfaatan dan keberkahan untuk semuanya. Aamiin (MY)


Kontributor : Myanto

Fotografer : Fahmi NH

Jumat, 04 Maret 2022

MKNU dan PKPNU Dilebur Jadi Satu, Dikelola Lakpesdam


Palembang - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan kembali bahwa pengaderan dalam Nahdlatul Ulama akan menggunakan satu pintu atau satu sistem.

Dua pengaderan yang ada selama yakni Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) dan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) akan dilebur menjadi satu.

“Hanya akan ada satu sistem kaderisasi,” tegasnya saat acara Silaturahmi dengan pengurus wilayah dan pengurus cabang Nahdlatul Ulama se-Sumatera dalam rangka Harlah Ke-99 NU wilayah barat di Komplek Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (3/3/2022).

Kaderisasi ini lanjutnya, tidak akan lagi dikelola oleh tim adhoc atau panitia yang dibentuk oleh PBNU. Namun kaderisasi yang namanya nanti akan diputuskan dalam waktu dekat akan dikelola atau berada di bawah Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam).

“Kaderisasi akan berada dalam pengelolaan Lakpesdam karena kaderisasi masuk dalam pengembangan sumberdaya manusia,” jelasnya. Peleburan MKNU dan PKPNU ini juga lanjut Gus Yahya akan dibarengi dengan penataan materi kaderisasi agar lebih terarah.

“Jangan cuma melatih kader agar memiliki semangat tinggi meluap-luap saja, tapi tidak tahu apa yang harus dikerjakan,” ungkapnya.

Kaderisasi ini harus dikonsolidasikan dengan baik dan memiliki kurikulum yang fokus sehingga mampu mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh Nahdlatul Ulama.

Kaderisasi yang terintegrasi dan solid ini juga diharapkannya mampu mewujudkan transformasi yang membangun gerakan ke arah yang lebih baik.

Sementara Wakil Ketua PBNU H Nusron Wahid yang menjadi moderator pada kesempatan tersebut menambahkan bahwa di akhir bulan ini, ditargetkan kepengurusan Lakpesdam sudah terbentuk.  

Dalam waktu dua minggu diprogramkan akan menyempurnakan dan menyolidkan kurikulum.

Sehingga dalam dua bulan ke depan atau setelah Idul Fitri tahun ini kaderisasi format baru sudah bisa dilaksanakan dan tidak ada lagi dualisme kaderisasi.

Sebagai tambahan informasi, pada tanggal 9 Maret 2022, PBNU bakal mengadakan rapat gabungan pengurus yang akan membentuk kepengurusan lembaga.

Ada 18 lembaga dengan bidangnya masing-masing yang akan dibentuk PBNU untuk menjalankan program dari kebijakan organisasi.  

Lembaga ini sampai sekarang belum dibentuk karena PBNU sedang menyusun program dan grand design yang nantinya akan dijalankan oleh pengurus lembaga.


Sumber : NU Online

Kamis, 03 Maret 2022

Respons Pernyataan Menag soal Toa, Ansor Jatim: Ada Manipulasi Informasi


NU Online Watulimo - Pernyataan Menteri Agama (Menag) H Yaqut Cholil Qoumas tentang aturan pengeras suara memancing respons banyak pihak. Disinyalir pernyataan tersebut ada yang dipelintir oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu, Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jatim turut bersuara dan bersikap.


Ketua PW GP Ansor Jatim HM Syafiq Syauqi memberikan beberapa pandangan dan analisa atas pernyataan Menag RI yang kini jadi polemik banyak pihak. Secara tegas, pihaknya mengingatkan kepada semua pihak untuk bersama-sama mewaspadai pola gerakan framing media dengan gaya lama tersebut.


“Ini merupakan gerakan lama dan pelaku yang sama yang kembali membuat gaduh dengan melakukan framing di media,” ujar Gus Syafiq dalam keterangan yang diterima awak media, Jum’at (25/02/2022).


Menurut Gus Syafiq, framing media dengan teknik propaganda dan manipulasi informasi tersebut masih menjadi pilihan mereka dalam upaya membuat kegaduhan yang sistematis untuk mengganggu stabilitas nasional.


"Tantangan dalam era disrupsi informasi saat ini adalah pola-pola gerakan framing media dengan teknik propaganda dan manipulasi informasi yang menyesatkan publik. Ini yang sedang mereka lakukan dengan memotong beberapa pernyataan dari Menteri Agama," jelasnya.


"Framing ini jelas teknik manipulasi informasi yang ditujukan memancing sisi emosional umat Islam dengan membenturkan sesuatu yang sakral dengan hal yang tabu. Ini pola lama yang coba mereka lakukan lagi," tambahnya.


Ia menambahkan, senyatanya framing bukanlah sebuah kebohongan. Namun, pembelokan fakta secara halus tersebut justru merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Maka dari itu, dirinya meminta masyarakat dapat bersikap cerdas dan memahami secara utuh hal-hal yang disampaikan Menag RI.


“Mereka itu membelokkan fakta. Caranya dengan memilih sudut pandang yang berbeda, kemudian memotong dan mengambil diksi lain dengan membenturkan antara adzan dengan suara anjing," tegas Gus Syafiq.


Padahal menurut kajiannya, tidak ada kata membandingkan atau mempersamakan antara adzan atau suara yang timbul dari pengeras suara masjid dengan lolongan anjing. Menurutnya, Menag RI justru mempersilahkan, bahkan mengajak umat Islam untuk menggunakan pengeras suara sebagai syiar dakwah dan berbagai keperluan masyarakat lainnya.


“Tentu, hal tersebut sesuai dengan aturan yang dicanangkan untuk kemaslahatan Bersama,” imbuh Gus Syafiq.


Dirinya menegaskan, bahwa yang disampaikan Menag RI adalah memberikan banyak contoh tentang sumber kebisingan di tengah masyarakat yang faktual. Berbagai contoh kebisingan itu, menurut Gus Syafiq, membuat Menag RI mengambil benang merah bahwa suara-suara itu harus diatur supaya tidak menjadi gangguan kalangan tertentu.


Menurutnya, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur jauh hari pada tahun 1982 telah menulis tentang ‘Islam Kaset dan Kebisingan Sosial’. Hal tersebut menurutnya, justru bentuk sikap yang memiliki persamaan dengan yang disampaikan oleh Menag RI.


“Itu karena kita semua menjunjung tinggi kaidah Dar'ul Mafashid Muqaddamun ‘ala Jalbil Mashalih. Mencegah kemudharatan itu harus menjadi skala prioritas di atas mengambil kemaslahatan. Saya kira cukupkan gerakan framing ini dan sudahi," pungkasnya.



Sumber : Jatim NU.OR.ID

Minggu, 27 Februari 2022

Perkuat Civil Society, NU Terbuka Menerima Kritik dari Kalangan Pers


SURABAYA — Kekuatan Civil Society di Indonesia mendapat penopang yang kuat untuk menggerakkan fungsinya atas dukungan media massa. Kerja pers yang sehat dan profesional menjadikan posisi tawar Civil Society dan negara semakin kuat, dalam menyuarakan fakta dan kebenaran di tengah masyarakat yang terus berubah.

“NU sebagai Civil Society sudah lazim mengajak kerja sama dengan media massa dan kalangan pers. Karenanya, kolaborasi dengan pengambil kebijakan di institusi media yang dikelola secara profesional akan menjadikan kekuatan tersendiri bagi kemajuan bersama,” tutur Prof DR KH Abd A’la Basyir, Ketua Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-99 NU dalam keterangan Jumat, 25 Februari 2022.

Guru Besar UIN Sunan Ampel yang juga Rais Syuriah PBNU menegaskan, sebagai kekuatan Civil Society NU bersama-sama pers mempunyai tanggung jawab sosial dan moral, untuk melakukan pembelaan terhadap masyarakat secara luas.

“Apalagi, keberadaan media massa selalu berjalan seiring dengan perkembangan masyarakat. Sejak perjalanan bangsa Indonesia sebelum kemerdekaan, media massa berfungsi untuk melakukan kesadaran akan kebangsaan dan perubahan-perubahan ke arah perbaikan masyarakat,” tutur Prof KH Abd. A’la, yang .

Prof. Abd. A’la, yang juga Pengasuh Pesantren An-Nuqoyyah Guluk-Guluk Sumenep, menyampaikan pesan pengantar dalam Forum Group Discussion (FGD) Nahdlatul Ulama dan Forum Pemimpin Redaksi Jawa Timur, digelar di ruang utama kantor PWNU Jawa Timur di Surabaya, Kamis 24 Februari 2022.

Dihadiri lebih dari 40 Pemimpin Redaksi (Pemred) media-media di Jawa Timur, baik media cetak, media elektronika dan media berita online. Mulai dari Jawa Pos, Kompas, Kantor Berita Antara, Duta Masyarakat, SindoNews, Surya, dll. Sedang televisi di antaranya, TV9, JTV, KompasTV, MaduTV, CNN, TVOne, dll.

Siap Menerima Kritik Pers

FGD NU dan Forum Pemred Jawa Timur, juga dihadiri KH Abdus Salam Shohib, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur, yang secara intens mendengar masukan dan kritik dari para wartawan senior. Di antara dari media berita online, beritajatim.com, ngopibareng.id, Duta.co, dll. Tak ketinggal, Pemred Majalah Joyoboyo dan Panjebar Semangat menyampaikan kritiknya.

Sedang utusan dari organisasi profesi, ada Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Masyarakat Siber Indonesia (AMSI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (ITJI).

Pada kesempatan FGD yang dipandu Riadi Ngasiran, disampaikan pesan-pesan soal program NU ke depan oleh Hakim Jayli, CEO TV9, yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur dan Sekretaris PWNU Jatim Dr Muhammad Hasan Ubaidillah.

Sementara itu, KH Abdus Salam Shohib didampingi Wakil Katib PWNU Jatim KH Sholeh Hayat, memberikan penjelasan, menjelang satu abad, tantangan yang dihadapi NU semakin kompleks. Tidak hanya terkait keumatan namun juga bagaimana respons NU terhadap perkembangan zaman.

Menurut Gus Salam, panggilan akrab Pengasuh Pesantren Manbaul Maarif Denanyar Jombang, NU harus menyikapi dengan bijak dunia digital. Karena dengan sikap bijak itu, jam’iyyah ini tidak akan ketinggalan juga tidak boleh menggadaikan nilai-nilai utama yang dimiliki.

“Seorang yang bijak dan cerdas itu akan mengikuti perkembangan zaman dan akan bersikap sesuai kebutuhan zaman dengan tidak menggadaikan nilai-nilai fundamental seperti akhlak dan norma-norma.

“Namun kita bisa menyesuaikan cara dan desainnya dengan massif di media sosial dan menggunakan platform digital. Karena jika tidak mengikuti zaman, dakwah yang kita tidak sampai di masyarakat,” katanya.

Dalam acara Forum Grup Discussion (FGD) Pemimpin Redaksi se-Jawa Timur itu, Gus Salam juga mengungkapkan ada beberapa masukan yang diberikan para awak media kepada NU.

“Ada banyak masukan dari awak media kepada NU, diantaranya adalah digitalisasi di berbagai hal dan konsentrasi NU dalam kehadiran media di persoalan umat,” ujar Gus Salam, cucu pendiri NU KH Bisri Syansuri.

Kritik-Masukan Selaras Fokus PWNU

Gus Salam memaparkan bahwa sebenarnya masukan-masukan tersebut selaras dengan fokus utama PWNU Jatim.

“Ini sebenarnya sama dengan fokus kita menjelang satu abad ini. Salah satunya yang paling kita inginkan adalah orientasi pelayanan umat yang maksimal. Makanya ada panca harakah yg disitu ada fasilitas kesehatan, BMT, literasi digital, pendidikan, dan pengkaderan. Itulah bentuk pelayanan NU kepada umat,” tutur Gus Salam.

Menjelang FGD ini berakhir, Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, berkesempatan menyampaikan tanggapan dan sekaligus menutup dengan doa.

“Pada dasarnya, kami siap menerima kritik. Asalkan, media dan kalangan pers bekerja profesional dalam menyampaikan fakta,” pesan Marzuki Mustamar, yang Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad Gasek Kota Malang. (*)


Sumber : PWNU Jatim

Sabtu, 26 Februari 2022

Tujuh Dalil Pengaturan Pengeras Suara pada Tempat Ibadah


Selain mengajarkan kebaikan, Islam juga mengajarkan kebaikan itu harus dilakukan dengan cara-cara yang baik. Mengajak orang lain ibadah itu sangat baik, namun demikian ajakan itu pun harus dilakukan dengan cara-cara yang baik. Termasuk dalam hal ini adalah penggunaan pengeras suara atau mikrofon di tempat ibadah seperti masjid dan mushalla. 

Dalam hal ini ada 7 dalil atau argumentasi ilmiah tentang pengaturan penggunaan pengeras suara yang layak dipahami dari Kitab I’lâmul Khâsh wal ‘Âmm bi Anna Iz’âjan Nâsi bil Mikrûfûn Harâm (Pemberitahuan Bagi Orang Pintar dan Orang Awam Bahwa Mengganggu orang Lain dengan Mikrofon Hukumnya Haram) karya ​​​​​​Sayyid Zain bin Muhammad bin Husain Alydrus, Dosen Universitas Al-Ahgaf Yaman. 

Pertama, banyak ayat dan hadits yang memerintah untuk memelankan suara dalam shalat, dzikir dan doa. Sebagai contoh adalah ayat dan hadits berikut:

 وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآَصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ  

Artinya, “Ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (Surat Al-A’raf ayat 205).

 أَيُّهَا النَّاسُ ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ إِنَّكُمْ لَيْسَ تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِبًا إِنَّكُمْ تَدْعُونَ سَمِيعًا قَرِيبًا وَهُوَ مَعَكُمْ 

Artinya, “Wahai manusia, kasihanilah diri kalian dengan mengecilkan suara kalian saat berd. Sungguh kalian tidak memanggil zat yang tuli dan yang gaib. Sungguh kalian memanggil Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Dekat. Allah bersama kalian.” (HR Muslim) 

Ayat dan hadits seperti ini secara eksplisit memerintahkan agar orang memelankan suara dalam shalat, dzikir dan doa; dan secara implisit melarang melakukannya secara terlalu keras. Larangan ini juga memasukkan d dengan pengeras suara, apalagi dilakukan dengan volume maksimal yang memekakkan telinga dan menggangu orang lain. 

Kedua, banyak riwayat sahabat yang melarang suara keras di masjid. Sayyidina Umar bin Khattab ra memberi teguran keras kepada dua orang Tha’if yang melantangkan suara di masjid Nabawi. “Andaikan kalian adalah penduduk Madinah, niscaya aku akan menghukum (mencambuk) kalian. Kalian telah mengeraskan suara di masjid Rasulullah saw” (HR Al-Bukhari). Hal ini juga berlaku untuk masjid selainnya.   

Ketiga, penggunaan pengeras suara luar mengganggu konsentrasi ibadah dan aktifitas orang lain, kenyamanan orang yang sedang istirahat, dan orang yang sedang sakit. Padahal mengganggu orang lain hukumnya tidak boleh, baik secara nash maupun ijmak ulama. Nabi saw bersabda:

  مَنْ ضَارَّ أَضَرَّ اللَّهُ بِهِ وَمَنْ شَاقَّ شَاقَّ اللَّهُ عَلَيْهِ 

Artinya, “Siapa saja yang mengganggu orang lain maka Allah akan mengganggunya; dan siapa saja yang memberatkan orang lain maka Allah akan memberatkannya. (HR Ibnu Majah dan ad-Daraquthni). 

Keempat, penggunaan pengeras suara luar meskipun mengandung kemaslahatan bagi jamaah masjid, namun di sisi lain juga menganggu kenyamanan masyarakat luas selain jamaah masjid. Kenyamanan masyarakat luas harus didahulukan daripada kemaslahatan jamaah masjid. Kaidah fiqih menyatakan: “Falâ turajjâhu mashâlalih khâsshah ‘ala mashâlalih ‘ammah,” kemaslahatan yang bersifat khusus tidak dimenangkan di atas kemaslahatan yang bersifat umum.” 

Kelima, kaidah dar’ul mafâsid muqaddamun ‘alâ jalbil mashâlih atau menghindari kerusakan harus didahulukan daripada mendatangkan kemaslahatan. Penggunaan pengeras suara luar meskipun juga membawa kemaslahatan, seperti memperdengarkan nasehat dan bacaan Al-Qur'an, bila sampai mengganggu istirahat orang banyak, orang-orang yang sedang sakit dan semisalnya, maka harus dibatasi, sebagaimana semangat kaidah ini.  

Keenam, penggunaan pengeras suara luar untuk menyampaikan nasehat dan bacaan Al-Qur'an terkadang menjadi pintu masuk menuju riya dan sum’ah (pamer dan mencari popularitas) yang justru dilarang agama. Nabi saw bersabda:

 مَنْ سَمَّعَ سَمَّعَ الله بِهِ، وَمَنْ يُرَائِي يُرائِيَ اللهُ بِهِ 

Artinya, “Siapa saja yang pamer (amal agar didengar orang) maka Allah akan memamerkan keburukannya; dan siapa saja yang (amal agar dilihat orang), maka Allah akan memperlihatkan keburukannya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim). 

Ketujuh, penggunaan pengeras suara untuk dzikir, doa dan semisalnya jauh dari ketenangan dalam beribadah yang disyariatkan agama. Nabi bersabda:

 اُدْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ   

Artinya, “Berdoalah kepada Tuhan kalian dengan rendah hati dan suara lembut, sungguh Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Surat Al-A’raf ayat 77). 

Demikian 7 dalil atau argumentasi ilmiah tentang pengaturan pengeras suara di tempat ibadah. Secara lebih lengkap dapat dibaca di kitab I’lâmul Khâsh wal ‘Âmm bi Anna Iz’âjan Nâsi bil Mikrûfûn.  

Bangunan 7 dalil atau argumentasi ilmiah di atas memberi pengertian kepada kita bahwa penggunaan pengeras suara luar untuk ibadah, doa, dan—kecuali untuk azan—secara lebih sederhana dapat diperinci sebagai berikut: 

1) Bila mengganggu orang lain maka hukumnya haram, meskipun yang terganggu hanya sedikit. 
2) Bila tidak mengganggu orang lain, maka hukumnya adalah khilafus sunnah atau tidak berkesesuaian dengan sunnah, sebab syariat tidak menyunahkan mengeraskan suara dalam ibadah, doa, dan d sehingga menggangu orang lain. (Zain bin Muhammad bin Husain Alydrus, I’lâmul Khâsh wal ‘Âmm bi Anna Iz’âjan Nâsi bil Mikrûfûn Harâm, [Mukalla, Dârul ‘Idrûs: 1435/2014], halaman 31-37). 

Setelah memahami berbagai catatan ini, sudah seharusnya kita mengevaluasi penggunaan pengeras suara luar yang kadang memang mengganggu orang di luar jamaah, yang tidak berani menyampaikan keluhannya karena khawatir dianggap menista. Karenanya pengaturan pengeras suara di masjid dan musala layak diapresiasi, terlepas dari pro dan kontra yang mengitarinya. Wallahu a’lam.  


Sumber: NU Online

Jumat, 25 Februari 2022

Konfernas Digelar 23 Juli, Rois Am PBNU Harapkan Aksi Nyata HPN Gerakkan Ekonomi Nahdliyin


Jakarta — Rois Am Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftahul Akhyar meminta Himpunan Pengusaha Nahdliyin atau HPN menjadi motor penggerak ekonomi kaum nahdliyin melalui berbagai aktivitas bisnis dalam rangka membangun Industri Kecil Menengah yang merupakan basis warga NU. Forum permusyawaratan Konferensi Nasional (Konfernas) HPN yang akan digelar pada 23 Juli 2022 mendatang harus mampu merumuskan program konkrit, positioning dan sinergi antar kaum Nahdliyin yang harus dijalankan HPN demi membangun gerakan ekonomi umat. Hal ini disampaikan oleh Rois Am PBNU saat menerima kunjungan Ketua Umum DPP HPN, Ir Abdul Kholik di Jakarta, Rabu (23/2) malam.

Lebih lanjut Kiai Miftah menekankan adanya aksi nyata dalam menentukan program ekonomi dan bisnis tidak hanya menumpuk dokumen nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tanpa ada realisasi yang bisa langsung dirasakan kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM) warga NU di bawah. “Rancang dan rumuskan segera, koordinasikan dan laporkan ke Ketua Umum PBNU karena kebijakan ekonomi sedang disusun oleh jajaran pengurus tanfidziyah,” jelasnya.

Sebelumnya, Abdul Kholik menyampaikan laporan kepada Rois Am seputar sejarah pendirian HPN sebagai asosiasi para pengusaha penerus gerakan Nahdlatut Tujjar yang digagas KH Wahab Chasbullah pada 1918. Disampaikan juga posisi legal HPN sebagai asosiasi yang didirikan oleh para masyayikh dan syuriyah PBNU, diantaranya Almarhum KH Sahal Mahfudz, KH Mustofa Bisri, KH Said Aqil Siroj, KH As’ad Said Ali dan KH Agoes Ali Masyhuri. Hingga kini HPN berkembang cukup menggemberikan di 28 provinsi dan 150 Kabupaten/Kota dengan sekitar 2 juta anggota pengusaha di seluruh Indonesia. “Kami laporkan juga tentang ukhuwah dan transaksi bisnis antar anggota HPN yang sudah mulai terjalin,” Imbuh founder dan CEO Azet Surya, slaah satu perusahaan energi Solar Cell pertama di Indonesia ini.

Kholik juga melaporkan program digital end to end yang sedang dijalankan saat ini, dan bukan hanya aplikasi, demi mewadahi kebutuhan ekonomi digital nahdliyin dan mendorong pengusaha HPN menjadi terdepan di teknologi digital. “Salah satunya, program kemitraan pembangunan infrastruktur internet cepat berteknologi 5G yang sedang dijalankan HPN bersama mitra yang diharapkan akan menjadi bisnis digital terdepan untuk para usahawan HPN,” tegasnya.

Kholik juga menjelaskan mundurnya Konfernas yang semula dijadwalkan 22 Pebruari karena tingginya kembali kasus covid19, termasuk Yogyakarta yang akan menjadi lokasi permusyawaratan, sekaligus mengundang Rois Am dan jajaran pimpinan PBNU pada perhelatan konfernas yang akan digelar pada 23 Juli 2022 mendatang.

Kepada Kholik, Rois Am PBNU memaklumi pengunduran karena alasam Covid19 tersebut sebagaimana Muktamar NU juga diundur satu tahun demi keselamatan bersama. Lebih lanjut, Rois Am mengingatkan HPN sebagai organisasi pengusaha untuk tidak terlalu tajam dalam persaingan di Konferensi sebagaimana terjadi di dunia politik, dan hendaknya mendahulukan membangun silaturahmi (*)


Sumber : PWNU Jatim

Minggu, 20 Februari 2022

Aplikasi NU Rilis Fitur-Fitur Baru untuk Sambut Ramadhan


Jakarta — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui media resminya, NU Online, telah meluncurkan sejumlah fitur tambahan dalam aplikasi berbasis Android dan iOS yang bernama NU Online Super App. Berbagai penyempurnaan dari sisi konten dan teknologi dilakukan guna menyongsong bulan suci Ramadhan.

“PBNU ingin aplikasi NU Online terus berkembang dan semakin relevan dengan kebutuhan muslim di Indonesia, bahkan dunia. Ini adalah bagian dari komitmen PBNU periode sekarang untuk meningkatkan perannya di ruang digital,” kata Ketua PBNU Mohamad Syafi Alielha (Savic Ali), Sabtu (19/2/2022).

Ia mengajak umat Islam memanfaatkan teknologi ini dengan sebaik-baiknya. Platform digital yang mengangkat jargon “Aplikasi Keislaman Terlengkap” ini bisa diinstal di Play Store maupun App Store (nu.or.id/superapp).

NU Online Super App yang diluncurkan secara resmi oleh PBNU pada 27 Februari 2021 harlah NU 16 Rajab 1442 H) kini memiliki sedikitnya 16 fitur andalan, mulai dari Al-Qur’an, Doa & Wirid, Maulid, Kompas Kiblat, Kalender Hijriah, Tutorial Ibadah, hingga Tasbih Digital dan Kalkulator Zakat. Untuk meningkatkan layanan keagamaan selama Ramadhan 1443 H, NU Online Super App merilis fitur baru, yakni Ramadhan dan Ziarah serta penambahan sejumlah fungsi pada fitur-fitur lama agar kian memudahkan pengguna selama menunaikan ibadah di bulan suci.

Koordinator Program Pengembangan NU Online Super App Mahbib Khoiron menjelaskan, fitur Ramadhan yang tahun kemarin menemani bulan puasa warganet juga bakal tampil lagi dengan isi dan tampilan yang lebih segar. Menu-menu yang disajikan dalam fitur ini menyangkut rutinitas ibadah selama bulan suci, mulai dari niat puasa, doa berbuka, bacaan Lailatul Qadar, sampai tutorial shalat tarawih dan witir lengkap dengan doa dan wirid sesudahnya. Fitur ini juga diperkaya dengan kumpulan khutbah Jumat bertema Ramadhan, panduan teknis pelaksanaan zakat fitrah, takbiran, shalat Id, serta kompilasi khutbah Idul Fitri dalam aneka judul.

Sementara pada fitur Ziarah disuguhkan titik-titik lokasi makam dan tapak tilas ulama atau tokoh dari berbagai penjuru Indonesia. Selain Google Map, fitur ini juga dilengkapi kolom biografi singkat, tempat dan waktu kelahiran/kewafatan, serta artikel atau video terkait dengan itu. “Penambahan daftar lokasi ziarah akan diperbaharui terus sehingga publik akan mendapatkan panduan berziarah secara lebih lengkap,” kata Mahbib.

Pada fitur Jadwal Shalat, ada pula beberapa penambahan fungsi. Salah satunya, pengguna dari seluruh penjuru Tanah Air nanti bisa membagikan jadwal imsakiyah harian atau bulanan dalam format PDF. Jadwal shalat dihitung secara otomatis sesuai koordinat lokasi pengguna, berdasarkan penghitungan Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (Subuh -20°, Isya -18°, ihtiyat +2 menit). Ini bisa menjadi panduan awal yang akurasinya dapat diselaraskan dan dikuatkan lagi dengan hasil penghitungan Lembaga Falakiyah NU di tingkat lokal masing-masing.

Aplikasi ini terintegrasi dengan saluran YouTube NU Online yang menayangkan beragam konten: tutorial ibadah, wawancara eksklusif, shalawat, film pendek, kajian kitab kuning, dan lain-lain; juga terkoneksi dengan situs web NU Online yang memuat lebih dari
ribuan artikel keislaman.

“Lebih dari sekadar aplikasi ibadah, NU Online Super App berkomitmen hadir sebagai aplikasi belajar Islam yang otoritatif, agar kaum muslimin di mana saja secara mudah mengakses pengetahuan keislaman dari sumber-sumber yang kredibel,” tutur Mahbib.

Perhatikan Sumber Belajar Agama

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf secara terpisah mengatakan, teknologi informasi merupakan elemen yang sangat penting dalam strategi dakwah dewasa ini. Apalagi kini teknologi sering menjadi perangkat yang amat mempengaruhi jalan pikiran banyak orang.

Pria yang akrab disapa Gus Yahya ini mengingatkan bahwa NU merupakan organisasi yang bertugas sebagai pembawa ilmu dari para ulama.

“Ilmu yang kita unduh dari para ulama ini adalah agama, maka kita betul-betul harus hati-hati dari mana kita mengambil agama kita ini,” ungkap kiai yang pernah menempuh pendidikan agama di Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta, pada 1979-1994 itu.

Gus Yahya mengapresiasi peran NU Online sebagai pintu yang mu’tabar (kredibel) bagi peselancar dunia maya yang ingin belajar Islam. Ia mendorong NU Online terus meningkatkan kiprahnya sebagai pusat layanan informasi keagamaan di Indonesia, yang berkualitas tinggi dan memperhatikan sanad keilmuan para ulama. [*]


Sumber : PWNU Jatim

Jumat, 04 Februari 2022

Profil KH. Marzuqi Mustamar (Ketua PWNU Jawa Timur)


Penampilan beliau sederhana dan apa adanya. Beliau tidak pernah neko-neko. Karena begitu sederhananya, kadang orang tidak mengira bahwa beliau adalah seorang kyai. Di balik kesederhanaan beliau tersimpan lautan ilmu yang begitu luas. Kiprah beliau di masyarakat sudah tidak diragukan lagi. Gaya bicara beliau yang tegas dan lugas menjadi salah satu ciri khas beliau.

Lahir

KH Marzuqi Mustamar lahir di Blitar tanggal 22 September 1966. Sungguh beruntung Kyai Marzuqi karena dilahirkan dalam keluarga yang taat beribadah sekaligus mengerti agama. Ya, abahnya adalah seorang kyai. Alhasil, sejak kecil Kyai Marzuqi dibesarkan dan dididik oleh kedua orang tua beliau dengan disiplin ilmu yang tinggi. Di bawah pengawasan orang tua beliau inilah putra dari Kyai Mustamar dan Nyai Siti Jainab ini mulai belajar Al-Qur’an dan dasar-dasar ilmu agama.

Keluarga

Pada tahun 1994, KH Marzuqi Mustamar memulai hidup baru. Beliau mempersunting salah seorang santriwati Pondok Nurul Huda yang bernama Saidah. Sang istri merupakan putri Kyai Ahmad Nur yang berasal dari Lamongan. Kyai Marzuqi sangat bersyukur sekali sebab gadis yang menjadi pendamping hidup beliau adalah seorang hafidzoh (hafal Al-qur’an).

Istri: Hj. Saidah
Putra-Putri:
1.Habib Nur Ahmad
2.Diana Nabila
3.Millah Shofiya
4.M. ‘Izzal Maula
5.‘Izza Nadila
6.Rossa Rahmania
7.Dina Roisah Kamila

Pendidikan

Selain dididik disiplin ilmu yang tinggi, ternyata beliau waktu kecil sudah dididik tentang kemandirian agar memiliki etos kerja yang tinggi dengan cara memelihara kambing dan ayam petelur milik Bu Lik Umi Kultsum. Dengan memelihara kambing dan ayam petelur inilah, beliau mendapat pelajaran bagaimana membimbing umat islam, dan bagaimana menjadi pemimpin.

Pendidikan Dini

Saat duduk di kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah sampai sebelum belajar di Malang, anak kedua dari delapan bersaudara ini mulai belajar ilmu nahwu, shorof, tasawuf dan ilmu fikih kepada Kyai Ridwan dan Kyai-Kyai lain di Blitar. Sejak SMP, beliau diminta mengajar Al-Qur’an dan kitab-kitab kecil lainnya kepada anak-anak dan tetangga beliau. Pada usia yang masih belia tersebut, beliau sudah mengkhatamkan dan faham kitab Mutammimah pada saat beliau kelas 3 SMP.

Selepas dari SMP Hasanuddin, beliau melanjutkan ke Madrasah Aliyah Negeri Tlogo Blitar. KH Marzuqi Mustamar muda merupakan pemuda yang beruntung sebab di usia beliau yang masih belia itu, beliau sudah mendalami ilmu agama ke beberapa orang kyai di Blitar. Di antaranya, beliau mendalami ilmu balaghoh dan ilmu mantek kepada Kyai Hamzah. Mendalami ilmu fikih kepada Kyai Abdul Mudjib dan ngaji Ilmu Hadits kapada Kyai Hasbullah Ridwan.

Ketika beliau duduk di bangku Aliyah, beliau sudah khatam kitab Hadits Muslim dan kitab-kitab kecil lainnnya. Sebelum beliau belajar di Malang, selama di Blitar yang mengajar beliau adalah Orangtua beliau, Kyai Hasbullah Ridwan yang masih eyang beliau, Kyai Hamzah dan Kyai Mujib adalah guru beliau di MAN Tlogo.

Setamat dari MAN Tlogo pada tahun 1985, kyai kelahiran 22 September 1966 ini melanjutkan jenjang pendidikan formalnya di IAIN (sekarang UIN Maulana Malik Ibrahim) Malang, yang waktu itu masih merupakan cabang IAIN Sunan Ampel Surabaya. Untuk menambah ilmu agama yang sudah beliau dapat, Kyai yang juga Anggota Komisi Fatwa MUI Kota Malang ini nyantri kepada KH A Masduqi Machfudz di Pondok Pesantren Nurul Huda Mergosono. Mengetahui kecerdasan dan keilmuan Kyai Marzuqi yang di atas rata-rata santrinya yang lain, akhirnya Kyai Masduki memberi amanah kepada Kyai Marzuki untuk membantu mengajar di pesantrennya, meskipun saat itu Kyai Marzuki masih berusia 19 tahun. “Saat itu saya diminta untuk mengajar kitab Fathul Qorib bab buyuu’ (jual-beli),” Kenang kyai yang juga Dosen Fakultas Humaniora dan Budaya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini.

Berguru pada KH Masduqi Mahfudz

Selain itu, KH Marzuqi Mustamar juga beruntung, karena beliau seringkali diminta untuk mendampingi dakwah KH A Masduqi Machfudz saat mengisi pengajian maupun dalam rapat-rapat organisasi kemasyarakatan. Dari sinilah Kyai marzuki mulai mengetahui betapa beratnya tugas seorang ulama dalam mengayomi umat. Dari gurunya yang juga Rois Syuriah NU Wilayah Jawa Timur itu, Kyai Marzuqi belajar akan keistikomahan menjadi seorang guru. Kyai Masduki Mahfudz itu meskipun pulang malam hari dari mengisi pengajian, beliau selalu membangunkan para santrinya untuk mengaji,” ungkap Kyai Marzuqi.

Salah satu kelebihan beliau, saat masih duduk di bangku kuliah, Kyai Marzuqi sudah biasa memberikan kursus nahwu kepada mahasiswa yuniornya. Namun, ternyata, banyak juga mahasiswa yang tidak hanya belajar nahwu, namun juga mengaji kitab kepadanya. Dengan begini, keilmuan beliau semakin terasah. Kemudian pada tahun 1987 Kyai berputra tujuh ini mendapatkan kesempatan belajar di LIPIA Jakarta. Setelah menempuh dua tahun masa studinya di sana, Kyai Marzuqi kembali ke Malang untuk membantu mengajar di pesantren Nurul Huda, Mergosono dan melanjutkan kuliah S-1.

Ringkasan Pendidikan

1. TK Muslimat Karangsono Kanigoro, Blitar tahun 1972
2. MI. Miftahul ‘Ulum, Tahun 1979
3. SMP Hasanuddin, Tahun 1982
4. MAN Tlogo, Tahun 1985
5. PP. Nurul Huda, Mergosono
6. LIPIA Jakarta, Tahun 1988
7. S-1 IAIN Malang, Tahun 1990
8. S-2 UNISLA, Tahun 2004

Jasa dan Karya Beliau

Selang satu bulan setelah menikah, KH Marzuqi Mustamar bersama istri mencoba mengadu nasib dan hidup mandiri. Saat itu Kyai Marzuqi memilih daerah Gasek, Kecamatan Sukun sebagai tempat jujugan beliau. Pada mulanya, beliau mencari rumah kontrakan yang dekat dengan masjid. Dan akhirnya, beliau ngontrak di rumah salah seorang warga yang bernama pak Har. Setelah segala sesuatunya dianggap cukup, Kyai Marzuqi akhirnya menempati tempat yang baru. Pada saat beliau boyongan, tak lupa santri-santri Pondok Nurul Huda ikut mengantarkan Kyai Marzuqi boyongan ke tempat barunya dan membantu usung-usung barang-barang dan kitab-kitab guru mereka.

Tanpa diduga sebelumnya, pada hari pertama beliau menempati rumah itu, ternyata sudah banyak santri yang datang mengaji kepada beliau. Di rumah yang sederhana itulah Kyai Marzuqi mengajar para santri beliau. Mereka yang waktu itu belajar merupakan cikal bakal santri dan pesantren beliau yang kini menjadi benteng utama umat di wilayah Gasek. Karena santrinya semakin bertambah banyak maka rumah beliau tidak memadai sebagai tempat belajar mereka. Namun, alhamdulillah, Allah SWT memberikan jalan. Waktu itu di daerah Gasek sudah ada Yayasan Sabilurrosyad yang sudah memiliki lahan luas. Namun, setelah beberapa tahun didirikan Yayasan ini belum bisa berkiprah secara optimal. Akhirnya Kyai Marzuqi bekerjasama dengan Yayasan Sabilurrosyad mendirikkan sebuah pesantren dengan Nama Sabilurrosyad.

Aktivitas

Selain sibuk membimbing para santri, kyai yang pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Bahasa Arab Universitas Islam Malang ini juga disibukkan dengan urusan ummat. Tiada hari tanpa memberikan pengajian atau mauidzhoh kepada umat. Mulai mengisi pengajian dari masjid ke masjid, blusukan keliling kampung dan lain sebagainya. Saat ini, KH Marzuqi Mustamar juga aktif di berbagai organisasi keagamaan di antara sebagai Ketua Tanfidiyah PCNU Kota Malang dan anggota Komisi Fatwa MUI Kota Malang. Kedalaman ilmunya sangat dirasakan oleh umat. Sebagai contoh beliau menyusun sebuah kitab, tentang dasar-dasar atau dalil-dalil amaliyah yang dilakukan oleh warga nahdhiyyin. Melalui kitab ini, Kyai Marzuki ingin membuka mata umat bahwa amalan mereka ada dasar hukumnya, sekaligus menjawab tuduhan-tuduhan orang-orang yang tidak setuju dengan sebagian amaliyah warga Nahdhiyyin. Saking hebat dan lugasnya beliau menerangkan itu semua, sampai-sampai Kyai Baidhowi, Ketua MUI Kota Malang memberi julukan “Hujjatu NU”. “Kalau Imam al-Ghozali dikenal sebagai Hujjatul Islam, maka Kyai Marzuki ini Hujjatu NU” Demikian pernyataan Kyai Baidhowi dalam beberapa kesempatan.

Meski kegiatan beliau sangat padat, namun, Kyai yang juga penasehat FKUB ini tetap berusaha untuk menjadi orangtua yang baik. Beliau begitu dekat dan akrab dengan anak-anak beliau yang masih kecil-kecil itu. Tak jarang pula, beliau ikut mengantarkan atau menjemput putra putri beliau sekolah. Dari hasil pernikahan dengan Bu Nyai Saidah, Kyai marzuqi dikaruniai tujuh orang putra. Dua laki-laki dan lima perempuan. Semua putra putrinya disekolahkan di SD Sabilillah Blimbing. Kecerdasan Kyai Marzuqi sepertinya menurun kepada putra-putrinya, terbukti dengan nilai mereka yang seringkali mendapat nilai sempurna termasuk pelajaran eksakta. Bahkan beberapa waktu yang lalu putri beliau menjadi juara Olimpiade Matematika di Yogyakarta dan kini sekolah di SMP Internasional PASIAD milik negera Turki.

Jabatan:
1. Ketua Tanfidiyah PCNU Kota Malang 2 periode
2. Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad
3. Anggota Komisi Fatwa MUI Kota Malang
4. Dosen Humaniora dan Budaya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
5. Penulis tetap di Media Ummat rubrik Mutiara Hadits dan Tanya Jawab
6. Imam dan khotib, pemateri pengajian tetap Masjid Agung Jami’ Malang
7. Imam dan khotib, pemateri pengajian tetap masjid Sabililillah Malang dan banyak masjid besar lainnya

Karya Beliau

Pada tahun 2010 ada satu karya dari tulisan beliau yang monumental yang kini sudah puluhan kali cetak ulang dan disampaikan di hampir ke seluruh penjuru nusantara, yaitu Al-Muqtathafat li ahl al-Bidayat. Buku ini berisi sanggahan kepada beberapa kelompok terutama salafi wahabi yang suka membid’ahkan amaliah kaum Nahdliyyin, dikutip dari dalil-dalil Al-Quran, As-Sunnah dan kaidah Ushul Fiqh. Buku ini masih diperuntukkan untuk kalangan terbatas karena masih berbahasa Arab, yakni para pecinta ilmu, kalangan santri dan pengurus NU. Harapan beliau buku tersebut bisa disampaikan kepada orang lain, manakala sudah dibacakan dan diijazahkan oleh pengarangnya langsung.


Sumber : PWNU Jatim

Selasa, 01 Februari 2022

Susunan Pengurus PBNU 2022-2027, Banyak Pejabat dan Tokoh Perempuan


NUWA Online - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengumumkan susunan pengurus PBNU periode 2022-2027 pada Rabu (12/1/2022). Sejumlah politisi masuk dalam susunan pengurus PBNU 2022-2027. Pengurus PBNU 2022-2027 juga banyak diisi sosok perempuan.

 

Dilansir dari NU Online, susunan Pengurus PBNU masa khidmah 2022-2027 secara resmi diumumkan, di lantai 8 Gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, pada Rabu (12/1/2022). Pada kesempatan tersebut, hadir Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib 'Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Musthofa; Prof Nizar Ali; Nusron Wahid; dan Habib Hilal Al-Aidid, serta Sekretaris Jenderal PBNU H Syaifullah Yusuf.

 

"Alhamdulillah kami telah berhasil memutuskan pengurus lengkap PBNU di dalam rapat bersama formatur, yang diikuti oleh rais 'aam dan wakil-wakil rais 'aam yang ditunjuk, ketua umum terpilih, dan wakil ketua umum yang ditunjuk, serta para midformatur, yang melakukan rapat pada tanggal 5 Januari di Jakarta, dan dari rapat itu dihasilkan susunan lengkap PBNU," kata Gus Yahya di hadapan wartawan dari berbagai media.

 

Ia menjelaskan pula bahwa periode kepengurusan menjadi 2022-2027. Sebab Muktamar ke-34 NU dilaksanakan pada akhir tahun 2021, sedangkan surat keputusan tentang susunan kepengurusan ditetapkan pada 12 Januari 2022 dan berlaku hingga 12 Januari 2027.

 

Berikut susunan lengkap pengurus PBNU masa khidmah 2022-2027 berdasarkan SK PBNU bernomor 01/A.II.04/01/2022 yang terdiri dari mustasyar (dewan penasihat), pengurus harian syuriyah, a’wan (dewan pakar), dan pengurus harian tanfidziyah:

 

Susunan Pengurus PBNU MASA KHIDMAH 2022 – 2027

 

MUSTASYAR PBNU 2022-2027

  • KH. A. Mustofa Bisri AGH.
  • Dr. Baharuddin HS, MA
  • Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin KH.
  • Jirjis Ali Maksum
  • KH. Nurul Huda Djazuli
  • KH. Bunyamin Muhammad
  • KH. Anwar Manshur
  • H. Hasanoel Basri HG
  • KH. Dimyati Rois
  • KH. As'ad Said Ali Habib Luthfi Bin Yahya
  • Prof. Dr. KH. Machasin, MA
  • TGH. LM. Turmudzi Badaruddin
  • Prof. Dr. KH. Artani Hasbi
  • Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA AGH.
  • Habib Abdurrahim Assegaf
  • Nyai Hj. Nafisah Sahal Mahfudz
  • KH. Muhammad Nuh Ad-Dawami
  • Nyai Hj. Shinta Nuriyah A. Wahid
  • KH. Abdullah Ubab Maimoen
  • Nyai Hj. Machfudhoh Aly Ubaid
  • KH. Zaky Mubarok
  • KH. Taufiqurrahman Subkhi
  • KH. Mustafa Bakri Nasution
  • KH. Fuad Nurhasan
  • KH. Abdul Kadir Makarim
  • KH. Muhtadi Dimyathi
  • Dr. Muhammad A.S. Hikam, MA, APU
  • KH. Ulin Nuha Arwani Drs.
  • KH. Ahmad Chozin Chumaidi
  • Habib Zein bin Umar bin Smith
  • KH. Muhammad Hatim Salman, Lc
  • KH. Muhammad Romli
  • H. Herman Deru, SH, MM

 

SYURIYAH Rais 'Aam PBNU 2022-2027: KH. Miftachul Akhyar

Wakil Rais Aam PBNU 2022-2027:

  • KH. Anwar Iskandar
  • KH. Afifuddin Muhajir

 

Rais PBNU 2022-2027:

  • KH. Muhammad Mushtofa Aqiel Siroj
  • KH. Abun Bunyamin Ruhiyat
  • KH. Ali Akbar Marbun
  • Prof. Dr. KH. Zainal Abidin
  • KH. Idris Hamid
  • KH. Adib Rofiuddin Izza
  • KH. Abdullah Kafabihi Mahrus
  • KH. Ubaidillah Faqih
  • KH. Masdar Farid Mas'udi
  • KH. Aniq Muhammadun
  • KH. Azizi Hasbullah
  • Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA
  • KH. Mudatsir Badruddin
  • Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA
  • KH. A. Mu'adz Thohir
  • Dr. KH. Abdul Ghafur Maimoen, MA
  • KH. Bahauddin Nursalim
  • KH. Subhan Makmun
  • KH. Hambali Ilyas
  • KH. Imam Buchori Cholil
  • Prof. Dr. KH. Abd. A'la Basyir
  • KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc, MA, Ph.D
  • KH. Ahmad Haris Shodaqoh
  • KH. Moch. Chozien Adenan
  • KH. Abdul Wahid Zamas
  • KH. Abdul Wahab Abdul Gafur, Lc

 

Katib 'Aam PBNU 2022-2027:

KH. Ahmad Said Asrori

 

Katib PBNU 2027:

  • KH. Nurul Yaqin Ishaq
  • Dr. KH. M. Afifudin Dimyathi, Lc, MA
  • KH. Sholahudin Al-Aiyub, M.Si
  • Dr. KH. Hilmy Muhammad, MA
  • KH. Abu Yazid Al-Busthami
  • KH. Faiz Syukron Makmun, Lc, MA
  • KH. Athoillah Sholahuddin Anwar
  • KH. Muhammad Abdurrahman Al Kautsar
  • Dr. KH. Abdul Moqsith Ghazali, MA
  • KH. Reza Ahmad Zahid
  • Habib Luthfi bin Ahmad Al-Attas
  • Dr. KH. Abdul Ghofar Rozin
  • KH. Maksum Faqih
  • Dr. KH. Nur Taufik Sanusi, MA
  • KH. M. Syarbani Haira
  • KH. Muhammad Aunullah A'la Habib, Lc
  • KH. Ahmad Muzani Al-Fadani
  • KH. Sarmidi Husna
  • H. Ikhsan Abdullah, SH, MH
  • KH. Muhyidin Thohir, M.Pd.I
  • KH. Ahmad Tajul Mafakhir
  • Dr. HM. Asrorun Ni'am Sholeh,

 

MA A’WAN PBNU 2022-2027

  • Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf
  • H. Ahmad Sudrajat, Lc. MA
  • Habib Ahmad Al Habsyi
  • KHR. Chaidar Muhaimin
  • Dr. KH. Zaidi Abdad
  • KH. Najib Hasan
  • Dr. H. Endin AJ Soefihara, MMA
  • Dr. Ali Masykur Musa, M.Si, M.Hum
  • Dr. H. Imam Anshori Saleh, SH, MA
  • Dr. H. Anis Naki
  • Hj. Nafisah Ali Maksum
  • Dr. H. Agus Rofiudin
  • Hj. Badriyah Fayumi
  • KH. Matin Syarqowi
  • Hj. Ida Fatimah Zainal
  • H. Hamid Usman, SE
  • Hj. Dr. Faizah Ali Sibromalisi
  • KH. Muhammad Fadlan Asyari
  • Prof. Dr. Muhammad Nasir
  • Prof. Dr. Asasri Warni
  • Dr. H. Mochsen Alydrus
  • Dr. H. Muhajirin Yanis
  • KH. Masyhuri Malik Masryah Amva
  • KH. Mahfud Asirun
  • H. Misbahul Ulum, SE
  • KH. Yazid Romli, Lc, MA
  • Prof. Dr. Ali Nurdin
  • KH. Ahmad Ma'shum Abror, M.Pd.I
  • Dr. Rahmat Hidayat
  • Dr. Dany Amrul Ichdan, SE, M.Sc
  • Dr. Chaider S. Banualim, MA
  • Dr. H. Juri Ardiantoro, M.Si
  • KH. Abdul Muhaimin
  • Ir. H. Irsan Noor
  • H. Zainal Abidin Amir, MA
  • KH. Taj Yasin Maimun

 

TANFIDZIYAH PBNU 2022-2027

Ketua Umum : KH. Yahya Cholil Staquf

Wakil Ketua Umum :

  • KH. Zulfa Mustofa
  • KH. Sayyid Muhammad Hilal Al Aidid
  • Prot. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag
  • H. Nusron Wahid, SE

 

Ketua :

  • Prof. Dr. KH. Moh. Mukri, M.Ag
  • KH. Hasib Wahab Chasbullah
  • Ny. Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, MA
  • H. Amin Said Husni, MA
  • H. Aizuddin Abdurrahman, SH
  • KH. Abdul Hakim Mahfudz
  • H. Umarsyah, S.IP
  • H. Ishfah Abidal Aziz, SHI, MH
  • Dr. H. Miftah Faqih
  • Ny. H. Alissa Qotrunnada Wahid, S.Psi
  • Drs. H. Amiruddin Nahrawi, M.Pd.
  • Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd
  • H. Sarbin Sehe, S.Ag, M.Pd.l.
  • Prof. Dr. H. Agus Zainal Arifin
  • Drs. H. Abdullah Latopada, MA
  • Dr. KH. Ahmad Fahrurrozi
  • Drs. H. Muhammad Tambrin M.M.Pd
  • Mohamad Syafi Alielha
  • H. Arif Rahmansyah Marbun, SE, MM
  • Padang Wicaksono, SE, M.Sc, Ph.D
  • Ir. Fahrizal Yusuf Affandi, M.Sc, Ph.D
  • H. Nasyirul Falah Amru, SE, MAP
  • H. Choirul Sholeh Rasyid, SE
  • Dr. H. Zainal Abidin Rahawarin, M.Si
  • H. Mohammad Jusuf Hamka
  • Dr. H. Eman Suryaman, SE, MM
  • H. Robikin Emhas

 

Sekretaris Jenderal : Drs. H. Saifullah Yusuf

Wakil Sekretaris Jenderal :

  • KH. Abdussalam Sohib
  • Prof. Dr. Ahmad Muzakki, M.Ag, SEA
  • H. S. Suleman Tanjung, M.Pd
  • Dr. H. Muhammad Aqil Irham, M.Si
  • Drs. H. Imron Rosyadi Hamid, SE, M.Si
  • Faisal Saimima, SE
  • Mas'ud Saleh
  • Ai Rahmayanti, S.Sos, M.Ag
  • H.M. Silahuddin, MH
  • H. Rahmat Hidayat Pulungan, M.Si
  • Habib Abdul Qodir Bin Aqil, SH, MA, LLM
  • Dr. Najib Azca
  • H. Syarif Munawi, SE, MM
  • Isfandiari Mahbub Djunaidi
  • H. Taufiq Madjid, S.Sos, M.Si
  • Dr. H. Muhammad Faesal, MH, M.Pd
  • H. Andi Sahibuddin, M.Pd
  • Drs. Lukman Khakim, M.Si
  • H. Nur Hidayat, MA
  • H. Lukman Umafagur, S.Hut, M.Si

 

Bendahara Umum :

  • H. Mardani
  • H. Maming

 

Bendahara :

  • H. Dipo Nusantara Pua Upa, SH, MH, M.Kn
  • H. Sumantri Suwarno, SE
  • H. Gudfan Arif
  • Nuruzzaman, S.Ag, M.Si
  • Hidayat Firmansyah
  • Nashruddin Ali
  • H. Ahmad Nadzir
  • H. Burhanudin Mochsen
  • Dr. H. Ashari Tambunan
  • Dr. Faisal Ali Hasyim, SE, M.Si, CA, CSEP
  • H. Aswandi Rahman
  • H. Fesal Musaad, S.Pd, M.Pd

 

Itulah daftar pengurus PBNU 2022-2027. Selamat bertugas pengurus PBNU 2022-2027.