Selasa, 08 Maret 2022
Kyai As'ad Syamsul Arifin | Sang Penakluk Preman Tapal Kuda
Minggu, 06 Maret 2022
Peringatan Harlah NU di Watulimo; Sebagai Sarana Untuk Meningkatkan Kualitas Pengurus dan Kader NU dalam Khidmah di Organisasi
NUWAGA Online – Blimbing (6/3/2022) Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Watulimo menggelar Peringatan Hari Lahir Ke-99 Nahdlatul Ulama. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Hidayaturrohman yang beralamat di Dukuh Blimbing Desa Watulimo Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.
.
Pada kegiatan kali ini, MWC NU Watulimo
melaksanakan Peringatan Harlah NU beda dari peringatan sebelumnya. Dimana acaranya
dikemas dalam bentuk 3 in 1, yaitu tiga moment/event dalam satu acara/kegiatan
yang meliputi peringatan Harlah NU, Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW dan Megengan
Kubro.
Peringatan Harlah NU tersebut oleh MWC NU Watulimo diisi dengan Doa Bersama (Dzikir Bersama) yang dipimpin oleh Bapak KH. Suryani (Rais Syuriyah MWC NU Watulimo) dan dilanjutkan dengan Sambutan oleh Ketua Tanfidziyah, yaitu Bapak Kyai Leif Sulaiman, M.Pd. Dalam sambutannya bapak leif menyampaikan beberapa poin penting diantaranya bahwa Pengurus NU harus memiliki jiwa dan semangat untuk berkhidmah di organisasi sebagai Kader militan. Kader yang tidak gampang mutungan dan harus selalu berinovasi untuk menjadikan Jam’iyyah dari hari ke hari semakin lebih baik dan bermanfaat untuk umat.
.
“Kader NU harus optimis dalam segala
hal, tidak gampang mutungan dan berupaya untuk menjadikan diri pribadi dan
organisasi semakin lebih baik, lebih professional dan lebih bermanfaat untuk
umat” begitu terangnya.
Ketua MWC yang kesehariannya berprofesi sebagai ASN dan pimpinan disalah satu Sekolah di Kabupaten Trenggalek tersebut tidak bosan-bosannya untuk menyemangati para pengurus NU dan Banom NU untuk semakin berbenah diri. Kualitas Pengurus harus selalu diupgrade, agar mampu menyesuaikan dengan kebutuhan zaman mengingat saat ini eranya teknologi digital yang mau tidak mau segenap jajaran pengurus harus beradaptasi dengan hal tersebut.
.
Dilain hal, Ketua MWC juga menyampaikan
apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pengurus Ranting NU,
Pimpinan Lembaga MWC, dan Pimpinan Banom NU yang selalu berinovasi untuk
menjadikan organisasi semakin lebih baik dan lebih kreatif dalam karya dan
kegiatan.
.
Puncak acara Harlah NU dan Peringatan
Isro’ Mi’roj diisi dengan ceramah agama oleh bapak Drs. KH. Imam Musaji, selaku
wakil Rais Syuriyah MWC NU Watulimo. Beliau menyampaikan tentang Hikmah Isro’
Mi’roj dan relevansinya dalam berorganisasi di Nahdlatul Ulama. Sebagai kader
dan pengurus NU, kita harus mencontoh kepada pemimpin Dunia dan Akhirat yaitu
Baginda Nabi Muhammad SAW, karena hanya beliaulah Manusia yang paling sempurna
dan terjaga dari dosa (ma’shum).
“Sebagai Kader/Pengurus NU kita harus dan wajib meneladani pemimpin kita, yaitu Baginda Rasululloh SAW, kita wajib melaksanakan syariat yang beliau sampaikan kepada umatnya yaitu ajaran Islam Ahlussunnah waljamaah” begitu dawuhnya.
.
Hadir pada kegiatan peringatan Harlah
NU, Isro’ Mi’roj dan Megengan Kubro antara lain; segenap jajaran Pengurus MWC
NU Watulimo, Pengurus Ranting NU se-Kec. Watulimo, Banom NU tingkat PAC
meliputi : Pengurus PAC GP. Ansor dan Satkoryon Banser Watulimo, Pengurus PAC
Muslimat NU, PAC Fatayat NU, PAC IPNU-IPPNU dan Ketua PAC IPSNU Pagar Nusa
Kecamatan Watulimo.
.
Alhamdulillah, secara keseluruhan
kegiatan yang dipandu oleh sahabat Murdiyanto (Ketua PAC GP. Ansor Watulimo)
tersebut telah terlaksana dengan baik, lancar, aman dan sukses dengan harapan
semoga membawa kemanfaatan dan keberkahan untuk semuanya. Aamiin (MY)
Kontributor : Myanto
Fotografer : Fahmi NH
Jumat, 04 Maret 2022
MKNU dan PKPNU Dilebur Jadi Satu, Dikelola Lakpesdam
Kamis, 03 Maret 2022
Respons Pernyataan Menag soal Toa, Ansor Jatim: Ada Manipulasi Informasi
“Ini merupakan gerakan lama dan pelaku yang sama yang kembali membuat gaduh dengan melakukan framing di media,” ujar Gus Syafiq dalam keterangan yang diterima awak media, Jum’at (25/02/2022).
Ia menambahkan, senyatanya framing bukanlah sebuah kebohongan. Namun, pembelokan fakta secara halus tersebut justru merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Maka dari itu, dirinya meminta masyarakat dapat bersikap cerdas dan memahami secara utuh hal-hal yang disampaikan Menag RI.
“Itu karena kita semua menjunjung tinggi kaidah Dar'ul Mafashid Muqaddamun ‘ala Jalbil Mashalih. Mencegah kemudharatan itu harus menjadi skala prioritas di atas mengambil kemaslahatan. Saya kira cukupkan gerakan framing ini dan sudahi," pungkasnya.
Sumber : Jatim NU.OR.ID
Minggu, 27 Februari 2022
Perkuat Civil Society, NU Terbuka Menerima Kritik dari Kalangan Pers
SURABAYA — Kekuatan Civil Society di Indonesia mendapat penopang yang kuat untuk menggerakkan fungsinya atas dukungan media massa. Kerja pers yang sehat dan profesional menjadikan posisi tawar Civil Society dan negara semakin kuat, dalam menyuarakan fakta dan kebenaran di tengah masyarakat yang terus berubah.
“NU sebagai Civil Society sudah lazim mengajak kerja sama dengan media massa dan kalangan pers. Karenanya, kolaborasi dengan pengambil kebijakan di institusi media yang dikelola secara profesional akan menjadikan kekuatan tersendiri bagi kemajuan bersama,” tutur Prof DR KH Abd A’la Basyir, Ketua Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-99 NU dalam keterangan Jumat, 25 Februari 2022.
Guru Besar UIN Sunan Ampel yang juga Rais Syuriah PBNU menegaskan, sebagai kekuatan Civil Society NU bersama-sama pers mempunyai tanggung jawab sosial dan moral, untuk melakukan pembelaan terhadap masyarakat secara luas.
“Apalagi, keberadaan media massa selalu berjalan seiring dengan perkembangan masyarakat. Sejak perjalanan bangsa Indonesia sebelum kemerdekaan, media massa berfungsi untuk melakukan kesadaran akan kebangsaan dan perubahan-perubahan ke arah perbaikan masyarakat,” tutur Prof KH Abd. A’la, yang .
Prof. Abd. A’la, yang juga Pengasuh Pesantren An-Nuqoyyah Guluk-Guluk Sumenep, menyampaikan pesan pengantar dalam Forum Group Discussion (FGD) Nahdlatul Ulama dan Forum Pemimpin Redaksi Jawa Timur, digelar di ruang utama kantor PWNU Jawa Timur di Surabaya, Kamis 24 Februari 2022.
Dihadiri lebih dari 40 Pemimpin Redaksi (Pemred) media-media di Jawa Timur, baik media cetak, media elektronika dan media berita online. Mulai dari Jawa Pos, Kompas, Kantor Berita Antara, Duta Masyarakat, SindoNews, Surya, dll. Sedang televisi di antaranya, TV9, JTV, KompasTV, MaduTV, CNN, TVOne, dll.
Siap Menerima Kritik Pers
FGD NU dan Forum Pemred Jawa Timur, juga dihadiri KH Abdus Salam Shohib, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur, yang secara intens mendengar masukan dan kritik dari para wartawan senior. Di antara dari media berita online, beritajatim.com, ngopibareng.id, Duta.co, dll. Tak ketinggal, Pemred Majalah Joyoboyo dan Panjebar Semangat menyampaikan kritiknya.
Sedang utusan dari organisasi profesi, ada Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Masyarakat Siber Indonesia (AMSI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (ITJI).
Pada kesempatan FGD yang dipandu Riadi Ngasiran, disampaikan pesan-pesan soal program NU ke depan oleh Hakim Jayli, CEO TV9, yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur dan Sekretaris PWNU Jatim Dr Muhammad Hasan Ubaidillah.
Sementara itu, KH Abdus Salam Shohib didampingi Wakil Katib PWNU Jatim KH Sholeh Hayat, memberikan penjelasan, menjelang satu abad, tantangan yang dihadapi NU semakin kompleks. Tidak hanya terkait keumatan namun juga bagaimana respons NU terhadap perkembangan zaman.
Menurut Gus Salam, panggilan akrab Pengasuh Pesantren Manbaul Maarif Denanyar Jombang, NU harus menyikapi dengan bijak dunia digital. Karena dengan sikap bijak itu, jam’iyyah ini tidak akan ketinggalan juga tidak boleh menggadaikan nilai-nilai utama yang dimiliki.
“Seorang yang bijak dan cerdas itu akan mengikuti perkembangan zaman dan akan bersikap sesuai kebutuhan zaman dengan tidak menggadaikan nilai-nilai fundamental seperti akhlak dan norma-norma.
“Namun kita bisa menyesuaikan cara dan desainnya dengan massif di media sosial dan menggunakan platform digital. Karena jika tidak mengikuti zaman, dakwah yang kita tidak sampai di masyarakat,” katanya.
Dalam acara Forum Grup Discussion (FGD) Pemimpin Redaksi se-Jawa Timur itu, Gus Salam juga mengungkapkan ada beberapa masukan yang diberikan para awak media kepada NU.
“Ada banyak masukan dari awak media kepada NU, diantaranya adalah digitalisasi di berbagai hal dan konsentrasi NU dalam kehadiran media di persoalan umat,” ujar Gus Salam, cucu pendiri NU KH Bisri Syansuri.
Kritik-Masukan Selaras Fokus PWNU
Gus Salam memaparkan bahwa sebenarnya masukan-masukan tersebut selaras dengan fokus utama PWNU Jatim.
“Ini sebenarnya sama dengan fokus kita menjelang satu abad ini. Salah satunya yang paling kita inginkan adalah orientasi pelayanan umat yang maksimal. Makanya ada panca harakah yg disitu ada fasilitas kesehatan, BMT, literasi digital, pendidikan, dan pengkaderan. Itulah bentuk pelayanan NU kepada umat,” tutur Gus Salam.
Menjelang FGD ini berakhir, Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, berkesempatan menyampaikan tanggapan dan sekaligus menutup dengan doa.
“Pada dasarnya, kami siap menerima kritik. Asalkan, media dan kalangan pers bekerja profesional dalam menyampaikan fakta,” pesan Marzuki Mustamar, yang Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad Gasek Kota Malang. (*)
Sumber : PWNU Jatim
Sabtu, 26 Februari 2022
Tujuh Dalil Pengaturan Pengeras Suara pada Tempat Ibadah
Selain mengajarkan kebaikan, Islam juga mengajarkan kebaikan itu harus dilakukan dengan cara-cara yang baik. Mengajak orang lain ibadah itu sangat baik, namun demikian ajakan itu pun harus dilakukan dengan cara-cara yang baik. Termasuk dalam hal ini adalah penggunaan pengeras suara atau mikrofon di tempat ibadah seperti masjid dan mushalla.
Sumber: NU Online
Jumat, 25 Februari 2022
Konfernas Digelar 23 Juli, Rois Am PBNU Harapkan Aksi Nyata HPN Gerakkan Ekonomi Nahdliyin
Jakarta — Rois Am Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftahul Akhyar meminta Himpunan Pengusaha Nahdliyin atau HPN menjadi motor penggerak ekonomi kaum nahdliyin melalui berbagai aktivitas bisnis dalam rangka membangun Industri Kecil Menengah yang merupakan basis warga NU. Forum permusyawaratan Konferensi Nasional (Konfernas) HPN yang akan digelar pada 23 Juli 2022 mendatang harus mampu merumuskan program konkrit, positioning dan sinergi antar kaum Nahdliyin yang harus dijalankan HPN demi membangun gerakan ekonomi umat. Hal ini disampaikan oleh Rois Am PBNU saat menerima kunjungan Ketua Umum DPP HPN, Ir Abdul Kholik di Jakarta, Rabu (23/2) malam.
Sumber : PWNU Jatim
Minggu, 20 Februari 2022
Aplikasi NU Rilis Fitur-Fitur Baru untuk Sambut Ramadhan
Jakarta — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui media resminya, NU Online, telah meluncurkan sejumlah fitur tambahan dalam aplikasi berbasis Android dan iOS yang bernama NU Online Super App. Berbagai penyempurnaan dari sisi konten dan teknologi dilakukan guna menyongsong bulan suci Ramadhan.
“PBNU ingin aplikasi NU Online terus berkembang dan semakin relevan dengan kebutuhan muslim di Indonesia, bahkan dunia. Ini adalah bagian dari komitmen PBNU periode sekarang untuk meningkatkan perannya di ruang digital,” kata Ketua PBNU Mohamad Syafi Alielha (Savic Ali), Sabtu (19/2/2022).
Ia mengajak umat Islam memanfaatkan teknologi ini dengan sebaik-baiknya. Platform digital yang mengangkat jargon “Aplikasi Keislaman Terlengkap” ini bisa diinstal di Play Store maupun App Store (nu.or.id/superapp).
NU Online Super App yang diluncurkan secara resmi oleh PBNU pada 27 Februari 2021 harlah NU 16 Rajab 1442 H) kini memiliki sedikitnya 16 fitur andalan, mulai dari Al-Qur’an, Doa & Wirid, Maulid, Kompas Kiblat, Kalender Hijriah, Tutorial Ibadah, hingga Tasbih Digital dan Kalkulator Zakat. Untuk meningkatkan layanan keagamaan selama Ramadhan 1443 H, NU Online Super App merilis fitur baru, yakni Ramadhan dan Ziarah serta penambahan sejumlah fungsi pada fitur-fitur lama agar kian memudahkan pengguna selama menunaikan ibadah di bulan suci.
Koordinator Program Pengembangan NU Online Super App Mahbib Khoiron menjelaskan, fitur Ramadhan yang tahun kemarin menemani bulan puasa warganet juga bakal tampil lagi dengan isi dan tampilan yang lebih segar. Menu-menu yang disajikan dalam fitur ini menyangkut rutinitas ibadah selama bulan suci, mulai dari niat puasa, doa berbuka, bacaan Lailatul Qadar, sampai tutorial shalat tarawih dan witir lengkap dengan doa dan wirid sesudahnya. Fitur ini juga diperkaya dengan kumpulan khutbah Jumat bertema Ramadhan, panduan teknis pelaksanaan zakat fitrah, takbiran, shalat Id, serta kompilasi khutbah Idul Fitri dalam aneka judul.
Sementara pada fitur Ziarah disuguhkan titik-titik lokasi makam dan tapak tilas ulama atau tokoh dari berbagai penjuru Indonesia. Selain Google Map, fitur ini juga dilengkapi kolom biografi singkat, tempat dan waktu kelahiran/kewafatan, serta artikel atau video terkait dengan itu. “Penambahan daftar lokasi ziarah akan diperbaharui terus sehingga publik akan mendapatkan panduan berziarah secara lebih lengkap,” kata Mahbib.
Pada fitur Jadwal Shalat, ada pula beberapa penambahan fungsi. Salah satunya, pengguna dari seluruh penjuru Tanah Air nanti bisa membagikan jadwal imsakiyah harian atau bulanan dalam format PDF. Jadwal shalat dihitung secara otomatis sesuai koordinat lokasi pengguna, berdasarkan penghitungan Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (Subuh -20°, Isya -18°, ihtiyat +2 menit). Ini bisa menjadi panduan awal yang akurasinya dapat diselaraskan dan dikuatkan lagi dengan hasil penghitungan Lembaga Falakiyah NU di tingkat lokal masing-masing.
“Lebih dari sekadar aplikasi ibadah, NU Online Super App berkomitmen hadir sebagai aplikasi belajar Islam yang otoritatif, agar kaum muslimin di mana saja secara mudah mengakses pengetahuan keislaman dari sumber-sumber yang kredibel,” tutur Mahbib.
Perhatikan Sumber Belajar Agama
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf secara terpisah mengatakan, teknologi informasi merupakan elemen yang sangat penting dalam strategi dakwah dewasa ini. Apalagi kini teknologi sering menjadi perangkat yang amat mempengaruhi jalan pikiran banyak orang.
Pria yang akrab disapa Gus Yahya ini mengingatkan bahwa NU merupakan organisasi yang bertugas sebagai pembawa ilmu dari para ulama.
“Ilmu yang kita unduh dari para ulama ini adalah agama, maka kita betul-betul harus hati-hati dari mana kita mengambil agama kita ini,” ungkap kiai yang pernah menempuh pendidikan agama di Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta, pada 1979-1994 itu.
Gus Yahya mengapresiasi peran NU Online sebagai pintu yang mu’tabar (kredibel) bagi peselancar dunia maya yang ingin belajar Islam. Ia mendorong NU Online terus meningkatkan kiprahnya sebagai pusat layanan informasi keagamaan di Indonesia, yang berkualitas tinggi dan memperhatikan sanad keilmuan para ulama. [*]
Sumber : PWNU Jatim
Jumat, 04 Februari 2022
Profil KH. Marzuqi Mustamar (Ketua PWNU Jawa Timur)
Lahir
KH Marzuqi Mustamar lahir di Blitar tanggal 22 September 1966. Sungguh beruntung Kyai Marzuqi karena dilahirkan dalam keluarga yang taat beribadah sekaligus mengerti agama. Ya, abahnya adalah seorang kyai. Alhasil, sejak kecil Kyai Marzuqi dibesarkan dan dididik oleh kedua orang tua beliau dengan disiplin ilmu yang tinggi. Di bawah pengawasan orang tua beliau inilah putra dari Kyai Mustamar dan Nyai Siti Jainab ini mulai belajar Al-Qur’an dan dasar-dasar ilmu agama.
Keluarga
Pada tahun 1994, KH Marzuqi Mustamar memulai hidup baru. Beliau mempersunting salah seorang santriwati Pondok Nurul Huda yang bernama Saidah. Sang istri merupakan putri Kyai Ahmad Nur yang berasal dari Lamongan. Kyai Marzuqi sangat bersyukur sekali sebab gadis yang menjadi pendamping hidup beliau adalah seorang hafidzoh (hafal Al-qur’an).
Istri: Hj. Saidah
Putra-Putri:
1.Habib Nur Ahmad
2.Diana Nabila
3.Millah Shofiya
4.M. ‘Izzal Maula
5.‘Izza Nadila
6.Rossa Rahmania
7.Dina Roisah Kamila
Pendidikan
Selain dididik disiplin ilmu yang tinggi, ternyata beliau waktu kecil sudah dididik tentang kemandirian agar memiliki etos kerja yang tinggi dengan cara memelihara kambing dan ayam petelur milik Bu Lik Umi Kultsum. Dengan memelihara kambing dan ayam petelur inilah, beliau mendapat pelajaran bagaimana membimbing umat islam, dan bagaimana menjadi pemimpin.
Pendidikan Dini
Saat duduk di kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah sampai sebelum belajar di Malang, anak kedua dari delapan bersaudara ini mulai belajar ilmu nahwu, shorof, tasawuf dan ilmu fikih kepada Kyai Ridwan dan Kyai-Kyai lain di Blitar. Sejak SMP, beliau diminta mengajar Al-Qur’an dan kitab-kitab kecil lainnya kepada anak-anak dan tetangga beliau. Pada usia yang masih belia tersebut, beliau sudah mengkhatamkan dan faham kitab Mutammimah pada saat beliau kelas 3 SMP.
Selepas dari SMP Hasanuddin, beliau melanjutkan ke Madrasah Aliyah Negeri Tlogo Blitar. KH Marzuqi Mustamar muda merupakan pemuda yang beruntung sebab di usia beliau yang masih belia itu, beliau sudah mendalami ilmu agama ke beberapa orang kyai di Blitar. Di antaranya, beliau mendalami ilmu balaghoh dan ilmu mantek kepada Kyai Hamzah. Mendalami ilmu fikih kepada Kyai Abdul Mudjib dan ngaji Ilmu Hadits kapada Kyai Hasbullah Ridwan.
Ketika beliau duduk di bangku Aliyah, beliau sudah khatam kitab Hadits Muslim dan kitab-kitab kecil lainnnya. Sebelum beliau belajar di Malang, selama di Blitar yang mengajar beliau adalah Orangtua beliau, Kyai Hasbullah Ridwan yang masih eyang beliau, Kyai Hamzah dan Kyai Mujib adalah guru beliau di MAN Tlogo.
Setamat dari MAN Tlogo pada tahun 1985, kyai kelahiran 22 September 1966 ini melanjutkan jenjang pendidikan formalnya di IAIN (sekarang UIN Maulana Malik Ibrahim) Malang, yang waktu itu masih merupakan cabang IAIN Sunan Ampel Surabaya. Untuk menambah ilmu agama yang sudah beliau dapat, Kyai yang juga Anggota Komisi Fatwa MUI Kota Malang ini nyantri kepada KH A Masduqi Machfudz di Pondok Pesantren Nurul Huda Mergosono. Mengetahui kecerdasan dan keilmuan Kyai Marzuqi yang di atas rata-rata santrinya yang lain, akhirnya Kyai Masduki memberi amanah kepada Kyai Marzuki untuk membantu mengajar di pesantrennya, meskipun saat itu Kyai Marzuki masih berusia 19 tahun. “Saat itu saya diminta untuk mengajar kitab Fathul Qorib bab buyuu’ (jual-beli),” Kenang kyai yang juga Dosen Fakultas Humaniora dan Budaya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini.
Berguru pada KH Masduqi Mahfudz
Selain itu, KH Marzuqi Mustamar juga beruntung, karena beliau seringkali diminta untuk mendampingi dakwah KH A Masduqi Machfudz saat mengisi pengajian maupun dalam rapat-rapat organisasi kemasyarakatan. Dari sinilah Kyai marzuki mulai mengetahui betapa beratnya tugas seorang ulama dalam mengayomi umat. Dari gurunya yang juga Rois Syuriah NU Wilayah Jawa Timur itu, Kyai Marzuqi belajar akan keistikomahan menjadi seorang guru. Kyai Masduki Mahfudz itu meskipun pulang malam hari dari mengisi pengajian, beliau selalu membangunkan para santrinya untuk mengaji,” ungkap Kyai Marzuqi.
Salah satu kelebihan beliau, saat masih duduk di bangku kuliah, Kyai Marzuqi sudah biasa memberikan kursus nahwu kepada mahasiswa yuniornya. Namun, ternyata, banyak juga mahasiswa yang tidak hanya belajar nahwu, namun juga mengaji kitab kepadanya. Dengan begini, keilmuan beliau semakin terasah. Kemudian pada tahun 1987 Kyai berputra tujuh ini mendapatkan kesempatan belajar di LIPIA Jakarta. Setelah menempuh dua tahun masa studinya di sana, Kyai Marzuqi kembali ke Malang untuk membantu mengajar di pesantren Nurul Huda, Mergosono dan melanjutkan kuliah S-1.
Ringkasan Pendidikan
1. TK Muslimat Karangsono Kanigoro, Blitar tahun 1972
2. MI. Miftahul ‘Ulum, Tahun 1979
3. SMP Hasanuddin, Tahun 1982
4. MAN Tlogo, Tahun 1985
5. PP. Nurul Huda, Mergosono
6. LIPIA Jakarta, Tahun 1988
7. S-1 IAIN Malang, Tahun 1990
8. S-2 UNISLA, Tahun 2004
Jasa dan Karya Beliau
Selang satu bulan setelah menikah, KH Marzuqi Mustamar bersama istri mencoba mengadu nasib dan hidup mandiri. Saat itu Kyai Marzuqi memilih daerah Gasek, Kecamatan Sukun sebagai tempat jujugan beliau. Pada mulanya, beliau mencari rumah kontrakan yang dekat dengan masjid. Dan akhirnya, beliau ngontrak di rumah salah seorang warga yang bernama pak Har. Setelah segala sesuatunya dianggap cukup, Kyai Marzuqi akhirnya menempati tempat yang baru. Pada saat beliau boyongan, tak lupa santri-santri Pondok Nurul Huda ikut mengantarkan Kyai Marzuqi boyongan ke tempat barunya dan membantu usung-usung barang-barang dan kitab-kitab guru mereka.
Tanpa diduga sebelumnya, pada hari pertama beliau menempati rumah itu, ternyata sudah banyak santri yang datang mengaji kepada beliau. Di rumah yang sederhana itulah Kyai Marzuqi mengajar para santri beliau. Mereka yang waktu itu belajar merupakan cikal bakal santri dan pesantren beliau yang kini menjadi benteng utama umat di wilayah Gasek. Karena santrinya semakin bertambah banyak maka rumah beliau tidak memadai sebagai tempat belajar mereka. Namun, alhamdulillah, Allah SWT memberikan jalan. Waktu itu di daerah Gasek sudah ada Yayasan Sabilurrosyad yang sudah memiliki lahan luas. Namun, setelah beberapa tahun didirikan Yayasan ini belum bisa berkiprah secara optimal. Akhirnya Kyai Marzuqi bekerjasama dengan Yayasan Sabilurrosyad mendirikkan sebuah pesantren dengan Nama Sabilurrosyad.
Aktivitas
Selain sibuk membimbing para santri, kyai yang pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Bahasa Arab Universitas Islam Malang ini juga disibukkan dengan urusan ummat. Tiada hari tanpa memberikan pengajian atau mauidzhoh kepada umat. Mulai mengisi pengajian dari masjid ke masjid, blusukan keliling kampung dan lain sebagainya. Saat ini, KH Marzuqi Mustamar juga aktif di berbagai organisasi keagamaan di antara sebagai Ketua Tanfidiyah PCNU Kota Malang dan anggota Komisi Fatwa MUI Kota Malang. Kedalaman ilmunya sangat dirasakan oleh umat. Sebagai contoh beliau menyusun sebuah kitab, tentang dasar-dasar atau dalil-dalil amaliyah yang dilakukan oleh warga nahdhiyyin. Melalui kitab ini, Kyai Marzuki ingin membuka mata umat bahwa amalan mereka ada dasar hukumnya, sekaligus menjawab tuduhan-tuduhan orang-orang yang tidak setuju dengan sebagian amaliyah warga Nahdhiyyin. Saking hebat dan lugasnya beliau menerangkan itu semua, sampai-sampai Kyai Baidhowi, Ketua MUI Kota Malang memberi julukan “Hujjatu NU”. “Kalau Imam al-Ghozali dikenal sebagai Hujjatul Islam, maka Kyai Marzuki ini Hujjatu NU” Demikian pernyataan Kyai Baidhowi dalam beberapa kesempatan.
Meski kegiatan beliau sangat padat, namun, Kyai yang juga penasehat FKUB ini tetap berusaha untuk menjadi orangtua yang baik. Beliau begitu dekat dan akrab dengan anak-anak beliau yang masih kecil-kecil itu. Tak jarang pula, beliau ikut mengantarkan atau menjemput putra putri beliau sekolah. Dari hasil pernikahan dengan Bu Nyai Saidah, Kyai marzuqi dikaruniai tujuh orang putra. Dua laki-laki dan lima perempuan. Semua putra putrinya disekolahkan di SD Sabilillah Blimbing. Kecerdasan Kyai Marzuqi sepertinya menurun kepada putra-putrinya, terbukti dengan nilai mereka yang seringkali mendapat nilai sempurna termasuk pelajaran eksakta. Bahkan beberapa waktu yang lalu putri beliau menjadi juara Olimpiade Matematika di Yogyakarta dan kini sekolah di SMP Internasional PASIAD milik negera Turki.
Jabatan:
1. Ketua Tanfidiyah PCNU Kota Malang 2 periode
2. Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad
3. Anggota Komisi Fatwa MUI Kota Malang
4. Dosen Humaniora dan Budaya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
5. Penulis tetap di Media Ummat rubrik Mutiara Hadits dan Tanya Jawab
6. Imam dan khotib, pemateri pengajian tetap Masjid Agung Jami’ Malang
7. Imam dan khotib, pemateri pengajian tetap masjid Sabililillah Malang dan banyak masjid besar lainnya
Karya Beliau
Pada tahun 2010 ada satu karya dari tulisan beliau yang monumental yang kini sudah puluhan kali cetak ulang dan disampaikan di hampir ke seluruh penjuru nusantara, yaitu Al-Muqtathafat li ahl al-Bidayat. Buku ini berisi sanggahan kepada beberapa kelompok terutama salafi wahabi yang suka membid’ahkan amaliah kaum Nahdliyyin, dikutip dari dalil-dalil Al-Quran, As-Sunnah dan kaidah Ushul Fiqh. Buku ini masih diperuntukkan untuk kalangan terbatas karena masih berbahasa Arab, yakni para pecinta ilmu, kalangan santri dan pengurus NU. Harapan beliau buku tersebut bisa disampaikan kepada orang lain, manakala sudah dibacakan dan diijazahkan oleh pengarangnya langsung.
Sumber : PWNU Jatim
Selasa, 01 Februari 2022
Susunan Pengurus PBNU 2022-2027, Banyak Pejabat dan Tokoh Perempuan
Dilansir dari
NU Online, susunan Pengurus PBNU masa khidmah 2022-2027 secara resmi diumumkan,
di lantai 8 Gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, pada Rabu (12/1/2022).
Pada kesempatan tersebut, hadir Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib 'Aam
PBNU KH Ahmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya),
Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Musthofa; Prof Nizar Ali; Nusron Wahid; dan
Habib Hilal Al-Aidid, serta Sekretaris Jenderal PBNU H Syaifullah Yusuf.
"Alhamdulillah kami telah berhasil memutuskan pengurus lengkap PBNU di
dalam rapat bersama formatur, yang diikuti oleh rais 'aam dan wakil-wakil rais
'aam yang ditunjuk, ketua umum terpilih, dan wakil ketua umum yang ditunjuk,
serta para midformatur, yang melakukan rapat pada tanggal 5 Januari di Jakarta,
dan dari rapat itu dihasilkan susunan lengkap PBNU," kata Gus Yahya di
hadapan wartawan dari berbagai media.
Ia menjelaskan
pula bahwa periode kepengurusan menjadi 2022-2027. Sebab Muktamar ke-34 NU
dilaksanakan pada akhir tahun 2021, sedangkan surat keputusan tentang susunan
kepengurusan ditetapkan pada 12 Januari 2022 dan berlaku hingga 12 Januari
2027.
Berikut
susunan lengkap pengurus PBNU masa khidmah 2022-2027 berdasarkan SK PBNU
bernomor 01/A.II.04/01/2022 yang terdiri dari mustasyar (dewan penasihat),
pengurus harian syuriyah, a’wan (dewan pakar), dan pengurus harian tanfidziyah:
Susunan
Pengurus PBNU MASA KHIDMAH 2022 – 2027
MUSTASYAR PBNU
2022-2027
- KH. A. Mustofa Bisri AGH.
- Dr. Baharuddin HS, MA
- Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin KH.
- Jirjis Ali Maksum
- KH. Nurul Huda Djazuli
- KH. Bunyamin Muhammad
- KH. Anwar Manshur
- H. Hasanoel Basri HG
- KH. Dimyati Rois
- KH. As'ad Said Ali Habib Luthfi Bin Yahya
- Prof. Dr. KH. Machasin, MA
- TGH. LM. Turmudzi Badaruddin
- Prof. Dr. KH. Artani Hasbi
- Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA AGH.
- Habib Abdurrahim Assegaf
- Nyai Hj. Nafisah Sahal Mahfudz
- KH. Muhammad Nuh Ad-Dawami
- Nyai Hj. Shinta Nuriyah A. Wahid
- KH. Abdullah Ubab Maimoen
- Nyai Hj. Machfudhoh Aly Ubaid
- KH. Zaky Mubarok
- KH. Taufiqurrahman Subkhi
- KH. Mustafa Bakri Nasution
- KH. Fuad Nurhasan
- KH. Abdul Kadir Makarim
- KH. Muhtadi Dimyathi
- Dr. Muhammad A.S. Hikam, MA, APU
- KH. Ulin Nuha Arwani Drs.
- KH. Ahmad Chozin Chumaidi
- Habib Zein bin Umar bin Smith
- KH. Muhammad Hatim Salman, Lc
- KH. Muhammad Romli
- H. Herman Deru, SH, MM
SYURIYAH Rais
'Aam PBNU 2022-2027: KH. Miftachul
Akhyar
Wakil Rais Aam
PBNU 2022-2027:
- KH. Anwar Iskandar
- KH. Afifuddin Muhajir
Rais PBNU
2022-2027:
- KH. Muhammad Mushtofa Aqiel Siroj
- KH. Abun Bunyamin Ruhiyat
- KH. Ali Akbar Marbun
- Prof. Dr. KH. Zainal Abidin
- KH. Idris Hamid
- KH. Adib Rofiuddin Izza
- KH. Abdullah Kafabihi Mahrus
- KH. Ubaidillah Faqih
- KH. Masdar Farid Mas'udi
- KH. Aniq Muhammadun
- KH. Azizi Hasbullah
- Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA
- KH. Mudatsir Badruddin
- Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA
- KH. A. Mu'adz Thohir
- Dr. KH. Abdul Ghafur Maimoen, MA
- KH. Bahauddin Nursalim
- KH. Subhan Makmun
- KH. Hambali Ilyas
- KH. Imam Buchori Cholil
- Prof. Dr. KH. Abd. A'la Basyir
- KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc, MA, Ph.D
- KH. Ahmad Haris Shodaqoh
- KH. Moch. Chozien Adenan
- KH. Abdul Wahid Zamas
- KH. Abdul Wahab Abdul Gafur, Lc
Katib 'Aam
PBNU 2022-2027:
KH. Ahmad Said
Asrori
Katib PBNU
2027:
- KH. Nurul Yaqin Ishaq
- Dr. KH. M. Afifudin Dimyathi, Lc, MA
- KH. Sholahudin Al-Aiyub, M.Si
- Dr. KH. Hilmy Muhammad, MA
- KH. Abu Yazid Al-Busthami
- KH. Faiz Syukron Makmun, Lc, MA
- KH. Athoillah Sholahuddin Anwar
- KH. Muhammad Abdurrahman Al Kautsar
- Dr. KH. Abdul Moqsith Ghazali, MA
- KH. Reza Ahmad Zahid
- Habib Luthfi bin Ahmad Al-Attas
- Dr. KH. Abdul Ghofar Rozin
- KH. Maksum Faqih
- Dr. KH. Nur Taufik Sanusi, MA
- KH. M. Syarbani Haira
- KH. Muhammad Aunullah A'la Habib, Lc
- KH. Ahmad Muzani Al-Fadani
- KH. Sarmidi Husna
- H. Ikhsan Abdullah, SH, MH
- KH. Muhyidin Thohir, M.Pd.I
- KH. Ahmad Tajul Mafakhir
- Dr. HM. Asrorun Ni'am Sholeh,
MA
A’WAN PBNU 2022-2027
- Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf
- H. Ahmad Sudrajat, Lc. MA
- Habib Ahmad Al Habsyi
- KHR. Chaidar Muhaimin
- Dr. KH. Zaidi Abdad
- KH. Najib Hasan
- Dr. H. Endin AJ Soefihara, MMA
- Dr. Ali Masykur Musa, M.Si, M.Hum
- Dr. H. Imam Anshori Saleh, SH, MA
- Dr. H. Anis Naki
- Hj. Nafisah Ali Maksum
- Dr. H. Agus Rofiudin
- Hj. Badriyah Fayumi
- KH. Matin Syarqowi
- Hj. Ida Fatimah Zainal
- H. Hamid Usman, SE
- Hj. Dr. Faizah Ali Sibromalisi
- KH. Muhammad Fadlan Asyari
- Prof. Dr. Muhammad Nasir
- Prof. Dr. Asasri Warni
- Dr. H. Mochsen Alydrus
- Dr. H. Muhajirin Yanis
- KH. Masyhuri Malik Masryah Amva
- KH. Mahfud Asirun
- H. Misbahul Ulum, SE
- KH. Yazid Romli, Lc, MA
- Prof. Dr. Ali Nurdin
- KH. Ahmad Ma'shum Abror, M.Pd.I
- Dr. Rahmat Hidayat
- Dr. Dany Amrul Ichdan, SE, M.Sc
- Dr. Chaider S. Banualim, MA
- Dr. H. Juri Ardiantoro, M.Si
- KH. Abdul Muhaimin
- Ir. H. Irsan Noor
- H. Zainal Abidin Amir, MA
- KH. Taj Yasin Maimun
TANFIDZIYAH
PBNU 2022-2027
Ketua Umum :
KH. Yahya Cholil Staquf
Wakil Ketua
Umum :
- KH. Zulfa Mustofa
- KH. Sayyid Muhammad Hilal Al Aidid
- Prot. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag
- H. Nusron Wahid, SE
Ketua :
- Prof. Dr. KH. Moh. Mukri, M.Ag
- KH. Hasib Wahab Chasbullah
- Ny. Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, MA
- H. Amin Said Husni, MA
- H. Aizuddin Abdurrahman, SH
- KH. Abdul Hakim Mahfudz
- H. Umarsyah, S.IP
- H. Ishfah Abidal Aziz, SHI, MH
- Dr. H. Miftah Faqih
- Ny. H. Alissa Qotrunnada Wahid, S.Psi
- Drs. H. Amiruddin Nahrawi, M.Pd.
- Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd
- H. Sarbin Sehe, S.Ag, M.Pd.l.
- Prof. Dr. H. Agus Zainal Arifin
- Drs. H. Abdullah Latopada, MA
- Dr. KH. Ahmad Fahrurrozi
- Drs. H. Muhammad Tambrin M.M.Pd
- Mohamad Syafi Alielha
- H. Arif Rahmansyah Marbun, SE, MM
- Padang Wicaksono, SE, M.Sc, Ph.D
- Ir. Fahrizal Yusuf Affandi, M.Sc, Ph.D
- H. Nasyirul Falah Amru, SE, MAP
- H. Choirul Sholeh Rasyid, SE
- Dr. H. Zainal Abidin Rahawarin, M.Si
- H. Mohammad Jusuf Hamka
- Dr. H. Eman Suryaman, SE, MM
- H. Robikin Emhas
Sekretaris
Jenderal : Drs. H. Saifullah Yusuf
Wakil
Sekretaris Jenderal :
- KH. Abdussalam Sohib
- Prof. Dr. Ahmad Muzakki, M.Ag, SEA
- H. S. Suleman Tanjung, M.Pd
- Dr. H. Muhammad Aqil Irham, M.Si
- Drs. H. Imron Rosyadi Hamid, SE, M.Si
- Faisal Saimima, SE
- Mas'ud Saleh
- Ai Rahmayanti, S.Sos, M.Ag
- H.M. Silahuddin, MH
- H. Rahmat Hidayat Pulungan, M.Si
- Habib Abdul Qodir Bin Aqil, SH, MA, LLM
- Dr. Najib Azca
- H. Syarif Munawi, SE, MM
- Isfandiari Mahbub Djunaidi
- H. Taufiq Madjid, S.Sos, M.Si
- Dr. H. Muhammad Faesal, MH, M.Pd
- H. Andi Sahibuddin, M.Pd
- Drs. Lukman Khakim, M.Si
- H. Nur Hidayat, MA
- H. Lukman Umafagur, S.Hut, M.Si
Bendahara Umum
:
- H. Mardani
- H. Maming
Bendahara :
- H. Dipo Nusantara Pua Upa, SH, MH, M.Kn
- H. Sumantri Suwarno, SE
- H. Gudfan Arif
- Nuruzzaman, S.Ag, M.Si
- Hidayat Firmansyah
- Nashruddin Ali
- H. Ahmad Nadzir
- H. Burhanudin Mochsen
- Dr. H. Ashari Tambunan
- Dr. Faisal Ali Hasyim, SE, M.Si, CA, CSEP
- H. Aswandi Rahman
- H. Fesal Musaad, S.Pd, M.Pd





